Konten dari Pengguna

Ciri-ciri dan Tahap Perkembangan Masa Kanak-kanak Akhir

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Masa Kanak-kanak Akhir. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Masa Kanak-kanak Akhir. Gambar: Pexels.

Masa kanak-kanak akhir merupakan periode krusial dalam perjalanan tumbuh kembang individu sebelum memasuki masa remaja. Pada fase ini, anak mulai menunjukkan kemampuan fisik, kognitif, dan sosial yang semakin matang. Memahami ciri-ciri serta tahap perkembangannya bisa membantu orang tua maupun guru dalam mendukung proses belajar dan kehidupan sehari-hari anak.

Pengertian Masa Kanak-kanak Akhir

Menurut jurnal yang ditulis oleh Azhariah Fatya, Sabrina Nurul, dan Linda Yarni dengan judul Perkembangan Akhir Masa Anak-Anak, fase ini dikenal sebagai usia sekolah dasar yang dimulai dari usia enam tahun hingga anak menjadi matang secara seksual. Periode ini memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari tahap perkembangan sebelumnya.

Ciri-ciri Masa Kanak-kanak Akhir

Masa kanak-kanak akhir ditandai oleh perubahan di berbagai aspek perkembangan. Setiap anak mungkin mengalami proses ini dengan keunikan tersendiri.

Ciri-ciri Fisik

Pertumbuhan tubuh anak berlangsung stabil. Kekuatan otot dan koordinasi gerak semakin baik, sehingga anak lebih aktif bermain dan berolahraga.

Ciri-ciri Kognitif

Kemampuan berpikir logis, memahami sebab-akibat, serta keterampilan memecahkan masalah mulai berkembang. Anak juga menunjukkan minat membaca dan belajar hal baru.

Ciri-ciri Sosial dan Emosional

Anak mulai membangun persahabatan yang lebih erat, belajar bekerja sama, dan mengenal aturan sosial. Kemampuan mengelola emosi juga semakin meningkat.

Ciri-ciri Moral

Nilai-nilai moral mulai dipahami secara sederhana. Anak memahami aturan serta mulai menilai tindakan sebagai benar atau salah.

Tahap Perkembangan pada Masa Kanak-kanak Akhir

Setiap anak melewati tahap perkembangan yang saling berkaitan, baik secara fisik, intelektual, maupun sosial.

Perkembangan Motorik

Perkembangan fisik anak berlangsung stabil, namun terdapat beberapa risiko kesehatan. Gangguan fisik yang mungkin muncul antara lain kegemukan akibat pola makan karbohidrat berlebih serta kecelakaan yang dapat menyebabkan cacat fisik.

Perkembangan Moral dan Sosial

Anak-anak pada masa ini mulai menginternalisasi aturan kelompok. Anak berada pada tingkat moralitas konvensional, di mana mereka mengikuti peraturan untuk mengambil hati orang lain serta mempertahankan hubungan baik dalam kelompok sosialnya. Standar moral mereka sangat dipengaruhi oleh kelompok di mana anak mampu mengidentifikasi diri.

Perkembangan Bahasa

Kemampuan berkomunikasi semakin baik. Anak mudah memahami bacaan, menambah kosakata, serta mampu menyampaikan pendapat dengan jelas.

Perkembangan Sosialisasi

Interaksi dengan teman sebaya menjadi lebih intens. Anak belajar berbagi, bergiliran, dan menyelesaikan konflik secara sederhana.

Perkembangan Kemandirian

Anak mulai mengembangkan sense of accomplishment, yaitu kesiapan untuk menyelesaikan tugas atau tuntutan dari orang lain

Perkembangan Kognitif

Pada fase ini, anak mengalami perubahan signifikan dalam cara berpikir. Kemampuan kognitif anak ditandai dengan aktivitas mental seperti mengingat, memahami, dan memecahkan masalah secara lebih logis karena proses berpikirnya tidak lagi bersifat egosentris. Berdasarkan teori Jean Piaget, anak berada pada tahap operasional konkret (7-11 tahun) di mana mereka mulai memiliki pemikiran yang bersifat nyata.

Kesimpulan

Masa kanak-kanak akhir adalah periode yang krusial bagi tumbuh kembang anak. Ciri-ciri fisik, kognitif, sosial, dan moral di masa ini membantu anak membangun fondasi yang kuat untuk memasuki tahap remaja. Memahami tahap perkembangan masa kanak-kanak akhir dapat membantu orang dewasa memberikan dukungan yang tepat sesuai kebutuhan anak.