Profesor Sutrisna LIVE Kunjungi Pesantren Ustadz M Abduh Tuasikal di Gunugkidul

Dosen Komunikasi Terapan di Universitas Sebelas Maret
Tulisan dari Rony K Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sismono La Ode
Pesantren itu milik Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal ST MSc. Sangat mencolok di desa itu. Hanya satu-satunya. Selain besar membentang di tepi jalan di atas bukit, bangunannya tiga tingkat amat megah dengan dominasi cat warna putih.
Pesantren ini menjadi kebanggaan warga di sana karena kegiatan-kegiatannya melibatkan seluruh masyarakat. Pesantren ini dilengkapi mesjid dan TPA, juga toko penjualan buku-buku.
“Di sini tidak ada yang menginap. Santrinya dari masyarakat di lingkungan desa ini,” ujar Ustadz. Namun,jumlah jamaah bisa membengkak setiap kali pesantren ini menyelenggarakan acara Daurah atau Tabligh Akbar. Jamaahnya datang dari Yogyakarta, bahkan dari Jakarta.
Ustadz memang rutin mengadakan kajian di Jakarta sehingga punya jamaah yang fanatik.
Dari anak singkong--karena beliau berasal dari Gunungkidul yang makanan pokoknya adalah singkong--, akhirnya saat ini menjadi guru besar dan rektor Universitas Negeri Yogyakarta. Beliaulah Prof. Dr. Sutrisno Wibowo. Beliau adalah dosen bahasa daerah (Jawa) pertama yang menjadi rektor di Indonesia.
Bagaimana sebenarnya sejarah beliau belajar dari anak singkong hingga menjadi seorang profesor dan guru besar?
Ternyata dulu beliau belajar penuh perjuangan. Alat tulis orang dulu adalah sabak dan grip, sampai membawa kursi dan meja sendiri ketika belajar di sekolah dasar. Ketika di sekolah menengah pertama, beliau harus berjuang dengan berkendara menggunakan sepeda sejauh 4 KM. Beliau banyak terinspirasi dari ayah untuk menjadi guru bahasa Jawa, sehingga beliau menamatkan pendidikan beliau di SPG Wonosari pada tahun 1980. Lalu Prof. Sutrisno melanjutkan ke IKIP Yogyakarta dengan mengambil pendidikan guru bahasa Jawa. Pendidikan S-2 beliau diambil di Pendidikan Bahasa IKIP Jakarta, lalu S-3 sendiri beliau mengambil ilmu filsafat di UGM.
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal dalam video ini banyak mengambil pelajaran dari beliau terutama dari filosofi Jawa yang Prof. Sutrisno utarakan. Nasihat beliau juga begitu luar biasa pada anak-anak muda saat ini agar punya prinsip belajar dengan KERJA CERDAS, bukan lagi belajar "kerja keras" seperti dulu karena berbagai fasilitas sudah mudah untuk saat ini, cukup tanya mbah "Google" sudah dapat berbagai ilmu.
Silakan gali ilmu yang penuh manfaat dari riwayat hidup singkat Prof. Dr. Sutrisno Wibowo ini.
