Konten dari Pengguna

Catastrophizing: Apa Itu dan Contoh Catastrophizing dalam Kehidupan Sehari-hari

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi catastrophizing. Foto Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi catastrophizing. Foto Unsplash.

Catastrophizing merupakan istilah yang kerap muncul saat membahas kecemasan dan kesehatan mental. Istilah ini merujuk pada kebiasaan pikiran membayangkan hasil terburuk dari suatu situasi, bahkan ketika kemungkinan itu sangat kecil. Dalam kehidupan sehari-hari, fenomena ini bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Pengertian Catastrophizing

Catastrophizing adalah pola pikir yang menyebabkan seseorang memperbesar kemungkinan bahaya atau ancaman dalam situasi tertentu. Menurut Jennie C. I. Tsao, Laura B. Allen, Subhadra Evans, Qian Lu, Cynthia D. Myers, dan Lonnie K. Zeltzer dalam artikel jurnal “Anxiety Sensitivity and Catastrophizing: Associations with Pain and Somatization in Non-Clinical Children”, catastrophizing merupakan konstruk kognitif berupa pola pikir negatif yang berlebihan terhadap nyeri atau gejala fisik, yang berkaitan dengan peningkatan arousal dan rasa takut terhadap gejala tersebut.

Definisi Catastrophizing

Secara umum, catastrophizing berarti membayangkan skenario terburuk secara berlebihan. Pikiran bisa langsung melompat pada kemungkinan terburuk, meskipun realitanya belum tentu seburuk itu.

Catastrophizing dalam Psikologi dan Gejala Fisik

Dalam psikologi masih dari artikel jurnal yang sama, catastrophizing dipahami sebagai konstruk kognitif berupa pola pikir negatif yang berlebihan terhadap nyeri, yang berkaitan dengan rasa takut terhadap nyeri serta gejala fisik.

Bagaimana Catastrophizing Terbentuk

Proses terbentuknya catastrophizing dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan pengalaman hidup. Seseorang yang tumbuh dengan kecenderungan cemas lebih mudah mengembangkan pola pikir ini.

Faktor Psikologis Penyebab Catastrophizing

Beberapa faktor seperti pengalaman traumatis, pola asuh keluarga, atau tekanan lingkungan bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami catastrophizing.

Hubungan Antara Anxiety Sensitivity dan Catastrophizing

Menurut Jennie C. I. Tsao, Laura B. Allen, Subhadra Evans, Qian Lu, Cynthia D. Myers, dan Lonnie K. Zeltzer dalam artikel jurnal “Anxiety Sensitivity and Catastrophizing: Associations with Pain and Somatization in Non-Clinical Children”, anxiety sensitivity dan catastrophizing merupakan konstruk kognitif yang saling berkaitan namun sebagian berbeda, dan keduanya berhubungan dengan kecenderungan menafsirkan sensasi fisik yang tidak menyenangkan secara katastrofik.

Contoh Catastrophizing dalam Kehidupan Sehari-hari

Catastrophizing bisa muncul dalam berbagai situasi, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Contohnya mudah ditemukan di sekitar kita.

Contoh Catastrophizing pada Anak-anak

Seorang anak yang takut ujian mungkin langsung berpikir akan gagal total dan membuat orang tuanya kecewa, padahal hasilnya belum tentu buruk.

Contoh Catastrophizing pada Dewasa

Orang dewasa bisa mengalami catastrophizing, misalnya saat mengalami gejala kesehatan ringan namun langsung menganggap itu pertanda penyakit serius.

Ilustrasi Skenario Catastrophizing

Seseorang yang menerima pesan singkat dari atasan dan belum dibaca bisa langsung membayangkan akan mendapat teguran keras, padahal isi pesan mungkin tidak seserius itu.

Dampak Catastrophizing terhadap Kesehatan Mental

Catastrophizing dapat memengaruhi kondisi psikologis dan fisik seseorang. Jika dibiarkan, dampaknya bisa cukup signifikan.

Hubungan Catastrophizing dengan Somatisasi dan Nyeri

Menurut Jennie C. I. Tsao dkk. dalam artikel jurnal yang disebutkan sebelumnya, catastrophizing berkaitan dengan somatization serta pengalaman nyeri, sehingga pola pikir negatif yang berlebihan terhadap sensasi fisik dapat berhubungan dengan keluhan fisik yang dirasakan seseorang.

Risiko Jangka Panjang Catastrophizing

Jika terus-menerus terjadi, catastrophizing dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, depresi, serta menurunkan kualitas hidup.

Cara Mengurangi Catastrophizing

Beberapa strategi bisa diterapkan untuk mengurangi kebiasaan catastrophizing. Pendekatan sederhana sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah-langkah Menghadapi Catastrophizing

Langkah awal yang dapat dilakukan adalah menyadari pola pikir negatif, lalu mencoba merasionalisasi pikiran tersebut dengan data dan fakta yang ada.

Strategi Kognitif dan Dukungan Sosial

Mengubah pola pikir melalui teknik kognitif serta meminta dukungan dari orang terdekat juga bisa membantu mengurangi kecenderungan catastrophizing.

Kesimpulan

Catastrophizing adalah pola pikir yang memperbesar ancaman dan dapat berdampak pada kesehatan mental. Dengan memahami penyebab dan contoh-contohnya, kita bisa lebih waspada terhadap pikiran negatif ini. Upaya mengurangi catastrophizing perlu melibatkan kesadaran diri, strategi kognitif, dan dukungan sosial agar kesehatan mental tetap terjaga.

Reviewed by Helda Waty Sihombing

Baca Juga: Kognitif dan Pola Pikir: Cara Kerja Pikiran yang Membentuk Hidup