Hadis Nabawi: Penjelasan, Bentuk, dan Perbedaannya dengan Hadis Qudsi
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hadis nabawi merupakan bagian penting dalam tradisi Islam yang menjadi sumber ajaran setelah Al-Quran. Untuk memahami hadis nabawi secara utuh, perlu diketahui pengertian serta dasar-dasar otoritasnya menurut para ulama. Dalam artikel ini akan dijelaskan tentang pengertian, bentuk dan contohnya.
Pengertian Hadis Nabawi Secara Bahasa dan Istilah
Secara bahasa, kata “hadis” berarti sesuatu yang baru atau berita. Dalam istilah Islam, hadis nabawi adalah segala perkataan, perbuatan, persetujuan, dan sifat Nabi Muhammad SAW yang dijadikan pedoman oleh umat Islam. Hadis nabawi berfungsi sebagai penjelas dan contoh praktis dari ajaran Al-Quran.
Menurut buku Wawasan Hadits Nabawi: Kajian Hadits Tematik (2021) oleh Dr. Abdul Malik Ghozali, hadis nabawi adalah segala sesuatu yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW, baik berupa ucapan, perbuatan, ketetapan, maupun sifat-sifat beliau. Penjelasan ini menegaskan bahwa hadis nabawi tidak hanya sebatas ucapan, tetapi juga segala hal yang berkaitan dengan sosok Nabi.
Lima Bentuk Hadis: Penjelasan dan Contoh
Hadis nabawi memiliki beberapa bentuk yang masing-masing memuat aspek kehidupan Nabi Muhammad SAW. Setiap bentuk memiliki fungsi tersendiri dalam mengajarkan nilai-nilai Islam.
Hadis Qawliyyah (Ucapan Nabi)
Hadis qawliyyah adalah hadis yang berisi ucapan atau perkataan Nabi Muhammad SAW. Biasanya, bentuk ini sering dijadikan rujukan utama dalam menentukan hukum atau tata cara ibadah dalam Islam.
Hadis Fi’liyyah (Perbuatan Nabi)
Hadis fi’liyyah merupakan hadis yang mencatat perbuatan, tindakan, atau kebiasaan Nabi Muhammad SAW. Contohnya adalah cara Nabi shalat atau berpuasa, yang kemudian dijadikan teladan oleh umat Islam.
Hadis Taqririyyah (Persetujuan Nabi)
Hadis taqririyyah adalah hadis yang berisi persetujuan Nabi terhadap perbuatan sahabat yang terjadi di hadapan beliau. Ketika Nabi tidak membantah atau menegur, maka hal itu dianggap sebagai persetujuan. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam ajaran Islam.
Hadis Sifatiyyah (Sifat Nabi)
Hadis sifatiyyah menjelaskan sifat fisik maupun akhlak Nabi Muhammad SAW. Sifat-sifat ini menjadi contoh teladan, baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat.
Hadis hammiyyah memuat keinginan, niat, atau cita-cita Nabi yang belum sempat dilakukan. Dijelaskan dalam oleh Dr. Abdul Malik Ghozali, bentuk ini memperlihatkan sisi manusiawi Nabi dalam menghadapi berbagai situasi.
Perbedaan Al-Quran, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi
Sering muncul pertanyaan mengenai perbedaan antara Al-Quran, hadis qudsi, dan hadis nabawi. Tiga hal ini memang sama-sama menjadi sumber dalam ajaran Islam, namun masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda.
Al-Quran adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril dan menjadi kitab suci umat Islam. Al-Quran bersifat mutlak dan abadi.
Hadis qudsi adalah perkataan Nabi yang bersumber dari Allah SWT, namun bukan bagian dari Al-Quran. Isi hadis qudsi berasal dari Allah, tetapi redaksinya disusun oleh Nabi.
Hadis nabawi adalah segala ucapan, perbuatan, persetujuan, dan sifat Nabi yang tidak bersumber langsung dari Allah, melainkan dari pengalaman hidup dan kepribadian beliau.
Al-Quran bersumber langsung dari Allah dan menjadi pedoman utama. Hadis qudsi juga berasal dari Allah, namun tidak masuk dalam mushaf Al-Quran dan tidak digunakan dalam ibadah seperti shalat. Sementara itu, hadis nabawi bersumber dari kehidupan Nabi, berfungsi menafsirkan, melengkapi, dan mencontohkan ajaran Al-Quran.
Berdasarkan bahasan dalam buku Wawasan Hadits Nabawi: Kajian Hadits Tematik, Al-Quran seperti ayat “Dirikanlah shalat,” sedangkan hadis nabawi memberikan penjelasan teknis tentang tata cara shalat. Hadis qudsi, di sisi lain, biasanya berisi pesan moral atau nasihat langsung dari Allah yang disampaikan oleh Nabi, namun tanpa aturan baku sebagaimana Al-Quran.
Dalam hal ini, hadis nabawi memiliki posisi penting sebagai sumber ajaran Islam setelah Al-Quran. Melalui berbagai bentuknya, hadis nabawi memberikan gambaran lengkap tentang ucapan, tindakan, dan kepribadian Nabi Muhammad SAW. Dengan memahami perbedaan antara Al-Quran, hadis qudsi, dan hadis nabawi, umat Islam dapat lebih mudah menjalankan ajaran agama secara utuh dan benar.
Reviwed Doel Rohim S.Hum