Catastrophizing: Apa Itu dan Contoh Catastrophizing dalam Kehidupan Sehari-hari
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Catastrophizing merupakan istilah yang kerap muncul saat membahas kecemasan dan kesehatan mental. Istilah ini merujuk pada kebiasaan pikiran membayangkan hasil terburuk dari suatu situasi, bahkan ketika kemungkinan itu sangat kecil. Dalam kehidupan sehari-hari, fenomena ini bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Pengertian Catastrophizing
Catastrophizing adalah pola pikir yang menyebabkan seseorang memperbesar kemungkinan bahaya atau ancaman dalam situasi tertentu. Menurut Jennie C. I. Tsao, Laura B. Allen, Subhadra Evans, Qian Lu, Cynthia D. Myers, dan Lonnie K. Zeltzer dalam artikel jurnal “Anxiety Sensitivity and Catastrophizing: Associations with Pain and Somatization in Non-Clinical Children”, catastrophizing merupakan konstruk kognitif berupa pola pikir negatif yang berlebihan terhadap nyeri atau gejala fisik, yang berkaitan dengan peningkatan arousal dan rasa takut terhadap gejala tersebut.
Definisi Catastrophizing
Secara umum, catastrophizing berarti membayangkan skenario terburuk secara berlebihan. Pikiran bisa langsung melompat pada kemungkinan terburuk, meskipun realitanya belum tentu seburuk itu.
Catastrophizing dalam Psikologi dan Gejala Fisik
Dalam psikologi masih dari artikel jurnal yang sama, catastrophizing dipahami sebagai konstruk kognitif berupa pola pikir negatif yang berlebihan terhadap nyeri, yang berkaitan dengan rasa takut terhadap nyeri serta gejala fisik.
Bagaimana Catastrophizing Terbentuk
Proses terbentuknya catastrophizing dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan pengalaman hidup. Seseorang yang tumbuh dengan kecenderungan cemas lebih mudah mengembangkan pola pikir ini.
Faktor Psikologis Penyebab Catastrophizing
Beberapa faktor seperti pengalaman traumatis, pola asuh keluarga, atau tekanan lingkungan bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami catastrophizing.
Hubungan Antara Anxiety Sensitivity dan Catastrophizing
Menurut Jennie C. I. Tsao, Laura B. Allen, Subhadra Evans, Qian Lu, Cynthia D. Myers, dan Lonnie K. Zeltzer dalam artikel jurnal “Anxiety Sensitivity and Catastrophizing: Associations with Pain and Somatization in Non-Clinical Children”, anxiety sensitivity dan catastrophizing merupakan konstruk kognitif yang saling berkaitan namun sebagian berbeda, dan keduanya berhubungan dengan kecenderungan menafsirkan sensasi fisik yang tidak menyenangkan secara katastrofik.
Contoh Catastrophizing dalam Kehidupan Sehari-hari
Catastrophizing bisa muncul dalam berbagai situasi, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Contohnya mudah ditemukan di sekitar kita.
Contoh Catastrophizing pada Anak-anak
Seorang anak yang takut ujian mungkin langsung berpikir akan gagal total dan membuat orang tuanya kecewa, padahal hasilnya belum tentu buruk.
Contoh Catastrophizing pada Dewasa
Orang dewasa bisa mengalami catastrophizing, misalnya saat mengalami gejala kesehatan ringan namun langsung menganggap itu pertanda penyakit serius.
Ilustrasi Skenario Catastrophizing
Seseorang yang menerima pesan singkat dari atasan dan belum dibaca bisa langsung membayangkan akan mendapat teguran keras, padahal isi pesan mungkin tidak seserius itu.
Dampak Catastrophizing terhadap Kesehatan Mental
Catastrophizing dapat memengaruhi kondisi psikologis dan fisik seseorang. Jika dibiarkan, dampaknya bisa cukup signifikan.
Hubungan Catastrophizing dengan Somatisasi dan Nyeri
Menurut Jennie C. I. Tsao dkk. dalam artikel jurnal yang disebutkan sebelumnya, catastrophizing berkaitan dengan somatization serta pengalaman nyeri, sehingga pola pikir negatif yang berlebihan terhadap sensasi fisik dapat berhubungan dengan keluhan fisik yang dirasakan seseorang.
Risiko Jangka Panjang Catastrophizing
Jika terus-menerus terjadi, catastrophizing dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, depresi, serta menurunkan kualitas hidup.
Cara Mengurangi Catastrophizing
Beberapa strategi bisa diterapkan untuk mengurangi kebiasaan catastrophizing. Pendekatan sederhana sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah-langkah Menghadapi Catastrophizing
Langkah awal yang dapat dilakukan adalah menyadari pola pikir negatif, lalu mencoba merasionalisasi pikiran tersebut dengan data dan fakta yang ada.
Strategi Kognitif dan Dukungan Sosial
Mengubah pola pikir melalui teknik kognitif serta meminta dukungan dari orang terdekat juga bisa membantu mengurangi kecenderungan catastrophizing.
Kesimpulan
Catastrophizing adalah pola pikir yang memperbesar ancaman dan dapat berdampak pada kesehatan mental. Dengan memahami penyebab dan contoh-contohnya, kita bisa lebih waspada terhadap pikiran negatif ini. Upaya mengurangi catastrophizing perlu melibatkan kesadaran diri, strategi kognitif, dan dukungan sosial agar kesehatan mental tetap terjaga.
Reviewed by Helda Waty Sihombing
Baca Juga: Kognitif dan Pola Pikir: Cara Kerja Pikiran yang Membentuk Hidup