Mengenal Firaun dalam Islam: Sejarah, Nama-Nama, dan Kisah Kekejamannya
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Firaun merupakan salah satu tokoh paling dikenal dalam sejarah Islam, terutama lewat kisah Nabi Musa. Dalam Alquran, Firaun digambarkan sebagai sosok yang penuh kesombongan dan kezaliman. Artikel ini akan membahas siapa itu Firaun, nama-nama yang disebutkan, hingga pelajaran penting dari kisahnya.
Pengertian dan Peran Firaun dalam Sejarah Islam
Firaun adalah figur sentral dalam kisah Nabi Musa, dikenal luas dalam sejarah dan ajaran Islam. Dalam banyak sumber, Firaun merupakan simbol kekuasaan absolut yang bertentangan dengan ajaran tauhid. Menurut buku Musa dan Firaun: Sebuah Kajian Psikologis, Politik, dan Peradaban (Jakarta: Darus Sunnah, 2013), karya Muhammad bin Abdullah bin Mu’aidzir, Firaun adalah gelar raja-raja Mesir kuno yang termasyhur karena keangkuhan dan tindakan zalim mereka.
Secara historis, Firaun merujuk pada penguasa tertinggi di Mesir kuno. Mereka memiliki kekuasaan yang sangat besar, bahkan dianggap sebagai perwujudan dewa di muka bumi. Kepemimpinan Firaun didukung oleh struktur sosial yang kuat dan sistem pemerintahan yang terorganisir.
Firaun dalam Kisah Nabi Musa
Dalam ajaran Islam, Firaun yang dihadapi Nabi Musa digambarkan sebagai penguasa yang sangat sombong. Ia menolak seruan Nabi Musa untuk beriman kepada Allah dan melepaskan Bani Israil dari perbudakan. Seperti tercatat dalam sumber yang sama, Firaun dikenal karena kezaliman dan kesombongannya yang luar biasa.
Tentang nama-nama Firaun kerap menjadi perbincangan di kalangan sejarawan dan ulama. Dalam kisah Nabi Musa, identitas Firaun yang sebenarnya masih menjadi perdebatan hingga kini. Namun, ada sejumlah nama yang sering disebut dalam berbagai referensi Islam.
Beberapa peneliti dan ulama berpendapat bahwa Firaun yang hidup di masa Nabi Musa adalah Ramses II atau Merneptah. Nama-nama ini muncul karena kesesuaian catatan sejarah dengan kronologi kisah Musa di Mesir. Namun, Al Quran sendiri tidak menyebutkan nama Firaun secara spesifik, hanya menggambarkan sifat dan tindakannya.
Terkait identitas Firaun, para ahli berbeda pendapat. Seperti dijelaskan dalam buku Muhammad bin Abdullah bin Mu’aidzir, nama yang paling masyhur adalah Ramses II, namun ada pula yang menyebut Merneptah sebagai Firaun di masa Musa. Perbedaan ini disebabkan minimnya catatan tertulis yang jelas dari masa tersebut dan perbedaan tafsir atas sumber sejarah.
Firaun Paling Kejam: Siapa Dia?
Firaun yang hidup di masa Nabi Musa dikenal sebagai salah satu penguasa paling kejam dalam sejarah Mesir kuno. Kekejamannya bahkan dijadikan pelajaran penting dalam banyak ayat Al Quran dan hadis.
Firaun terkenal karena menindas Bani Israil. Ia memaksa mereka bekerja sebagai budak, bahkan membunuh anak-anak laki-laki mereka. Seperti dijelaskan dalam buku di atas, Firaun menganggap dirinya sebagai tuhan dan menolak semua ajakan Nabi Musa untuk bertobat. Sikap angkuh inilah yang akhirnya mengantarkannya pada kehancuran.
Pada akhirnya, Firaun dan bala tentaranya tenggelam di Laut Merah ketika mengejar Nabi Musa dan Bani Israil. Peristiwa ini menjadi peringatan keras tentang akibat kesombongan dan kezaliman. Al Quran menegaskan bahwa jasad Firaun diselamatkan sebagai pelajaran bagi generasi berikutnya.
Hikmah dan Pelajaran dari Kisah Firaun
Kisah Firaun bukan hanya catatan sejarah, melainkan juga sarat dengan hikmah dan pesan moral bagi umat Islam masa kini. Al Quran menceritakan kisah ini agar manusia belajar dari kesalahan masa lalu.
Kisah Firaun dan Musa mengajarkan bahaya dari kesombongan serta pentingnya keimanan. Seperti yang diungkapkan Muhammad bin Abdullah bin Mu’aidzir, kisah ini menekankan agar manusia tidak berlaku zalim dan selalu berserah diri kepada Allah.
Tidak hanya itu, kisah Firaun relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama sebagai pengingat agar tidak terjebak dalam kekuasaan dan kesombongan. Selain itu, umat Islam diajak untuk meneladani sifat sabar dan tawakal Nabi Musa dalam menghadapi tantangan hidup.
Akhirnya Firaun dalam Islam merupakan simbol kekuasaan yang menolak kebenaran dan menindas rakyatnya. Lewat kisah Firaun, umat Islam diingatkan akan bahaya kesombongan dan pentingnya keimanan kepada Allah. Setiap peristiwa dalam sejarah Firaun mengajarkan pelajaran moral yang tetap relevan untuk direnungkan hingga kini.
Reviwed by Doel Rohim S.Hum