Konten dari Pengguna

Pediatric Social Responsibility: Hadirnya Harapan untuk Anak Berkebutuhan Khusus

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari RSIA Ummu Hani Channel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siswa SLB Negeri Purbalingga sedang melakukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter spesialis anak. (Foto: Dok. Tim Multimedia RSIA Ummu Hani Purbalingga)
zoom-in-whitePerbesar
Siswa SLB Negeri Purbalingga sedang melakukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter spesialis anak. (Foto: Dok. Tim Multimedia RSIA Ummu Hani Purbalingga)

Dalam dunia kesehatan anak, kehadiran seorang dokter spesialis anak bukan sekadar penanganan medis. Lebih dari itu, ia adalah sosok yang membawa harapan bagi tumbuh kembang dan kualitas hidup anak-anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Di sinilah makna dari Pediatric Social Responsibility (PSR) menjadi sangat penting dan menyentuh.

Hari Anak Nasional: Semua Anak Berhak Bahagia

Pediatric Social Responsibility (PSR) adalah bentuk nyata kepedulian organisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) serta para dokter spesialis anak dalam rangka Hari Anak Nasional terhadap kondisi sosial dan kesejahteraan anak-anak di luar ruang praktik. Melalui PSR, dokter berperan aktif dalam edukasi masyarakat, pemeriksaan kesehatan gratis, serta berbagai aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan anak-anak dari berbagai latar belakang, termasuk anak-anak dengan disabilitas.

Pembukaan acara oleh guru dan dokter spesialis anak. (Foto: Dok. Tim Multimedia RSIA Ummu Hani Purbalingga)

Hal ini pula yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Pediatric Social Responsibility oleh Dokter Spesialis Anak RSIA Ummu Hani yang berlangsung pada Senin (21/07/2025) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purbalingga. Kegiatan ini menghadirkan dr. Muarif, M.Med. Sc., Sp.A. yang melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis untuk 40 anak berkebutuhan khusus, dengan pendekatan yang ramah, inklusif, dan penuh empati.

Memberikan Kesempatan Kepada yang Membutuhkan

Bagi sebagian orang tua, terutama yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, kesempatan bertemu langsung dengan dokter spesialis anak secara gratis adalah sebuah kemewahan. Terlebih lagi jika anak mereka memiliki kebutuhan khusus, di mana kebutuhan medis dan terapi sering kali lebih kompleks dan berbiaya tinggi. Maka, kehadiran program berbasis PSR bukan hanya sekadar program sosial, tetapi sumber harapan yang menyentuh hati.

Potret siswi yang tampak bahagia ketika diperiksa oleh dokter anak. (Foto: Dok. Tim Multimedia RSIA Ummu Hani Purbalingga).

Bayangkan anak-anak dengan autisme, gangguan tumbuh kembang, cerebral palsy, dan tantangan lainnya, yang mungkin belum pernah mendapatkan akses konsultasi dari tenaga ahli. Melalui program PSR ini, mereka bukan hanya diperiksa secara medis, tetapi juga dihargai, disambut, dan diperhatikan dengan penuh cinta.

“Kami sangat bersyukur. Anak kami akhirnya bisa diperiksa oleh dokter spesialis. Ini bukan hal yang mudah kami dapatkan. Terima kasih atas perhatiannya,” ucap salah satu orang tua peserta dengan mata berkaca-kaca.

PSR menjadi jembatan antara dunia medis dan dunia nyata yang penuh keterbatasan. Ia menjadi pengingat bahwa kesehatan adalah hak setiap anak, tanpa terkecuali. Bahwa anak dengan disabilitas pun berhak mendapatkan layanan terbaik, dengan cara yang tidak membuat mereka merasa berbeda atau tersisih.

Sesi konsultasi kesehatan anak antara orang tua siswa dengan dokter. (Foto: Dok. Tim Multimedia RSIA Ummu Hani Purbalingga)

Program PSR juga membuka ruang dialog antara tenaga medis dan keluarga, sehingga orang tua mendapatkan pemahaman lebih baik tentang kondisi anak mereka, potensi yang bisa dikembangkan, dan langkah-langkah stimulasi yang bisa dilakukan di rumah. Semua ini menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang mendampingi tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.

Tentu masih banyak tantangan di lapangan. Keterbatasan jumlah tenaga ahli, belum meratanya akses layanan, hingga minimnya kesadaran publik terhadap pentingnya deteksi dini dan terapi berkelanjutan. Namun melalui PSR, kita melihat harapan bahwa perubahan itu mungkin. Bahwa komunitas medis bisa menjadi motor penggerak perubahan sosial yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Semoga kegiatan ini menjadi awal dari gerakan yang lebih besar, dimana PSR menjadi bagian dari sistem kesehatan yang berpihak, ramah, dan menjangkau semua anak, terutama yang paling membutuhkan. Karena pada akhirnya, setiap anak istimewa pantas mendapat sentuhan istimewa.

(Ditulis oleh: Defara Mohammad Aldiansyah)