Konten dari Pengguna

Ciri Plegmatis: Memahami Apa Itu Kepribadian Plegmatis dan Karakteristiknya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri Plegmatis. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri Plegmatis. Gambar: Pexels.

Ciri kepribadian plegmatis sering kali menarik perhatian, terutama bagi yang ingin lebih memahami ragam karakter manusia. Tipe ini dikenal dengan sifatnya yang tenang, cenderung menghindari konflik, dan suka mencari kedamaian. Agar tidak salah menilai, penting mengenali ciri-ciri serta potensi yang dimiliki oleh pribadi plegmatis.

Apa Itu Plegmatis?

Kepribadian plegmatis merupakan salah satu dari empat tipe dasar yang sering dibahas dalam psikologi kepribadian. Menurut Irna Kumala, Rosalina Dewi Heryani, dan Ufiya Putri Adhiyati dalam artikel jurnal Mengenal Empat Tipe Kepribadian Anak (2022), anak berkepribadian plegmatis terlihat sebagai pemalu, sederhana, suka mencari kedamaian, lebih banyak diam, tidak mudah bergaul, dan ia merasa cukup terhadap apa yang dimilikinya; anak ini mempunyai sifat tenang, dan tidak terburu-buru.

Istilah plegmatis sudah dikenal sejak zaman Yunani kuno. Dalam teori empat temperamen yang pertama kali dikemukakan Hippocrates (sekitar 460–370 SM) dan kemudian diformalisasi oleh Galen (sekitar 129–201 M), plegmatis diasosiasikan dengan cairan lendir (phlegma) dan elemen air. Laman ScienceDirect berjudul Four Temperament — an overview, menjelaskan bahwa menurut Galen, ketidakseimbangan cairan tubuh menghasilkan salah satu dari empat tipe temperamen, di mana tipe plegmatis dicirikan sebagai individu yang tenang dan damai.

Definisi Kepribadian Plegmatis

Plegmatis adalah tipe kepribadian yang cenderung tenang, tidak mudah terpancing emosi, dan menghargai kedamaian. Kumala, Heryani, dan Adhiyati mendeskripsikan plegmatis dalam bagian pembahasan sebagai anak dengan ciri-ciri tenang, pendengar yang baik, konsisten, rendah hati, damai, dan menghindari konflik. Orang dengan tipe ini sangat menghargai keharmonisan dan lebih suka mencari jalan damai dalam menghadapi masalah.

Sejarah dan Asal Usul Istilah Plegmatis

Konsep plegmatis berkembang dari teori empat cairan tubuh (humorism) yang dikemukakan Hippocrates sekitar 400 SM; Galen kemudian menyempurnakan kerangka ini menjadi empat tipe temperamen — sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis. Laman ColourWorks berjudul Hippocrates, Galen & The Four Humours, menjelaskan bahwa temperamen plegmatis ditandai oleh ketenangan emosional, toleransi, dan kemampuan menjaga perdamaian di lingkungan sekitarnya. Hingga kini, meskipun ilmu kedokteran modern telah meninggalkan teori humor sebagai landasan medis, pemahaman tentang empat temperamen tetap relevan dalam mengenali kecenderungan perilaku seseorang.

Ciri-Ciri Plegmatis Secara Umum

Mengenali ciri plegmatis dapat membantu seseorang lebih memahami keunikan dan kekuatan tipe ini.

Sifat Dasar Plegmatis

Kumala, Heryani, dan Adhiyati mengidentifikasi sifat dasar plegmatis sebagai: pemalu, sederhana, suka mencari kedamaian, lebih banyak diam, tidak mudah bergaul, merasa cukup terhadap apa yang dimilikinya, tenang, dan tidak terburu-buru. Dalam bagian pembahasan, mereka juga menambahkan bahwa plegmatis adalah pendengar yang baik, konsisten, dan rendah hati.

Keunggulan Tipe Plegmatis

Kumala, Heryani, dan Adhiyati menyebutkan bahwa anak plegmatis memiliki sifat tenang, menjadi pendengar yang baik, konsisten, rendah hati, damai, dan menghindari konflik — sifat-sifat yang membuat mereka andal sebagai penyeimbang dalam kelompok dan mudah dipercaya sebagai sahabat. Laman JobCannon berjudul The Four Classical Temperaments Explained, mendeskripsikan plegmatis sebagai tipe yang tenang, sabar, mampu menjaga kedamaian dan kestabilan, serta merupakan rekan kerja yang dapat diandalkan karena temperamen mereka yang konstan.

Kelemahan Tipe Plegmatis

Kumala, Heryani, dan Adhiyati mencatat bahwa anak dengan tipe plegmatis juga bisa bersikap acuh tak acuh dengan lingkungannya dan sering menunda pekerjaan. Tantangan lain yang kerap dihadapi tipe ini adalah kecenderungan untuk terlalu pasif dan enggan mengambil risiko; karena sifatnya yang pemalu dan lebih banyak diam, mereka juga bisa sulit mengekspresikan keinginan pribadi. Kumala, Heryani, dan Adhiyati menganjurkan bahwa untuk anak plegmatis, orang tua perlu mengajari anak agar lebih berani bicara dan mengekspresikan diri, jangan pernah malu ataupun takut salah saat mengungkapkan pendapatnya.

Plegmatis dalam Kehidupan Sehari-hari

Perilaku plegmatis tampak jelas dalam berbagai situasi, baik di lingkungan keluarga maupun sosial. Mereka cenderung menghindari perselisihan dan memilih mendukung keputusan kelompok.

Contoh Perilaku Plegmatis di Lingkungan Sosial dan Keluarga

Beberapa contoh nyata, seperti lebih memilih mendengarkan daripada berbicara (sejalan dengan ciri "pendengar yang baik" dan "lebih banyak diam" menurut Kumala, Heryani, dan Adhiyati), memberikan dukungan moral secara tenang, dan setia pada teman, menjadi ciri khas tipe ini. Dalam keluarga, sifat damai dan menghindari konflik membuat plegmatis sering berperan sebagai penengah saat terjadi perselisihan.

Cara Mengoptimalkan Potensi Plegmatis

Kumala, Heryani, dan Adhiyati menjelaskan bahwa untuk anak plegmatis, orang tua perlu mengajari anak agar lebih berani bicara dan mengekspresikan diri, jangan pernah malu ataupun takut salah saat mengungkapkan pendapatnya. Pendekatan yang suportif dan penuh pengertian akan membantu individu plegmatis lebih berani menunjukkan potensi diri, mengatasi kecenderungan menunda pekerjaan, dan lebih aktif berpartisipasi dalam lingkungan sosialnya.

Kesimpulan

Ciri plegmatis menonjol pada sifat tenang, pemalu, damai, konsisten, rendah hati, dan menghindari konflik, sebagaimana diidentifikasi Kumala, Heryani, dan Adhiyati. Meski kadang terkesan pasif, acuh tak acuh, dan sering menunda pekerjaan, potensi yang dimiliki tipe ini sangat besar bila diarahkan dengan tepat — terutama melalui dorongan untuk lebih berani berbicara dan mengekspresikan diri. Dengan memahami karakteristiknya, baik keluarga maupun lingkungan sosial dapat mendukung perkembangan kepribadian plegmatis secara optimal.