Daya Tarik Interpersonal: Definisi dan Ragam Jenisnya
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daya tarik interpersonal sering menjadi alasan mengapa seseorang terasa menyenangkan atau mudah didekati dalam pergaulan sehari-hari. Topik ini tidak hanya menarik untuk dipahami, tetapi juga relevan dalam kehidupan sosial maupun profesional. Artikel ini membahas pengertian daya tarik interpersonal, dimensi-dimensinya, komponen, faktor, dan proses terjadinya.
Apa Itu Daya Tarik Interpersonal?
Memahami apa itu daya tarik interpersonal membantu kita mengerti kenapa beberapa orang begitu mudah membangun hubungan sosial yang baik. Konsep ini tidak hanya terkait pada penampilan luar, melainkan juga cara seseorang berkomunikasi dan bersikap.
Pengertian Daya Tarik Interpersonal
Istilah daya tarik interpersonal atau atraksi interpersonal berasal dari bahasa Latin attracthere, di mana ad berarti 'menuju' dan trahere berarti 'menarik.' Menurut Nina Tri Wira Marhani dalam skripsi Hubungan antara Daya Tarik Interpersonal dengan Keterbukaan Diri pada Mahasiswa Tahun Pertama, daya tarik interpersonal merupakan penilaian dari individu kepada individu lain yang ditunjukan melalui strong liking atau strong dislike, sikap positif dan daya tarik terhadap individu lain .
Lebih lanjut, Rakhmat (2012, dalam Marhani, 2021) mendefinisikan daya tarik interpersonal sebagai rasa suka terhadap individu lain, sikap positif, dan daya tarik individu. Ketika menjalin hubungan dengan individu lain, proses tersebut diawali dengan daya tarik interpersonal terlebih dahulu. Sementara itu, Brighman (dalam Dayakisni & Hudaniah, 2012, dikutip dalam Marhani, 2021) menyebutkan bahwa daya tarik interpersonal merupakan kecenderungan untuk menilai individu lain secara positif dan berperilaku positif pada individu lain dengan tujuan untuk mendekat kepada individu lain (Marhani, 2021).
Ketertarikan umumnya dikonseptualisasikan sebagai dua dimensi, mulai dari ketertarikan negatif (tolakan) hingga ketertarikan positif yang intens. Artinya, individu dapat tertarik dan juga ditolak oleh individu lain. Ketertarikan umumnya terjadi jika ada kesadaran bersama dan adanya interaksi antara kedua individu dalam konteks sosial — seperti anggota keluarga, lingkungan, kelompok sebaya, lingkungan kerja, dan struktur kelembagaan lainnya (DeLamater, 2006, dalam Marhani, 2021).
Pentingnya Daya Tarik Interpersonal dalam Interaksi Sosial
Ketertarikan bertindak sebagai awal dari hubungan interpersonal. Daya tarik awal jangka pendek (short-term initial attraction) adalah penilaian terhadap individu lain yang baru ditemui dengan tujuan menentukan potensi dalam mengembangkan hubungan interpersonal. Sedangkan daya tarik pemeliharaan jangka panjang (long-term maintenance attraction) merupakan tingkat kesukaan atau perasaan positif yang memotivasi individu untuk mempertahankan atau meningkatkan hubungan (Beebe et al., 2014, dalam Marhani, 2021).
Daya tarik interpersonal juga berperan dalam mendorong keterbukaan diri: individu akan membuka diri kepada individu lain yang disukai maupun dicintainya (DeVito, 2011, dalam Marhani, 2021, hal. 22). Penelitian empiris Marhani (2021) pada 390 mahasiswa tahun pertama UNISSULA menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara daya tarik interpersonal dan keterbukaan diri , membuktikan bahwa daya tarik interpersonal memiliki peran nyata dalam mendorong interaksi sosial yang lebih terbuka.
