Cara Meningkatkan Attention Span pada Anak
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Attention span atau rentang perhatian menjadi salah satu faktor penting dalam proses belajar anak. Di era digital, kebiasaan mengonsumsi konten singkat bisa membuat perhatian anak mudah teralihkan. Oleh sebab itu, memahami cara meningkatkan attention span sangat bermanfaat agar anak mampu fokus dan optimal dalam belajar.
Apa Itu Short Attention Span?
Short attention span adalah kondisi ketika seseorang sulit mempertahankan fokus dalam waktu cukup lama.
Menurut Rizqiyah Ratu Balqis, Ach Syaikhu, Khoirotun Nisa, dan Dinina Maulidia Afriani dalam artikel jurnal “Strategi Psikopedagogis dalam Mengatasi ‘Short Attention Span’ pada Anak Usia Sekolah Dasar Akibat Konsumsi Konten Digital Singkat”, fenomena rentang perhatian pendek pada anak usia sekolah dasar semakin meningkat seiring maraknya penggunaan media sosial dan platform video pendek seperti TikTok, YouTube Shorts, dan Instagram Reels yang menyajikan konten singkat, cepat, instan, serta padat rangsangan visual dan audio.
Definisi Short Attention Span
Short attention span berarti anak mudah berpindah perhatian dari satu hal ke hal lain. Biasanya, mereka tidak mampu menyelesaikan tugas tanpa merasa bosan atau terganggu sebelum waktunya.
Penyebab Utama Short Attention Span pada Anak
Paparan konten digital singkat, seperti video berdurasi pendek, menjadi salah satu faktor utama. Selain itu, kurangnya latihan konsentrasi dan pola asuh yang kurang mendukung juga berperan penting.
Dampak Short Attention Span bagi Perkembangan Anak
Rentang perhatian yang pendek dapat mengganggu proses belajar, menurunkan prestasi akademik, dan membuat anak sulit mengembangkan keterampilan sosial. Jika dibiarkan, hal ini bisa berdampak pada kepercayaan diri anak di masa depan.
Strategi Efektif Meningkatkan Attention Span pada Anak
Meningkatkan attention span membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Beberapa strategi bisa diterapkan secara konsisten untuk hasil yang optimal.
Pendekatan Psikopedagogis untuk Meningkatkan Konsentrasi
Pendekatan psikopedagogis menekankan latihan fokus melalui permainan edukatif dan teknik mindfulness. Anak diajak untuk melatih konsentrasi secara bertahap sesuai usianya.
Peran Orang Tua dan Guru dalam Mendukung Perhatian Anak
Dukungan orang tua dan guru sangat penting. Mereka dapat menyediakan jadwal belajar yang teratur dan memberi penghargaan atas usaha anak menjaga fokus.
Praktik dan Kegiatan untuk Memperpanjang Attention Span
Membaca buku bersama, bermain puzzle, dan melakukan aktivitas fisik sederhana termasuk cara efektif memperpanjang rentang perhatian anak. Kegiatan ini bisa dilakukan rutin agar anak terbiasa fokus lebih lama.
Tips Praktis Mengurangi Pengaruh Konten Digital Singkat
Selain strategi di atas, membatasi pengaruh konten digital juga penting agar perhatian anak tetap terjaga.
Membatasi Konsumsi Konten Digital pada Anak
Orang tua sebaiknya membuat aturan waktu harian untuk menonton video atau bermain gadget. Pilih konten edukatif yang mendukung perkembangan anak.
Menciptakan Lingkungan Belajar yang Mendukung Fokus
Pastikan area belajar anak bebas dari gangguan suara dan perangkat digital yang tidak diperlukan. Atur pencahayaan dan sirkulasi udara agar anak nyaman belajar.
Menanamkan Kebiasaan Positif untuk Menjaga Perhatian
Biasakan anak beristirahat cukup, makan makanan bergizi, dan melakukan aktivitas fisik. Kebiasaan ini membantu otak tetap segar dan meningkatkan konsentrasi.
Kesimpulan
Cara meningkatkan attention span pada anak membutuhkan komitmen dari orang tua, guru, dan lingkungan sekitar. Dengan strategi yang tepat serta pembatasan konten digital, anak dapat belajar lebih fokus dan berkembang optimal. Perubahan kecil dalam rutinitas sehari-hari bisa jadi langkah awal memperbaiki rentang perhatian anak.
Reviewed by Helda Waty Sihombing
Baca Juga: Kognitif dan Pola Pikir: Cara Kerja Pikiran yang Membentuk Hidup