Konten dari Pengguna

Cara Membayar Fidyah: Panduan Praktis dan Lengkap

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makanan pokok untuk membayar fidyah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Makanan pokok untuk membayar fidyah. Foto: Pixabay

Fidyah adalah solusi syariat bagi umat Islam yang tidak bisa berpuasa karena alasan tertentu. Artikel ini membahas cara membayar fidyah sesuai ketentuan agama, mulai dari definisi, tata cara pembayaran, hingga aturan fidyah untuk orang yang sudah meninggal dunia. Panduan ini merangkum topik penting yang sering menjadi pertanyaan umat Muslim di Indonesia.

Pengertian Fidyah dan Dasar Hukumnya

Fidyah merupakan salah satu bentuk keringanan dalam ibadah puasa. Istilah ini merujuk pada kewajiban membayar sejumlah makanan pokok atau uang kepada fakir miskin, bagi orang yang tidak mampu berpuasa secara permanen.

Definisi Fidyah Menurut Syariat

Fidyah berasal dari kata “fadaa” yang artinya menebus. Dalam konteks puasa, fidyah adalah tebusan bagi Muslim yang tidak bisa mengganti puasa karena uzur yang tetap, seperti usia lanjut atau sakit menahun.

Dalil dan Landasan Hukum Fidyah

Menurut buku Qadha' dan Fidyah Puasa karya Maharati Marfuah, Lc, fidyah memiliki dasar hukum yang jelas dalam Alquran, tepatnya pada Surah Al-Baqarah ayat 184. Ayat tersebut menyebutkan kewajiban memberi makan orang miskin sebagai bentuk tebusan puasa yang ditinggalkan karena alasan tertentu.

Cara Membayar Fidyah dengan Uang

Pelaksanaan fidyah saat ini semakin adaptif dengan kebutuhan masyarakat. Selain makanan pokok, pembayaran fidyah juga dapat dilakukan dengan uang, selama nominalnya setara dan diberikan kepada pihak yang berhak.

Berdasarkan SK Ketua BAZNAS No. 07 Tahun 2023 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Ibukota DKI Jakarta Raya dan Sekitarnya, ditetapkan bahwa nilai fidyah dalam bentuk uang sebesar Rp60.000,-/hari/jiwa

Ketentuan Fidyah dalam Bentuk Uang

Secara syariat, fidyah idealnya berupa makanan pokok. Namun, dalam praktiknya, banyak ulama membolehkan pembayaran fidyah menggunakan uang, selama nilai uang tersebut mampu memenuhi kebutuhan makan satu orang miskin untuk sekali makan.

Langkah-langkah Praktis Membayar Fidyah dengan Uang

Berdasarkan penjelasan dalam buku Qadha' dan Fidyah Puasa, langkah pertama adalah menghitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Setelah itu, tentukan nominal uang yang akan diberikan, lalu salurkan langsung ke penerima yang berhak, seperti fakir miskin. Pembayaran fidyah bisa dilakukan setiap hari, atau dikumpulkan sekaligus di akhir Ramadan.

Berapa Besaran Fidyah Puasa 1 Hari?

Menentukan nominal fidyah memang sering menjadi pertanyaan. Besaran fidyah biasanya disesuaikan dengan harga makanan pokok di daerah masing-masing, agar sesuai tujuan syariat.

Perhitungan Fidyah untuk Satu Hari Puasa

Umumnya, fidyah setara dengan satu porsi makan utama (makan siang atau malam) untuk satu orang miskin. Di Indonesia, takaran ini biasanya dikonversi ke dalam bentuk uang, dan rata-rata berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per hari, tergantung harga bahan makanan setempat.

Contoh Kasus dan Simulasi Pembayaran Fidyah

Dalam buku Qadha' dan Fidyah Puasa, dijelaskan bahwa jika seseorang tidak berpuasa selama 7 hari karena sakit menahun, maka fidyah yang harus dibayar adalah 7 kali porsi makanan atau nilai uangnya. Jadi, jika satu hari sebesar Rp 40.000, total fidyah yang dibayarkan untuk 7 hari adalah Rp 280.000.

Fidyah untuk Orang yang Telah Meninggal Dunia

Kasus fidyah untuk orang meninggal sering terjadi, terutama jika almarhum meninggalkan utang puasa. Islam memberikan aturan khusus agar hak Allah ini tetap terpenuhi.

Hukum dan Tata Cara Membayar Fidyah untuk Orang Meninggal

Fidyah untuk orang yang sudah wafat dibayarkan oleh keluarga atau ahli waris. Dasarnya, puasa yang belum sempat diganti karena sakit atau uzur hingga meninggal dunia, bisa ditebus dengan pembayaran fidyah sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.

Siapa yang Berhak Membayarkan Fidyah?

Menurut Maharati Marfuah dalam bukunya, Qadha' dan Fidyah Puasa, ahli waris atau keluarga terdekatlah yang utama membayarkan fidyah. Jika ada dana dari harta peninggalan, pembayaran fidyah diutamakan sebelum pembagian warisan.

Tanya Jawab Seputar Fidyah (FAQ)

Kapan Fidyah Harus Dibayar?

Fidyah bisa dibayar selama Ramadan atau setelahnya, selama pembayaran dilakukan sebelum Ramadan berikutnya tiba. Namun, sebaiknya fidyah disalurkan secepatnya agar hak penerima dapat segera terpenuhi.

Apakah Fidyah Bisa Digabung Sekaligus?

Fidyah boleh diberikan sekaligus atau dicicil sesuai kemampuan. Jika ingin membayar langsung untuk beberapa hari puasa yang ditinggalkan, hal ini diperbolehkan sesuai praktik yang berkembang di masyarakat.

Siapa Saja Penerima Fidyah yang Sah?

Penerima fidyah adalah fakir miskin yang benar-benar membutuhkan. Penyaluran dapat dilakukan langsung atau lewat lembaga amil yang terpercaya di lingkungan sekitar.

Kesimpulan

Fidyah adalah solusi syariat yang memudahkan umat Islam menebus puasa yang tidak mampu dijalankan. Cara membayar fidyah dapat dilakukan dengan makanan pokok maupun uang, asalkan nilainya setara dan diberikan kepada orang yang berhak. Pembayaran fidyah juga memiliki aturan jelas, baik untuk diri sendiri maupun bagi keluarga yang telah meninggal dunia.

Memahami cara membayar fidyah sesuai ketentuan membantu umat Muslim memenuhi kewajiban agama dengan benar. Jika ada keraguan, sebaiknya konsultasikan kepada ulama atau lembaga syariah setempat agar pembayaran fidyah tepat sasaran.

Dalam konteks bulan Ramadhan, pembahasan terkait hal ini dapat ditelusuri lebih lanjut melalui ruang kajian ramadhan ensiklopedia lengkap bulan suci.

Reviewed by Ajid Fuad Muzaki S.Th.I