Masjid yang Pertama Kali Dibangun Rasulullah di Madinah
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika berbicara tentang sejarah Islam, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah di kota Madinah adalah masjid apa. Jawabannya adalah Masjid Quba, sebuah tempat ibadah yang dibangun segera setelah peristiwa hijrah pada tahun 622 M.
Masjid Quba bukan sekadar bangunan fisik biasa. Kehadirannya menandai awal peradaban Islam di Madinah dan menjadi simbol persatuan umat Muslim yang baru terbentuk. Pembangunannya melibatkan langsung Rasulullah SAW bersama para sahabat dalam suasana penuh kebersamaan dan ketakwaan.
Sejarah Pembangunan Masjid Quba sebagai Masjid Pertama di Madinah
Rasulullah SAW tiba di Quba setelah menempuh perjalanan panjang dari Mekah. Lokasi ini berada di pinggiran kota Madinah dan menjadi tempat persinggahan pertama beliau. Menariknya, begitu sampai, Rasulullah langsung memprioritaskan pembangunan masjid sebagai fondasi komunitas Muslim.
Menurut jurnal Eksistensi Masjid dan Sejarah Umat Islam (Prosiding Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (2023), yang ditulis oleh Jamal Mirdad, dkk, Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW setelah hijrah ke Madinah, menjadi simbol awal peradaban Islam di kota tersebut. Pembangunannya dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan kaum Muhajirin dan Anshar.
Rasulullah SAW tidak hanya memimpin pembangunan, tetapi juga turun langsung mengangkat batu dan material bangunan bersama para sahabat. Sikap ini menunjukkan pentingnya kebersamaan dan tidak membedakan antara pemimpin dan pengikut dalam bekerja. Proses pembangunan berlangsung relatif cepat karena semangat dan partisipasi aktif dari seluruh kaum Muslim.
Masjid Quba menjadi tempat pertama kaum muslimin berkumpul untuk beribadah secara resmi di Madinah. Meski struktur bangunannya sederhana, masjid ini memiliki makna spiritual yang sangat dalam. Setelahnya, Rasulullah SAW membangun Masjid Nabawi sebagai pusat kegiatan ibadah, pendidikan, dan dakwah yang lebih besar.
Kedudukan dan Keutamaan Masjid Quba dalam Islam
Allah SWT menyebutkan Masjid Quba dalam Al-Quran Surah At-Taubah ayat 108 yang berbunyi:
لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ
Artinya: Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya.
Ayat ini menegaskan bahwa Masjid Quba dibangun dengan niat murni untuk beribadah kepada Allah, bukan untuk kepentingan duniawi atau tujuan buruk. Hal ini membedakannya dengan masjid yang dibangun oleh kaum munafik yang disebutkan dalam ayat sebelumnya.
Selain itu, Rasulullah SAW juga menyampaikan keutamaan khusus bagi yang shalat di Masjid Quba. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:
Barangsiapa yang bersuci di rumahnya kemudian mendatangi Masjid Quba lalu shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti umrah (HR. Ibnu Majah).
Hadis ini menunjukkan betapa besar pahala yang dijanjikan bagi umat Muslim yang berkunjung dan beribadah di Masjid Quba. Rasulullah SAW sendiri rutin mengunjungi masjid ini setiap hari Sabtu untuk melaksanakan shalat sunnah, menunjukkan betapa beliau menghormati dan menjaga tradisi ini.
Di sisi lain, Masjid Quba juga berperan penting dalam memperkuat ukhuwah islamiyah antara kaum Muhajirin dan Anshar. Kehadiran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah yang menyatukan umat. Dengan demikian, Masjid Quba menjadi pilar utama dalam pembentukan masyarakat Islam awal yang solid dan penuh ketakwaan.
Revewed by Doel Rohim S.Hum.