Konten dari Pengguna

Body Dysmorphia Adalah: Pengertian, Ciri-ciri, dan Dampaknya pada Remaja

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi body dysmorphia. Foto Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi body dysmorphia. Foto Unsplash.

Body dysmorphia adalah salah satu kondisi psikologis yang semakin sering diperbincangkan, terutama di kalangan remaja. Fenomena ini berhubungan dengan cara seseorang memandang dan menilai penampilan fisik dirinya sendiri. Banyak orang belum memahami bagaimana gangguan ini muncul, seperti apa ciri-cirinya, serta pengaruhnya terhadap kehidupan sosial dan mental remaja.

Apa Itu Body Dysmorphia?

Body dysmorphia adalah gangguan persepsi di mana seseorang merasa sangat terganggu dengan kekurangan kecil atau bahkan kekurangan yang tidak nyata pada tubuhnya. Kondisi ini berbeda dengan sekadar tidak puas terhadap penampilan.

Berdasarkan artikel jurnal “Body Image dan Body Dysmorphic Disorder (BDD) pada Perempuan Usia 18 – 21 Tahun” karya Adinda Wilistiyani dan Mulya Virgonita I. Winta, Body Dysmorphic Disorder merupakan gangguan psikologis yang ditandai dengan preokupasi terhadap satu atau lebih ketidaksempurnaan fisik yang sulit diamati orang lain, disertai perilaku berulang yang menyita waktu, distress, serta penurunan fungsi sosial terkait penampilan.

Ciri-Ciri Body Dysmorphia

Tanda Psikologis

Orang yang mengalami body dysmorphia sering kali terjebak dalam pikiran negatif tentang penampilan mereka. Mereka merasa cemas berlebihan, mudah stres, dan kepercayaan diri menurun karena fokus pada kekurangan fisik yang dianggap besar. Obsesi ini sulit dihilangkan meskipun banyak orang di sekitarnya tidak melihat ada masalah pada penampilannya.

Tanda Perilaku

Selain gejala psikis, perilaku sehari-hari juga bisa jadi tanda body dysmorphia. Seseorang mungkin sering kali bercermin atau justru menghindari cermin sama sekali. Ada pula yang kerap membandingkan dirinya dengan orang lain atau melakukan berbagai upaya kompulsif, seperti menyamarkan kekurangan dengan pakaian tertentu atau menggunakan produk kecantikan secara berlebihan.

Dampak Body Dysmorphia pada Remaja

Remaja sangat rentan mengalami body dysmorphia karena pengaruh standar kecantikan yang kuat di lingkungan dan media sosial. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan mental, seperti munculnya kecemasan dan depresi, tapi juga bisa menyebabkan penarikan diri dari lingkungan sosial.

Dalam artikel jurnal “Body Image dan Body Dysmorphic Disorder (BDD) pada Perempuan Usia 18 – 21 Tahun”, Adinda Wilistiyani dan Mulya Virgonita I. Winta menjelaskan bahwa penampilan fisik dapat menjadi bentuk kontrol sosial dan media massa berpengaruh dalam membentuk persepsi perempuan tentang penampilan menarik; ketidakpuasan terhadap penampilan fisik dapat berkaitan dengan body image negatif, sementara distorsi body image yang berlebihan dapat berkembang menjadi BDD dan mengganggu fungsi sosial maupun bidang pendidikan atau pekerjaan.

Kesimpulan

Body dysmorphia adalah gangguan persepsi tubuh yang menyebabkan individu merasa terganggu dengan penampilan fisiknya secara berlebihan. Kondisi ini membuat remaja rentan mengalami stres, kecemasan, hingga gangguan hubungan sosial. Mengenali ciri-ciri body dysmorphia sejak dini bisa membantu mencegah dampak yang lebih serius di kemudian hari.

Reviewed by Helda Waty Sihombing

Baca Juga: Mental Health: Pengertian, Gangguan, dan Cara Menjaganya