Konten dari Pengguna

Awe Experience: Apa Itu dan Apa Manfaatnya?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Awe Experience. Foto Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Awe Experience. Foto Unsplash.

Rasa takjub yang muncul saat melihat langit malam, karya seni yang menyentuh, atau momen besar dalam hidup sering terasa sulit dijelaskan dengan kata-kata. Pengalaman seperti ini dalam psikologi dikenal sebagai awe experience. Banyak orang mengaitkannya dengan momen spiritual, padahal fenomena ini jauh lebih luas dan menarik untuk dipahami.

Apa Itu Awe Experience Menurut Psikologi Modern?

Dalam psikologi, awe experience dipandang sebagai emosi yang kompleks dan berbeda dari rasa senang biasa.

Menurut David B. Yaden dan rekan dalam artikel ilmiah “The Development of the Awe Experience Scale (AWE-S): A Multifactorial Measure for a Complex Emotion” yang diterbitkan di The Journal of Positive Psychology, awe merupakan emosi kompleks yang tersusun dari penilaian terhadap keluasan atau kebesaran sesuatu (vastness) dan kebutuhan untuk melakukan akomodasi terhadap skema mental yang sudah ada. Artinya, awe dapat muncul ketika seseorang berhadapan dengan sesuatu yang terasa sangat besar, baik secara perseptual maupun konseptual, sehingga cara pandangnya perlu menyesuaikan diri.

Definisi Awe Experience dan Unsur-Unsur Utamanya

Secara sederhana, awe experience adalah rasa takjub mendalam ketika kita merasakan “kebesaran” sesuatu, baik secara fisik, emosional, maupun makna. Unsur pentingnya adalah vastness, yaitu kesan bahwa hal yang kita hadapi jauh melampaui diri, dan need for accommodation, yakni dorongan untuk memperbarui cara kita memahami dunia. Pengalaman ini bisa muncul saat menyaksikan fenomena alam, penemuan sains, pertunjukan seni, atau momen kehidupan yang menyentuh. Oleh karena itu, awe tidak terbatas pada konteks religius, melainkan hadir di banyak situasi sehari-hari.

Dimensi-Dimensi Awe Experience dalam Skala AWE-S

Awe Experience Scale (AWE-S) dikembangkan untuk mengukur berbagai sisi dari pengalaman takjub ini secara lebih rinci. Beberapa dimensi penting di dalamnya antara lain perasaan diri yang mengecil (self-diminishment), rasa keterhubungan dengan orang lain atau alam (connectedness), kesan akan kebesaran atau keluasan (perceived vastness), perubahan sensasi fisik seperti merinding, serta perubahan persepsi waktu. Setiap dimensi berkontribusi pada pengalaman subjektif awe, misalnya merasa kecil namun justru lebih terhubung dengan sesuatu yang lebih besar.

Publikasi Yaden dkk. menjelaskan bahwa AWE-S dikembangkan sebagai ukuran state yang kuat untuk pengalaman awe dengan memasukkan berbagai dimensi yang telah ditemukan dalam penelitian empiris. Skala ini mengidentifikasi enam faktor utama, yaitu perubahan persepsi waktu, pengecilan diri, keterhubungan, keluasan yang dirasakan, sensasi fisik, dan kebutuhan untuk akomodasi mental.

Manfaat Awe Experience bagi Kesejahteraan dan Perilaku Manusia

Awe experience tidak hanya menghadirkan rasa takjub sesaat. Pengalaman ini berkaitan dengan kesejahteraan psikologis dan cara kita berperilaku dalam kehidupan sosial. Dari sudut pandang psikologi positif, rasa takjub yang sehat bisa membantu seseorang melihat hidup dengan sudut pandang yang lebih luas.

Dampak Awe terhadap Diri: Emosi Positif, Kerendahan Hati, dan Rasa Keterhubungan

Pengalaman awe sering diikuti emosi positif seperti rasa syukur, haru, dan makna hidup yang lebih kuat. Dimensi self-diminishment dalam AWE-S menggambarkan bagaimana fokus pada diri menjadi berkurang, sehingga muncul rasa rendah hati yang lebih tulus. Sementara itu, dimensi connectedness berkaitan dengan perasaan terhubung dengan orang lain, komunitas, alam, atau sesuatu yang melampaui diri pribadi.

Artikel Yaden dkk. menjelaskan bahwa awe telah dikaitkan dengan perilaku prososial dan penurunan sikap agresif. Kajian tersebut juga menyebut bahwa pengalaman awe dapat mengurangi saliensi beberapa aspek diri serta memunculkan rasa keterhubungan yang lebih dalam dengan orang lain dan lingkungan. Dengan demikian, awe dapat dipahami sebagai emosi yang berpotensi mendorong sikap lebih peduli, kooperatif, dan terhubung secara sosial, meskipun mekanisme tersebut tidak dirumuskan dalam satu kalimat persis seperti pernyataan awal.

Implikasi Praktis: Mengapa Penting Memahami dan Mengukur Awe Experience?

Pemahaman tentang awe experience dan pengukurannya lewat AWE-S membuka peluang luas di banyak bidang. Peneliti dapat menelusuri peran awe dalam kesehatan mental, spiritualitas, kreativitas, hingga perilaku prososial secara lebih sistematis. Di sisi lain, praktisi psikologi, pendidik, atau perancang program pengembangan diri bisa menggunakan wawasan ini untuk merancang pengalaman yang memicu rasa takjub secara sehat, misalnya melalui kegiatan alam, seni, atau refleksi mendalam. Dengan memahami dimensi-dimensi awe, intervensi yang dibuat berpotensi lebih bermakna dan menyehatkan secara psikologis.

Kesimpulan

Awe experience menggambarkan momen takjub mendalam ketika kita berhadapan dengan sesuatu yang terasa sangat besar dan mengubah cara pandang terhadap dunia. Emosi kompleks ini melibatkan unsur kebesaran, penyesuaian cara berpikir, serta perubahan pada perasaan diri dan hubungan dengan sekitar.

Berbagai temuan menunjukkan bahwa awe experience dapat mendukung kesejahteraan psikologis, menumbuhkan kerendahan hati, dan memperkuat rasa keterhubungan dengan orang lain. Dengan memahami dan mengukur awe secara lebih terstruktur, kita bisa merancang pengalaman hidup yang lebih kaya makna dan berdampak positif bagi diri sendiri maupun lingkungan.

Reviewed by Helda Waty Sihombing

Baca Juga: Emosi dan Regulasi Emosi dalam Kehidupan Sehari-hari