Konten dari Pengguna

Active Listening Adalah: Pengertian, Contoh, dan Pentingnya

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi active listening. Foto Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi active listening. Foto Unsplash.

Mendengarkan secara aktif merupakan salah satu kunci untuk membangun komunikasi yang sehat dan efektif. Kemampuan ini sering kali menjadi pembeda utama dalam menjalin hubungan baik di lingkungan kerja maupun kehidupan pribadi. Melalui active listening, seseorang dapat memahami pesan lawan bicara secara menyeluruh dan merespons dengan tepat.

Pengertian Active Listening

Active listening adalah proses mendengarkan dengan penuh perhatian dan empati pada lawan bicara, serta memberikan respons yang menunjukkan pemahaman.

Menurut Nikodemus Thomas Martoredjo dalam artikel "Keterampilan Mendengarkan Secara Aktif dalam Komunikasi Interpersonal", mendengarkan aktif merupakan proses sadar yang menuntut pendengar terlibat secara emosional dan intelektual dalam memahami pesan, bukan sekadar menerima suara atau informasi secara pasif. Dalam mendengarkan pasif, komunikasi cenderung berjalan satu arah, sedangkan dalam mendengarkan aktif kedua pihak saling menanggapi melalui respons atau umpan balik.

Apa Itu Active Listening?

Active listening mengacu pada sikap mendengarkan yang melibatkan perhatian utuh, baik secara verbal maupun nonverbal. Dalam praktiknya, seseorang yang menerapkan active listening akan berusaha memahami maksud pembicara dan tidak terburu-buru memberikan tanggapan.

Tujuan dan Manfaat Active Listening

Dalam komunikasi interpersonal, active listening bertujuan menciptakan rasa saling percaya sekaligus memperkecil peluang salah paham. Dengan pendekatan ini, hubungan antarindividu menjadi lebih terbuka dan harmonis karena pesan yang disampaikan dapat diterima secara utuh.

Ciri-ciri dan Komponen Active Listening

Beberapa ciri utama active listening meliputi sikap terbuka, perhatian penuh, serta kemampuan memberi umpan balik yang sesuai. Ketiga komponen ini membangun fondasi komunikasi yang sehat dan efektif.

Unsur-Unsur Mendengarkan Aktif

Active listening terdiri dari beberapa unsur penting seperti empati terhadap lawan bicara, perhatian penuh selama proses komunikasi, serta pemberian umpan balik secara tepat. Ketiganya saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan dalam praktik mendengarkan aktif.

Tanda Seseorang Melakukan Active Listening

Beberapa tanda yang menunjukkan seseorang sedang menerapkan active listening antara lain melakukan kontak mata, menggunakan bahasa tubuh yang terbuka, dan sering memparafrase atau mengklarifikasi isi pembicaraan. Cara ini membantu memastikan bahwa pesan yang diterima benar-benar sesuai dengan maksud pembicara.

Contoh Active Listening dalam Kehidupan Sehari-hari

Active listening bisa diterapkan di berbagai situasi, baik di kantor maupun dalam hubungan pribadi. Sikap ini membuat komunikasi berjalan lebih lancar dan saling menghargai.

Contoh Praktis di Lingkungan Kerja

Saat rekan kerja sedang bercerita tentang kendala yang dihadapi, seseorang dapat mendengarkan dengan saksama tanpa menyela, lalu memberikan respons yang relevan. Hal ini menunjukkan bahwa ia menghargai pendapat lawan bicara.

Contoh dalam Hubungan Pribadi

Dalam hubungan dekat, active listening bisa diwujudkan dengan mendengarkan cerita pasangan hingga tuntas sebelum memberikan tanggapan. Menghindari interupsi adalah salah satu bentuk penghargaan terhadap perasaan orang lain.

Kesimpulan: Pentingnya Mengembangkan Active Listening

Active listening adalah strategi penting untuk menciptakan komunikasi yang efektif dan membangun hubungan yang lebih harmonis. Dengan menerapkan teknik ini, seseorang dapat meningkatkan rasa saling percaya dan memperkuat pemahaman dalam berbagai situasi.

Agar kemampuan active listening semakin terasah, cobalah fokus pada lawan bicara dan biasakan memberikan umpan balik yang sopan. Melatih kebiasaan ini secara konsisten akan membantu memperbaiki kualitas hubungan interpersonal di lingkungan mana pun.

Reviewed by Helda Waty Sihombing

Baca Juga: Self Improvement: Proses Menjadi Versi Terbaik Diri