Dimensi-dimensi Daya Tarik Interpersonal
McCroskey (2006, dalam Marhani, 2021) mengungkapkan tiga dimensi utama untuk mengukur daya tarik interpersonal:
Daya Tarik Fisik
Dimensi daya tarik fisik (physical attraction) adalah penilaian-penilaian mengenai penampilan dari individu lain, baik bentuk tubuh, struktur wajah, kerapian, kebersihan, gaya rambut maupun cara individu lain berpakaian. Faktor-faktor penampilan seperti tubuh, struktur wajah, dan penampilan wajah memiliki kontrol yang relatif sedikit dari individu itu sendiri. Sedangkan kerapian, kebersihan, pilihan pakaian, perhiasan, dan gaya rambut hampir sepenuhnya dikontrol oleh individu. Daya tarik fisik memiliki dampak yang kuat dalam kontak awal antar individu (Marhani, 2021). Penampilan fisik juga dianggap lebih penting untuk mengawali daya tarik — kemiripan fisik menciptakan ketertarikan, di mana individu menganggap orang lain memiliki nilai dan minat yang serupa dengan dirinya (Beebe et al., 2014, dalam Marhani, 2021).
Daya Tarik Sosial
Dimensi daya tarik sosial (social or liking attraction) adalah penilaian sosial individu terhadap individu lain yang mendorongnya untuk berinteraksi di lingkungan sosial. Ketertarikan ini mampu mendorong dirinya untuk berkomunikasi dengan individu lain. Hubungan sosial yang baik kemungkinan terkait dengan pandangan yang lebih positif mengenai kredibilitas sumber dan faktor etos (McCroskey, 2006, dalam Marhani, 2021). Individu lebih menyukai individu lain yang sering berinteraksi dengan dirinya karena merasa lebih nyaman dan aman (Marhani, 2021).
Daya Tarik Tugas
Dimensi daya tarik tugas (task or respect attraction) adalah penilaian terhadap kemampuan yang dimiliki oleh individu lain dalam pekerjaan, penyelesaian tugas, dan keyakinan dirinya untuk bekerja sama dengan individu lain. Individu cenderung tertarik untuk melakukan kerja sama dengan individu lain yang sering berinteraksi dengan dirinya dan memberikan pengaruh positif terhadap tugas-tugasnya (McCroskey, 2006, dalam Marhani, 2021). Kebanyakan individu tertarik pada individu lain yang dianggapnya kompeten — individu yang kompeten dipandang terampil, cerdas, karismatik, dan kredibel (Marhani, 2021).
Faktor yang Membentuk Daya Tarik Interpersonal
Beebe et al. (2014, dalam Marhani, 2021) mengidentifikasi beberapa elemen utama yang membentuk daya tarik interpersonal:
Kedekatan (proximity)
Kedekatan fisik meningkatkan peluang untuk berkomunikasi, dan ketertarikan akan timbul pada individu yang dekat secara fisik.
Kompetensi
Individu tertarik pada individu lain yang dianggapnya kompeten, cerdas, karismatik, dan kredibel.
Keterbukaan diri
Mampu meningkatkan ketertarikan pada individu yang baru dikenal dan berdampak pada perkembangan hubungan.
Timbal balik menyukai (reciprocation of liking)
Individu akan menyukai individu lain yang menyukainya.
Kesamaan (similarities)
Individu menyukai individu lain yang memiliki kepribadian, nilai, pengalaman, sikap, dan minat yang serupa; kesamaan sikap cenderung menjadi sumber daya tarik pemeliharaan jangka panjang.
Perbedaan dan kebutuhan pelengkap (complementary needs)
Individu juga tertarik pada individu yang berbeda karena dapat belajar dan berkembang dari perbedaan tersebut.
Kesimpulan
Daya tarik interpersonal merupakan penilaian individu kepada individu lain yang ditunjukkan melalui strong liking atau strong dislike, sikap positif, dan daya tarik terhadap individu lain. Tiga dimensi utamanya — daya tarik fisik, sosial, dan tugas — masing-masing berfokus pada aspek penampilan, penilaian sosial, dan kompetensi. Daya tarik interpersonal terbentuk dari berbagai faktor seperti kedekatan, kompetensi, keterbukaan diri, kesamaan, dan kebutuhan pelengkap. Penelitian empiris menunjukkan bahwa daya tarik interpersonal berkorelasi positif dengan keterbukaan diri — membuktikan peran pentingnya dalam membangun hubungan interpersonal yang bermakna di berbagai konteks kehidupan sosial.