Apa Itu Psychological Safety? Memahami Konsep dan Ciri-cirinya di Tempat Kerja
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rasa aman saat bekerja sering kali menjadi penentu utama kenyamanan karyawan di sebuah organisasi. Kondisi ini dikenal sebagai psychological safety, yaitu situasi di mana seseorang merasa bebas untuk menyampaikan ide, bertanya, maupun mengungkapkan kekhawatiran tanpa takut dihakimi. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang mendorong kolaborasi, memahami psychological safety menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.
Definisi Psychological Safety
Konsep psychological safety telah menjadi perhatian penting dalam dunia kerja modern. Menurut Jesica Vionica Wowora dan Yustina Erti Pravitasmara Dewi dalam artikel jurnal “The Influence of Psychological Safety towards Employee Engagement Using Organizational Support as Intervening Variable,” psychological safety adalah kondisi ketika karyawan merasa aman dan nyaman untuk mengambil risiko interpersonal, mengekspresikan diri, bertanya, mengakui kesalahan, menyampaikan ide, dan berkontribusi tanpa rasa takut terhadap konsekuensi yang berkaitan dengan citra diri, status, atau karier.
Pengertian Psychological Safety Menurut Penelitian
Psychological safety merujuk pada situasi di mana anggota tim merasa nyaman untuk mengambil risiko interpersonal tanpa rasa takut. Artinya, karyawan merasa aman untuk berbagi pemikiran, mengakui kesalahan, dan mengajukan pertanyaan tanpa khawatir akan dipermalukan.
Peran Psychological Safety dalam Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja yang menerapkan psychological safety mampu meningkatkan komunikasi dan memperkuat kepercayaan antar anggota tim. Dengan budaya seperti ini, inovasi dan pembelajaran di tempat kerja dapat berkembang lebih optimal.
Ciri-ciri Psychological Safety di Tempat Kerja
Mengenali psychological safety di tempat kerja dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa tanda. Tim yang memilikinya cenderung mudah beradaptasi dan produktif, karena anggotanya saling mendukung dan tidak ragu untuk berpendapat.
Karakteristik Tim dengan Psychological Safety Tinggi
Beberapa ciri utamanya meliputi keterbukaan dalam berdiskusi, adanya kepercayaan antar anggota, dan kemampuan untuk menerima kritik dengan positif. Selain itu, setiap orang merasa dihargai dan bebas berkontribusi pada pengambilan keputusan tim.
Contoh Praktis Psychological Safety di Organisasi
Contohnya, seorang karyawan dapat menyampaikan ide baru tanpa khawatir ditolak secara emosional. Pemimpin pun biasanya menanggapi masukan dengan sikap terbuka dan mendorong dialog yang konstruktif.
Dampak Psychological Safety terhadap Keterlibatan Karyawan
Psychological safety tidak hanya memengaruhi suasana kerja, tetapi juga berdampak langsung pada semangat dan keterlibatan karyawan. Dalam lingkungan seperti ini, orang lebih termotivasi untuk terlibat aktif dalam tugas dan tujuan organisasi.
Hubungan dengan Employee Engagement
Lingkungan yang aman secara psikologis menciptakan rasa memiliki dan keterlibatan tinggi. Karyawan lebih berani mengambil inisiatif dan merasa pekerjaannya dihargai, sehingga tingkat employee engagement pun meningkat.
Dukungan Organisasi sebagai Faktor Intervening
Dukungan dari organisasi, seperti pelatihan atau komunikasi terbuka, dapat memperkuat efek psychological safety. Dengan adanya dukungan ini, hubungan antara psychological safety dan keterlibatan karyawan menjadi semakin erat.
Kesimpulan
Psychological safety merupakan fondasi penting bagi terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Dengan memahami definisi, ciri-ciri, dan dampaknya, perusahaan dapat menciptakan suasana yang mendukung karyawan untuk berkembang. Membangun psychological safety menjadi langkah awal untuk mendorong keterlibatan dan kolaborasi di tempat kerja.
Reviewed by Helda Waty Sihombing
Baca Juga: Psikologi Industri dan Organisasi: Meningkatkan Kinerja dan Kesejahteraan Kerja