Konten dari Pengguna

Apa Itu Kesadaran Emosi? Memahami Pengertian dan Peran Kesadaran Emosi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kesadaran Emosi. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kesadaran Emosi. Gambar: Pexels.

Memahami emosi diri sendiri bukanlah hal mudah bagi semua orang. Namun, kemampuan ini kerap menjadi fondasi penting dalam menjalani keseharian, mulai dari mengelola stres hingga membangun hubungan. Artikel berikut akan membahas pengertian kesadaran emosi, ciri-ciri, serta peran utamanya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Kesadaran Emosi

Kesadaran emosi merujuk pada kemampuan seseorang untuk mengenali, memahami, dan menyadari apa yang sedang dirasakan. Menurut skripsi Isa Ahmad Zaini, Peran Kesadaran Emosi dan Dukungan Sosial Terhadap Kesepian Remaja Akhir di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (2019), kesadaran emosi adalah kesadaran atau tahu akan kondisi emosional diri sendiri — suatu perhatian terus-menerus terhadap keadaan batin, di mana pikiran mengamati dan menggali pengalaman emosi. Mengenali emosi diri merupakan inti dan dasar dari kecerdasan emosional, yaitu kemampuan untuk memantau perasaan dari waktu ke waktu bagi pemahaman diri dan kemampuan mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi (Salovey & Mayer, dikutip dalam Goleman, 2000, dikutip dalam Zaini, 2019).

Pada dasarnya, kesadaran emosi membantu individu terhubung lebih kuat dengan diri sendiri. Menurut Segal (2003, dikutip dalam Zaini, 2019), kesadaran emosi sangat penting bagi seseorang; tanpanya, tanpa kemampuan untuk mengenal dan menghargai perasaan yang dialami, serta bertindak jujur sesuai dengan perasaan tersebut, individu akan mengalami banyak kesulitan dalam kehidupannya, tidak dapat mengambil keputusan dengan mudah, dan sering terombang-ambing oleh berbagai keadaan di sekelilingnya.

Ciri-ciri dan Aspek Kesadaran Emosi

Kesadaran emosi terdiri dari enam aspek yang berjalan bersamaan. Menurut Rieffe dkk. (2008, dikutip dalam Zaini, 2019), enam aspek kesadaran emosi tersebut adalah: differentiating emotions (kemampuan membedakan emosi dan menempatkan penyebabnya), bodily awareness (memperhatikan aspek fisiologis dari pengalaman emosi), verbal sharing (mampu mengkomunikasikan emosi kepada orang lain), not hiding emotion (berterus terang terhadap perasaan yang dirasakan, tidak menyembunyikannya), attending to others' emotions (kesediaan memahami emosi orang lain), dan analyses of emotion (kemampuan menganalisis emosi yang dirasakan).

Seseorang dengan tingkat kesadaran emosi yang baik umumnya dapat mengidentifikasi emosi yang sederhana, seperti bahagia atau marah, sementara individu dengan kesadaran emosi rendah belum tentu mampu mengidentifikasi emosi sesederhana itu (Lane & Schwartz, 1987, dikutip dalam Zaini, 2019).

Peran Kesadaran Emosi dalam Kehidupan

Kesadaran emosi memiliki berbagai peran dalam kehidupan.

Dalam Pengelolaan Diri

Kesadaran emosi sangat membantu seseorang dalam mengatur respons diri. Zaini (2019) menemukan bahwa kesadaran emosi merupakan kemampuan seseorang dalam mengenal dan memahami emosi sendiri secara positif, sehingga dapat mengelola emosi secara tepat dan membina hubungan baik dengan orang lain. Sebaliknya, seseorang yang kurang memiliki kesadaran diri terhadap emosinya akan berakibat sulit menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri maupun orang lain.

Dalam Hubungan Sosial

Di ranah sosial, kesadaran emosi mendukung kemampuan berempati dan menjaga komunikasi yang sehat. Zaini (2019) menemukan bahwa aspek verbal sharing emotions — yaitu kesediaan mengomunikasikan emosi atau perasaan yang sedang dirasakan kepada orang lain — merupakan aspek kesadaran emosi paling dominan dalam memengaruhi rasa kesepian pada remaja akhir: semakin tinggi individu membagikan emosinya kepada orang lain, semakin rendah perasaan kesepian yang dialaminya.

Dalam Pengambilan Keputusan

Emosi kerap memengaruhi proses pengambilan keputusan. Sebagaimana dijelaskan Segal (2003, dikutip dalam Zaini, 2019), tanpa kesadaran emosi seseorang akan kesulitan mengambil keputusan dengan mudah dan sering terombang-ambing oleh berbagai keadaan yang terjadi di sekelilingnya. Dengan kesadaran emosi yang baik, seseorang bisa menilai situasi secara lebih jernih.

Kesimpulan

Kesadaran emosi menjadi salah satu keterampilan kunci yang menunjang kualitas hidup. Berdasarkan temuan Zaini (2019) pada remaja akhir di UIN Malang, kesadaran emosi terbukti berpengaruh negatif secara signifikan terhadap kesepian — semakin tinggi kesadaran emosi seseorang, semakin rendah kecenderungannya mengalami kesepian. Dengan mengenali dan memahami emosi melalui enam aspek yang saling melengkapi — membedakan emosi, kesadaran tubuh, keterbukaan verbal, tidak menyembunyikan perasaan, memperhatikan emosi orang lain, dan menganalisis emosi — seseorang dapat mengelola diri lebih baik, membangun hubungan sehat, dan membuat keputusan yang bijak. Mengembangkan kesadaran emosi dalam kehidupan sehari-hari akan membantu setiap individu menghadapi tantangan secara lebih positif.