Ciri Melankolis: Mengenal Karakteristik dan Tanda Kepribadian Melankolis
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kepribadian manusia memang beragam, salah satunya adalah tipe melankolis yang kerap menarik perhatian karena karakter uniknya. Setiap individu melankolis dikenal sangat memperhatikan detail dan cenderung perfeksionis dalam banyak hal. Untuk memahami lebih dalam, mari mengenal ciri melankolis serta perbedaannya dengan tipe kepribadian lain.
Apa Itu Melankolis?
Konsep melankolis sudah lama dikenal sebagai salah satu dari empat tipe temperamen klasik. Riki Adriant dan Yola Permata Bunda dalam jurnal Penentuan Kepribadian Sanguinis Koleris dan Melankolis Menggunakan Metode Forward Chaining mengidentifikasi melankolis sebagai salah satu dari tiga tipe kepribadian yang dimasukkan ke dalam sistem pakar mereka, bersama sanguinis dan koleris. Berdasarkan aturan (rule) dalam sistem pakar tersebut, seseorang digolongkan memiliki kepribadian melankolis apabila menunjukkan sifat-sifat: sensitif dan peka, rela berkorban dan setia, mudah tersinggung, berfikir serius, bekerja sendiri, menyukai hal-hal spontan, teratur dan rapi, mudah tertekan, dan perfeksionis.
Definisi Kepribadian Melankolis
Dalam teori empat temperamen klasik, melankolis diasosiasikan dengan cairan empedu hitam (black bile, dari bahasa Yunani melas = hitam dan khole = empedu). Laman ScienceDirect dengan judul Four Temperament — an overview, menjelaskan bahwa menurut Galen, ketidakseimbangan cairan tubuh menghasilkan salah satu dari empat tipe temperamen, di mana tipe melankolis dicirikan sebagai individu yang analitis dan pendiam. Melankolis digambarkan sebagai individu yang mengutamakan ketelitian, keteraturan, dan penuh pertimbangan dalam bertindak; mereka biasanya lebih suka bekerja di balik layar dan menghindari sorotan.
Sejarah dan Perkembangan Konsep Melankolis
Awal mula istilah ini berasal dari konsep empat temperamen yang pertama kali dikemukakan oleh Hippocrates sekitar 400 SM, lalu diformalisasi oleh Galen (sekitar 129–201 M) menjadi empat tipe — sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis — yang masing-masing dikaitkan dengan cairan tubuh tertentu. Kini, meskipun ilmu kedokteran modern telah meninggalkan teori humor sebagai landasan medis, pemahaman tentang empat temperamen tetap digunakan oleh beberapa peneliti dan praktisi dalam mengenali kecenderungan perilaku seseorang, termasuk dalam sistem pakar seperti yang dikembangkan Adriant dan Bunda.
Ciri-Ciri Kepribadian Melankolis
Ciri melankolis dapat dikenali dari pola berpikir dan perilaku yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri Khas Melankolis
Berdasarkan sistem pakar Adriant dan Bunda, sembilan sifat yang mengidentifikasi kepribadian melankolis adalah: sensitif dan peka, rela berkorban dan setia, mudah tersinggung, berfikir serius, bekerja sendiri, menyukai hal-hal spontan, teratur dan rapi, mudah tertekan, dan perfeksionis. Laman JobCannon dengan judul The Four Classical Temperaments Explained, mendeskripsikan tipe melankolis sebagai individu yang analitis, berorientasi detail, fokus pada kualitas, dan berperasaan mendalam, sementara sifat spontan biasanya lebih dikaitkan dengan tipe sanguinis. Kemungkinan sifat "menyukai hal-hal spontan" dalam konteks sistem pakar Adriant dan Bunda merujuk pada kecenderungan melankolis yang menikmati hal-hal yang terjadi secara organik dan tidak dipaksakan, bukan spontanitas dalam arti impulsif. Secara ringkas, ciri khas melankolis yang disepakati baik oleh sumber lokal maupun internasional meliputi:
Perfeksionis
Teliti, teratur, dan rapi
Sensitif serta mudah tertekan
Sering berpikir mendalam dan serius
Tanda-Tanda Melankolis dalam Kehidupan Sehari-hari
Adriant dan Bunda mencatat bahwa sifat "berfikir serius" dan "bekerja sendiri" menjadi tanda yang melekat pada melankolis, yang dalam kehidupan sehari-hari tercermin dalam perilaku seperti:
Gemar membuat perencanaan detail karena sifatnya yang teratur dan rapi
Mudah merasa khawatir dan tertekan
Lebih nyaman bekerja sendiri
Membutuhkan waktu lama untuk mengambil keputusan karena banyak pertimbangan yang dipikirkan secara serius
Laman Psychology Town berjudul Exploring Hippocrates' Four Temperaments, menambahkan bahwa tipe melankolis memiliki kekuatan dalam refleksi mendalam, standar kualitas yang tinggi, dan kesetiaan pada nilai-nilai, namun kelemahannya terletak pada kecenderungan terlalu kritis terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Perbandingan Melankolis dengan Tipe Kepribadian Lain
Ciri melankolis kerap dibandingkan dengan tipe kepribadian lain seperti sanguinis dan koleris. Perbedaan ini terlihat dari cara mereka menghadapi kehidupan sehari-hari.
Melankolis vs Sanguinis
Adriant dan Bunda mengidentifikasi sifat-sifat sanguinis dalam sistem pakar mereka sebagai: ceria (fun), mudah berteman, berusaha menyenangkan orang lain, senang sekali dipuji, senang dengan kegiatan baru, kreatif, mudah berubah, dan pemaaf. Sanguinis jelas lebih spontan, ekstrover, dan mudah beradaptasi dengan lingkungan sosial, sementara melankolis yang bersifat sensitif dan peka, berfikir serius, serta bekerja sendiri cenderung lebih introver dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Adriant dan Bunda merekomendasikan profesi yang tepat untuk sanguinis adalah pekerjaan yang akan berjumpa orang banyak, seperti marketing, public relation, resepsionis, dan front office — berbeda dari melankolis yang lebih cocok dalam bidang keuangan, guru, komputer, dan negosiator.
Melankolis vs Koleris
Koleris dalam sistem pakar Adriant dan Bunda ditandai oleh sifat tegas, senang memimpin, percaya diri tinggi, aktif, dan senang memerintah. Koleris biasanya berorientasi pada tujuan dan suka memimpin, sedangkan melankolis lebih fokus pada detail, analisis, dan kehati-hatian. Adriant dan Bunda merekomendasikan posisi jabatan dan pekerjaan yang cocok untuk koleris dalam bidang pengusaha, direktur perusahaan, dokter, dan pimpinan perusahaan, sementara melankolis lebih sesuai di bidang keuangan, guru, komputer, dan negosiator.
Kesimpulan
Ciri melankolis menonjol pada sifat perfeksionis, sensitif dan peka, berfikir serius, teratur dan rapi, serta kecenderungan bekerja sendiri — sebagaimana diidentifikasi Adriant dan Bunda dalam sembilan sifat utama melankolis pada sistem pakar mereka. Kepribadian ini membuat individu melankolis andal dalam perencanaan dan analisis, namun kadang sulit mengambil keputusan secara cepat karena banyaknya pertimbangan. Dengan memahami karakteristik ini, kita bisa lebih mudah mengenali kelebihan serta tantangan yang dimiliki individu melankolis dalam keseharian.