Konten dari Pengguna

Aswaja An-Nahdliyah: Sejarah, Pengertian, dan Landasan Ideologi

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Banser sedang berbaris. Foto by Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Banser sedang berbaris. Foto by Pixabay

Aswaja An-Nahdliyah merupakan istilah yang sering terdengar dalam tradisi keagamaan Indonesia, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Pembahasan tentang sejarah, pengertian, dan landasan ideologinya penting dipahami agar umat Islam di Indonesia dapat mengenali jati diri keagamaannya. Artikel ini akan mengulas sejarah, makna, serta prinsip dasar Aswaja An-Nahdliyah yang menjadi fondasi berpikir dan beramal warga NU di masa kini.

Sejarah Aswaja An-Nahdliyah

Pembahasan mengenai sejarah Aswaja An-Nahdliyah selalu menarik, terutama karena peran besarnya dalam membentuk karakter Islam Nusantara yang moderat. Menurut buku Ideologi dan Aqidah Aswaja An Nahdliyah (Jakarta: Lakpesdam PBNU, 2012) oleh Ahmad Bukhori, Aswaja An-Nahdliyah lahir sebagai respons terhadap beragam pemikiran Islam di Nusantara serta kebutuhan akan pemahaman keislaman yang menyejukkan dan toleran.

Latar belakang kemunculan Aswaja An-Nahdliyah tidak bisa dilepaskan dari dinamika sejarah Islam Indonesia. Perjumpaan antara budaya lokal dan ajaran Islam melahirkan kebutuhan akan cara beragama yang tetap berpijak pada sumber otentik namun mampu berdialog dengan tradisi masyarakat. Oleh sebab itu, Aswaja An-Nahdliyah hadir untuk menjawab tantangan zaman dan menjaga harmoni sosial.

Perkembangan Awal dan Tokoh-Tokoh Kunci

Di masa awal, perkembangan Aswaja An-Nahdliyah sangat dipengaruhi oleh para ulama besar seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, dan KH. Bisri Syansuri. Mereka membangun sistem keagamaan yang mempertemukan antara teks-teks klasik (kitab kuning) dengan realitas kehidupan saat itu. Inilah yang membuat pemikiran Aswaja An-Nahdliyah selalu relevan di berbagai era.

Dalam hal ini, Aswaja An-Nahdliyah menjadi ruh pergerakan NU dalam menjaga tradisi Islam yang ramah dan inklusif. Prinsip-prinsipnya dijadikan pedoman dalam pengambilan keputusan organisasi, fatwa, hingga strategi dakwah. Seperti telah disebutkan sebelumnya, "Aswaja Annahdliyah lahir sebagai respons atas dinamika pemikiran Islam di Nusantara dan kebutuhan akan pemahaman keislaman yang moderat."

Pengertian Aswaja An-Nahdliyah

Memahami pengertian Aswaja An-Nahdliyah secara utuh penting untuk mengenali arah dan tujuan keislaman warga NU. Istilah ini menggambarkan paham serta pola keberislaman yang khas, berakar pada tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.

Secara umum, Aswaja An-Nahdliyah adalah paham keagamaan yang menekankan keseimbangan antara teks agama dan kebutuhan masyarakat. Aswaja An-Nahdliyah berupaya menjaga kemurnian ajaran Islam sekaligus memberikan ruang adaptasi terhadap budaya lokal yang tidak bertentangan dengan syariat.

Dalam dokumen yang diterbitkan oleh Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jawa Timur, dijelaskan, "Aswaja Annahdliyah adalah paham keagamaan yang berlandaskan pada ajaran-ajaran Ahlussunnah wal Jamaah yang dikembangkan oleh para ulama NU." Prinsip dasarnya mencakup tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil). Empat prinsip ini menjadi pedoman masyarakat NU dalam bersikap dan beribadah.

Selain pengertian umum, pemahaman bahasa dan istilah Aswaja An-Nahdliyah juga penting sebagai fondasi berpikir. Penjelasan ini membantu masyarakat memahami makna mendalam dari istilah yang sering dipakai dalam diskursus keagamaan.

Secara bahasa, Aswaja adalah akronim dari Ahlussunnah wal Jamaah. Istilah ini merujuk pada kelompok umat Islam yang mengikuti ajaran Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Dalam Alquran, sikap mengikuti sunnah dan jamaah umat merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang otentik.

Pengertian Aswaja secara Istilah dalam Konteks NU

Seperti disebutkan dalam sumber yang sama, "Secara bahasa, Aswaja adalah akronim dari Ahlussunnah wal Jamaah, sedangkan secara istilah adalah paham keagamaan yang mengikuti ajaran Rasulullah dan para sahabatnya serta dikembangkan oleh ulama." Dalam konteks NU, Aswaja berarti mengikuti pemahaman keagamaan yang tidak kaku dan terbuka terhadap perkembangan zaman, selama tetap berada dalam koridor syariat.

Maka dari itu, di tengah perubahan sosial dan tantangan zaman, Aswaja An-Nahdliyah tetap menjadi rujukan utama warga NU dalam beragama. Nilai-nilai moderat, toleran, dan adil yang diusungnya membantu menciptakan kehidupan beragama yang damai dan harmonis. Dalam hal ini, pemahaman terhadap Aswaja An-Nahdliyah sangat penting untuk memperkuat identitas keislaman masyarakat Indonesia.

Pada akhirnya Aswaja An-Nahdliyah telah menjadi pondasi ideologi dan praktik keagamaan di lingkungan NU. Tidak hanya itu, pondasi ini juga secara tidak langsung menjadi jangkar umat Islam Indonesia dalam mengarungi era baru menghadapi masa percaturan ideologi dunia. Maka dengan memahami sejarah, pengertian, serta prinsip dasarnya, masyarakat diharapkan mampu menjaga ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Harapannya, Aswaja An-Nahdliyah terus relevan dan memberikan inspirasi bagi umat Islam di masa mendatang.

Rivewed Doel Rohim S.Hum