Apa Itu Toxic Workplace? Kenali Ciri-Ciri Lingkungan Kerja Tidak Sehat
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lingkungan kerja yang tidak sehat dapat memengaruhi kenyamanan, semangat, bahkan kesehatan mental para karyawan. Istilah toxic workplace kini semakin sering diperbincangkan seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya suasana kerja yang positif. Untuk memahami lebih dalam, mari simak pengertian dan ciri-ciri toxic workplace berikut ini.
Pengertian Toxic Workplace
Toxic workplace mengacu pada lingkungan kerja yang secara konsisten menyebabkan stres, tidak nyaman, dan menurunkan kualitas hidup karyawan.
Menurut Pratista Arya Satwika dan Rafika Nur Kusumawati dalam artikel jurnal berjudul “Toxic Work Environment Among Cross-Generational Employees”, toxic work environment ditandai oleh perilaku negatif seperti pengucilan, ketidaksopanan, pelecehan, dan perundungan, yang dapat meningkatkan kelelahan kerja, memperburuk stres, serta berdampak pada kesehatan mental, kesehatan fisik, produktivitas, dan retensi karyawan.
Ciri-Ciri Toxic Workplace
Mengenali ciri toxic workplace sangat penting agar Anda bisa segera mengambil langkah antisipasi. Berikut beberapa tanda umum yang patut diwaspadai.
Komunikasi Buruk
Salah satu ciri utama toxic workplace adalah komunikasi yang tidak sehat. Hal ini bisa terlihat dari banyaknya miskomunikasi, gosip, serta minimnya keterbukaan antara atasan dan bawahan. Berdasarkan artikel jurnal yang disebutkan sebelumnya, toxic work environment dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk komunikasi yang tidak efektif, budaya ketakutan, serta perbedaan persepsi antargenerasi yang jika tidak ditangani dapat memicu konflik di tempat kerja.
Kepemimpinan Tidak Mendukung
Pemimpin yang abai terhadap kebutuhan tim, tidak memberikan arahan jelas, atau sering menyalahkan bawahan menjadi tanda lain lingkungan kerja yang toksik. Karyawan rentan merasa tertekan dan tidak didukung dalam mengembangkan potensi diri.
Kurangnya Apresiasi
Minimnya penghargaan terhadap kinerja juga menjadi ciri toxic workplace. Berdasarkan artikel jurnal “Toxic Work Environment Among Cross-Generational Employees” karya Pratista Arya Satwika dan Rafika Nur Kusumawati, budaya kerja yang positif perlu menumbuhkan rasa apresiasi dan keterikatan, sementara lingkungan kerja toxic dapat menurunkan minat kerja, moral, motivasi, serta merusak kepercayaan diri dan martabat karyawan.
Suasana Kerja yang Kompetitif Negatif
Persaingan di kantor memang wajar, namun bila berubah menjadi kompetitif negatif, suasana kerja bisa kacau. Rekan kerja saling menjatuhkan, enggan berbagi informasi, atau malah memanipulasi situasi demi keuntungan pribadi. Hal ini dapat membuat kolaborasi antar anggota tim menjadi sulit terwujud.
Dampak Toxic Workplace pada Karyawan
Lingkungan kerja toksik membawa dampak serius, baik secara psikologis maupun profesional. Stres yang berlarut-larut, kecemasan, hingga burnout menjadi risiko utama yang kerap dialami karyawan. Selain itu, penurunan produktivitas, absensi tinggi, dan keinginan untuk resign juga sering terjadi dalam situasi ini.
Kesimpulan
Toxic workplace merupakan ancaman nyata bagi kenyamanan dan produktivitas di dunia kerja. Mengenali ciri toxic workplace seperti komunikasi buruk, kepemimpinan tidak mendukung, kurangnya apresiasi, dan persaingan negatif sangat penting agar Anda bisa segera mencari solusi. Dengan memahami karakteristik toxic workplace, setiap karyawan dan perusahaan dapat berupaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan kondusif.
Reviewed by Helda Waty Sihombing
Baca Juga: Mental Health: Pengertian, Gangguan, dan Cara Menjaganya