Apa Itu Cognitive Reframing dan Contohnya
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cognitive reframing adalah salah satu strategi yang digunakan untuk mengubah cara seseorang memandang situasi negatif. Dengan teknik ini, seseorang diajak untuk melihat masalah dari sudut pandang berbeda, sehingga beban emosional bisa terasa lebih ringan. Banyak orang mulai menerapkan metode ini untuk meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup.
Pengertian Cognitive Reframing
Cognitive reframing merupakan konsep yang banyak digunakan dalam psikologi untuk membantu mengelola pikiran negatif. Proses ini melibatkan perubahan cara berpikir terhadap situasi tertentu, sehingga respons emosional menjadi lebih adaptif.
Menurut Ashish Sharma, Kevin Rushton, Inna Wanyin Lin, David Wadden, Khendra G. Lucas, Adam S. Miner, Theresa Nguyen, dan Tim Althoff dalam paper “Cognitive Reframing of Negative Thoughts through Human-Language Model Interaction”, cognitive reframing adalah teknik terapeutik untuk mengatasi pikiran negatif dengan menggantinya menjadi reframed thought yang lebih penuh harapan dan menawarkan perspektif alternatif terhadap situasi yang dialami.
Definisi dan Konsep Dasar
Secara sederhana, cognitive reframing berarti mengubah pola pikir atas suatu peristiwa atau masalah. Seseorang dilatih untuk tidak langsung terpaku pada sisi buruk, melainkan mencoba mencari makna atau pelajaran di baliknya.
Manfaat Cognitive Reframing dalam Kehidupan Sehari-hari
Teknik ini bermanfaat untuk meredakan stres, meningkatkan rasa percaya diri, dan membantu seseorang mengambil keputusan lebih jernih. Dengan reframing, seseorang bisa melihat peluang di balik tantangan yang dihadapi.
Bagaimana Cognitive Reframing Bekerja
Mekanisme kerja teknik ini melibatkan proses mental untuk mengenali lalu menantang pikiran negatif. Setelah itu, seseorang diarahkan untuk menerjemahkan pikiran tersebut dalam sudut pandang yang lebih positif atau netral.
Masih dari paper yang disebutkan sebelumnya, dijelaskan bahwa interaksi manusia dengan model bahasa dapat mendukung proses cognitive reframing dengan membantu individu mengganti pikiran negatif menjadi reframed thought yang lebih penuh harapan dan menawarkan perspektif alternatif terhadap situasi yang dialami.
Proses dan Mekanisme Kognitif
Langkah pertama adalah menyadari pikiran negatif yang muncul. Selanjutnya, seseorang mencoba meninjau kembali apakah pikiran tersebut benar adanya, lalu mencari sudut pandang lain yang lebih konstruktif.
Peran Interaksi Manusia-Model Bahasa dalam Cognitive Reframing
Interaksi dengan teknologi, seperti chatbot atau AI, dapat memperkaya proses reframing. Teknologi ini mampu memberikan saran atau pertanyaan reflektif yang memicu pemikiran baru.
Contoh Cognitive Reframing dalam Kehidupan Nyata
Banyak contoh sederhana yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang gagal dalam ujian, misalnya, dapat diajak untuk melihat kegagalan itu sebagai peluang belajar, bukan hanya sebagai akhir segalanya.
Studi Kasus Reframing Pikiran Negatif
Jika seseorang berpikir, “Saya gagal,” cognitive reframing mengajak untuk mengganti pola pikir menjadi, “Saya punya kesempatan belajar dari pengalaman ini.” Cara ini membantu mengurangi beban emosional dan meningkatkan semangat.
Langkah-Langkah Melakukan Cognitive Reframing
Beberapa langkah yang umum dilakukan antara lain:
- Sadari pikiran negatif yang muncul.
- Tanyakan pada diri sendiri, “Apakah pikiran ini benar?”
- Cari sudut pandang lain yang lebih positif atau netral.
- Pertahankan pola pikir baru tersebut dalam keseharian.
Kesimpulan
Cognitive reframing menjadi salah satu cara efektif untuk mengelola pikiran negatif dan memperbaiki respons emosional. Dengan memahami dan melatih strategi ini, seseorang dapat membangun pandangan hidup yang lebih sehat dan seimbang. Konsistensi dalam menerapkan cognitive reframing dapat memberikan dampak positif untuk kesehatan mental jangka panjang.
Reviewed by Helda Waty Sihombing
Baca Juga: Kognitif dan Pola Pikir: Cara Kerja Pikiran yang Membentuk Hidup