Konten dari Pengguna

Ambivert adalah: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ambivert. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ambivert. Gambar: Pexels.

Seseorang dengan kepribadian ambivert sering kali tampil fleksibel dalam bersosialisasi maupun saat menikmati waktu sendiri. Istilah ini banyak digunakan untuk menggambarkan individu yang berada di antara tipe introvert dan ekstrovert. Melalui artikel ini, Anda akan mengenal lebih jauh tentang pengertian, ciri-ciri, serta contoh perilaku ambivert.

Apa Itu Ambivert?

Kepribadian ambivert adalah gabungan sifat dari introvert dan ekstrovert yang memungkinkan seseorang menyesuaikan diri pada situasi sosial maupun saat menyendiri. Menurut Aglin Layuk Sarassang dan Abdul Rahman dalam Mendeskripsikan Tipe Kepribadian Ambivert (2023), tipe kepribadian ambivert merupakan salah satu tipe kepribadian yang menggabungkan dua jenis tipe kepribadian di dalamnya, yaitu introvert dan ekstrovert, di mana tipe kepribadian ini dapat mengubah karakternya sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi. Ambivert memiliki kecenderungan untuk merasa nyaman berinteraksi dengan orang lain, namun tetap menghargai waktu sendiri ketika dibutuhkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis pengumpulan data dari sumber internet dan wawancara informal, bukan studi psikologi empiris berskala besar.

Definisi Ambivert menurut Para Ahli

Ambivert didefinisikan sebagai individu yang mampu menyeimbangkan kebutuhan sosial dan pribadi. Sarassang dan Rahman (2023) menjelaskan bahwa seorang ambivert dapat dikatakan sebagai penyeimbang (equalizer) dalam segala situasi, karena kepribadiannya yang bisa menempatkan diri secara berbeda-beda sesuai kebutuhan. Mereka dapat mudah beradaptasi karena tidak terlalu dominan pada satu sisi kepribadian saja. Sifat ini membuat ambivert kerap dianggap lebih luwes dalam menghadapi beragam situasi. Riset internasional turut mendukung konsep ini: Grant (2013) menemukan bahwa hubungan antara ekstraversi dan performa kerja (khususnya dalam penjualan) tidak bersifat linear, melainkan berbentuk kurva U-terbalik — ambivert justru mencapai produktivitas lebih tinggi dibandingkan ekstrovert maupun introvert, karena secara alami menerapkan pola bicara dan mendengarkan yang fleksibel.

Perbedaan Ambivert dengan Introvert dan Ekstrovert

Introvert umumnya lebih senang menghabiskan waktu sendiri, sedangkan ekstrovert cenderung mencari energi dari lingkungan sosial. Berbeda dengan keduanya, ambivert justru dapat menikmati dua situasi tersebut secara seimbang. Hal ini menjadikan ambivert sering kali mudah menyesuaikan diri dalam berbagai kondisi. Menariknya, riset psikologi internasional menunjukkan bahwa ekstraversi-introversi sebenarnya merupakan sebuah kontinum, dan jika sifat kepribadian ini terdistribusi normal (kurva lonceng), sekitar dua pertiga populasi manusia sebenarnya berada di tengah dan dapat diklasifikasikan sebagai ambivert (Grant, dikutip dalam Laman Psychology Today, Are You an Extravert, Introvert, or Ambivert?).

Ciri-ciri Kepribadian Ambivert

Mengenali ciri-ciri ambivert bisa membantu memahami cara mereka berinteraksi. Sarassang dan Rahman (2023) merinci lima ciri utama tipe kepribadian ambivert.

Karakteristik Utama Ambivert

Kelima ciri tersebut adalah: (1) bisa menjadi pendengar sekaligus pembicara yang baik — layaknya introvert saat mendengarkan, namun juga layaknya ekstrovert saat turut serta dalam percakapan; (2) senang bersosialisasi sekaligus menyendiri, tanpa masalah berada dalam keramaian namun juga menikmati waktu sendiri; (3) menjadi penyeimbang dalam banyak situasi, karena mampu mengubah sifatnya sesuai kebutuhan; (4) memiliki banyak teman sekaligus beberapa teman dekat untuk berbagi cerita; dan (5) memiliki rasa empati yang tinggi, biasanya mendengarkan cerita terlebih dahulu sebelum memberikan jalan keluar atas masalah orang lain. Selain itu, ambivert sering merasa nyaman berbicara di depan umum, tetapi juga tidak keberatan jika harus bekerja sendiri.

Sarassang dan Rahman (2023) juga mencatat sisi kekurangan dari tipe kepribadian ini — ambivert kerap mendapat banyak hal yang menghambat perubahan sifatnya, sehingga ia membutuhkan dukungan yang kuat, dan sering merasa lelah karena tekanan yang cukup besar saat berusaha menyeimbangkan situasi yang sedang dihadapinya.

Contoh Perilaku Ambivert dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, ambivert dapat bersikap antusias saat berkumpul bersama teman-teman, namun tetap menikmati waktu tenang membaca buku di rumah. Mereka juga mampu menyeimbangkan waktu antara aktivitas sosial dan aktivitas pribadi sesuai kebutuhan.

Contoh Ambivert dalam Situasi Nyata

Ambivert kerap dijumpai dalam berbagai aktivitas sosial maupun individual. Mereka biasanya mampu membawa diri di lingkungan baru tanpa kesulitan berarti.

Studi Kasus Ambivert di Lingkungan Sosial

Di tempat kerja, ambivert mungkin aktif berdiskusi dalam tim, tetapi tetap produktif saat menyelesaikan tugas individu. Klaim ini didukung riset internasional: studi Adam Grant (2013) terhadap 340 perwakilan pusat panggilan penjualan (call-center representatives) menemukan bahwa ambivert menghasilkan pendapatan penjualan tertinggi dibandingkan ekstrovert maupun introvert — mereka mampu cukup asertif dan antusias untuk membujuk serta menutup penjualan, namun juga lebih cenderung mendengarkan minat pelanggan dan tidak terlalu berisiko tampak terlalu bersemangat atau terlalu percaya diri (Grant, Psychological Science, 2013). Saat berada di lingkungan keluarga, ambivert bisa berbaur dalam suasana ramai, namun tetap menyisihkan waktu untuk refleksi diri.

Manfaat Menjadi Ambivert

Keuntungan menjadi ambivert adalah kemampuan menyesuaikan diri dengan cepat pada perubahan situasi sosial. Sifat ini juga memudahkan mereka membangun relasi yang sehat dan efektif, baik secara personal maupun profesional.

Kesimpulan

Kepribadian ambivert adalah kombinasi sifat introvert dan ekstrovert yang membuat seseorang mudah beradaptasi pada beragam situasi, sebagaimana dijelaskan Sarassang dan Rahman (2023) serta didukung riset internasional Adam Grant (2013) tentang keunggulan ambivert dalam konteks profesional seperti penjualan. Ciri-ciri ambivert antara lain mampu menyesuaikan diri, menjadi pendengar dan pembicara yang baik, memiliki empati tinggi, serta fleksibel saat berinteraksi — meski di sisi lain juga rentan mengalami kelelahan akibat tekanan menyeimbangkan kedua sisi kepribadiannya. Memahami ambivert dapat membantu Anda mengenali cara terbaik untuk membangun komunikasi dan relasi dengan tipe kepribadian ini.