Apa Itu Kepribadian? Memahami Pengertian dan Perbedaan Kepribadian Individu
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap orang memiliki kepribadian yang unik, membedakan satu individu dengan yang lain. Kepribadian berperan dalam membentuk cara seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku di berbagai situasi. Memahami kepribadian membantu kita mengenali diri sendiri dan orang lain, sehingga bisa membangun hubungan yang lebih baik.
Pengertian Kepribadian
Kepribadian kerap didefinisikan sebagai pola perilaku, pikiran, dan perasaan yang konsisten pada seseorang. Menurut Bisyri Abdul Karim dalam jurnalnya Teori Kepribadian dan Perbedaan Individu, terdapat berbagai definisi kepribadian yang dikutip dari Sarlito Wirawan Sarwono, salah satunya menyebutkan bahwa kepribadian adalah kumpulan sifat biologis berupa dorongan, kecenderungan, rasa, dan naluri yang bersifat alami, ditambah kecenderungan yang diperoleh melalui pengalaman. Dari berbagai definisi tersebut, Karim merumuskan bahwa kepribadian merupakan organisasi psiko-fisik yang dinamis dari setiap manusia yang menentukan caranya beradaptasi secara unik terhadap lingkungannya.
Definisi Kepribadian Menurut Para Ahli
Karim menjelaskan bahwa salah satu definisi yang dikutip dari Sarlito Wirawan Sarwono menyebut kepribadian sebagai integrasi dari sistem kebiasaan yang menunjukkan kepada individu cara unik untuk beradaptasi dengan lingkungan mereka. Definisi-definisi ini menyoroti bahwa kepribadian mencakup cara seseorang beradaptasi dengan lingkungan dan menghadapi masalah sehari-hari, sekaligus mencerminkan sifat tingkat tinggi yang memiliki pengaruh menentukan dalam diri seseorang.
Unsur-unsur Pembentuk Kepribadian
Karim menjelaskan bahwa kehidupan seseorang meliputi berbagai aspek, khususnya aspek emosional, aspek psikologis-sosial, sosial-budaya, serta kemampuan intelektual yang sepenuhnya terintegrasi dengan faktor lingkungan kehidupannya. Semua aspek ini saling berkaitan dan membentuk karakter unik setiap individu.
Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian
Banyak faktor yang memengaruhi kepribadian, di antaranya sifat bawaan atau biologis, lingkungan keluarga, serta pengalaman hidup. Karim menegaskan bahwa pengaruh pendidikan keluarga sangat menentukan kepribadian anak, sebab orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anak mereka. Selain itu, lingkungan sosial dan budaya juga memberikan pengaruh besar, karena perkembangan seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat ia berinteraksi sejak lahir.
Teori-Teori Kepribadian
Beragam teori mencoba menjelaskan bagaimana kepribadian terbentuk dan berkembang. Setiap teori menawarkan sudut pandang yang berbeda mengenai proses pembentukan kepribadian. Tiga pendekatan berikut merupakan kerangka teori kepribadian yang mapan dalam psikologi Barat modern (tidak dibahas dalam jurnal Karim yang berfokus pada perspektif pendidikan), sebagaimana diuraikan dalam buku ajar terbuka Psychology 2e yang diterbitkan OpenStax, Rice University.
Teori Psikoanalisis
Teori ini menekankan pada peran alam bawah sadar dalam membentuk kepribadian. Sigmund Freud, yang menyusun teori kepribadian komprehensif pertama, berpendapat bahwa dorongan bawah sadar yang dipengaruhi oleh hasrat seksual dan agresi, bersama pengalaman masa kanak-kanak, adalah kekuatan yang membentuk kepribadian seseorang. Freud juga membagi kepribadian menjadi tiga komponen, yaitu id, ego, dan superego, sebagaimana dijelaskan dalam Psychology 2e (OpenStax).
Teori Trait
Teori trait berfokus pada sifat-sifat dasar—seperti kejujuran atau ekstroversi—yang dianggap stabil sepanjang hidup. Para ahli teori trait berupaya menjelaskan kepribadian dengan mengidentifikasi karakteristik dan cara berperilaku yang stabil pada seseorang, serta telah mengidentifikasi sejumlah dimensi penting dalam kepribadian, demikian dijelaskan Psychology 2e. Setiap individu memiliki kombinasi trait yang berbeda, sehingga menghasilkan kepribadian yang khas.
Teori Humanistik
Pendekatan humanistik memandang kepribadian sebagai hasil upaya individu untuk mengaktualisasikan dirinya. Psikolog humanistik seperti Abraham Maslow dan Carl Rogers berfokus pada potensi pertumbuhan individu yang sehat dan meyakini bahwa manusia berupaya mencapai aktualisasi diri. Manusia dipandang memiliki potensi positif yang bisa berkembang melalui pengalaman hidup, pandangan yang menekankan kehendak bebas dan keinginan setiap individu untuk menjadi versi terbaik dari dirinya, demikian dijelaskan Psychology 2e.
Perbedaan Kepribadian Individu
Tidak ada dua individu yang benar-benar sama kepribadiannya. Karim menjelaskan bahwa secara fisik, orang kembar mungkin memiliki bentuk wajah yang sama, tetapi terdapat perbedaan pada matanya; secara kerohanian, kapasitas kecerdasan mereka mungkin sama, tetapi kecenderungan, semangat, dan daya tahannya tetap berbeda.
Penyebab Perbedaan Kepribadian
Karim menjelaskan bahwa perbedaan individual disebabkan oleh kombinasi faktor bawaan dan pengaruh lingkungan, yang tercermin dalam beberapa aspek, antara lain perbedaan kognitif, kecakapan bahasa, kecakapan motorik, latar belakang, bakat, serta kesiapan belajar. Faktor keturunan, pengalaman hidup, serta latar belakang sosial dan budaya inilah yang membuat kepribadian setiap individu begitu beragam.
Contoh Perbedaan Kepribadian dalam Kehidupan Sehari-hari
Seseorang yang terbuka dan mudah bergaul biasanya nyaman di lingkungan sosial, sedangkan individu yang tertutup cenderung lebih suka suasana tenang dan privat; perbedaan semacam ini berkaitan dengan dimensi ekstraversi, salah satu trait kepribadian yang dibahas dalam teori trait pada Psychology 2e. Perbedaan seperti ini sering terlihat di sekolah, tempat kerja, atau keluarga, sebagaimana halnya perbedaan kecakapan bahasa dan motorik antarsiswa yang dicontohkan Karim dalam jurnalnya.
Pentingnya Memahami Kepribadian
Memahami kepribadian membawa banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan ini membantu membangun relasi yang harmonis dan menyesuaikan strategi komunikasi. Penelitian Roberts, Kuncel, Shiner, Caspi, dan Goldberg yang dipublikasikan dalam Perspectives on Psychological Science menunjukkan bahwa trait kepribadian memiliki daya prediksi yang signifikan terhadap berbagai hasil hidup penting, termasuk keberhasilan pekerjaan dan keberlangsungan hubungan, dengan kekuatan yang sebanding dengan status sosial ekonomi maupun kemampuan kognitif.
Manfaat Memahami Kepribadian Diri Sendiri
Dengan mengenal kepribadian sendiri, seseorang bisa memilih pekerjaan yang sesuai, mengelola emosi, dan mengembangkan potensi diri secara optimal, sejalan dengan temuan Roberts dan kolega bahwa trait kepribadian berkaitan erat dengan keberhasilan pekerjaan sepanjang hidup seseorang.
Dampak Memahami Kepribadian Orang Lain
Memahami kepribadian orang lain memudahkan kita dalam bekerja sama, menyelesaikan konflik, dan menciptakan lingkungan yang suportif.
Kesimpulan
Kepribadian merupakan pola perilaku, pikiran, dan perasaan yang membedakan satu individu dengan yang lain. Berbagai teori kepribadian dalam psikologi modern, seperti psikoanalisis, trait, dan humanistik, menunjukkan bahwa kepribadian terbentuk oleh perpaduan faktor bawaan dan lingkungan, sejalan dengan kajian Bisyri Abdul Karim yang juga menegaskan bahwa perbedaan individu muncul dari kombinasi faktor bawaan dan pengaruh lingkungan. Dengan memahami kepribadian, kita dapat membangun hubungan yang lebih sehat dan mengenali potensi diri maupun orang lain secara lebih baik.