Konten dari Pengguna

Depresi Postpartum: Pengertian dan Ciri-ciri yang Perlu Diketahui

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi depresi postpartum. Foto Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi depresi postpartum. Foto Unsplash.

Setelah melahirkan, sebagian ibu mengalami perubahan suasana hati yang tidak biasa. Kondisi ini dapat berkembang menjadi depresi postpartum, yang berdampak pada kesehatan mental ibu dan keseharian ibu baru. Memahami apa itu depresi postpartum beserta ciri-cirinya menjadi langkah penting agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.

Apa Itu Depresi Postpartum

Depresi postpartum merupakan gangguan suasana hati yang terjadi setelah persalinan. Kondisi ini dapat dialami siapa saja yang baru saja melahirkan, tanpa memandang usia atau latar belakang. Menurut Mayo Clinic dalam artikel “Postpartum depression”, depresi postpartum bukan kelemahan karakter, melainkan komplikasi setelah melahirkan; penyebabnya tidak tunggal, tetapi dapat melibatkan perubahan fisik, faktor emosional, genetik, serta faktor risiko seperti sistem dukungan yang lemah.

Ciri-ciri Depresi Postpartum

Depresi postpartum ditandai oleh sejumlah gejala yang dapat memengaruhi perasaan, pikiran, dan fisik ibu. Mengenali tanda-tandanya sejak dini membantu keluarga dan lingkungan sekitar memberikan dukungan yang tepat.

Gejala Emosional

Beberapa gejala emosional yang sering muncul meliputi perasaan sedih atau hampa berkepanjangan, kecemasan berlebih, hingga hilangnya minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai. Tak jarang, ibu juga merasa mudah tersinggung atau marah tanpa sebab jelas.

Gejala Fisik

Gangguan tidur seperti insomnia atau tidur berlebihan sering dirasakan, begitu juga dengan perubahan nafsu makan. Selain itu, kelelahan yang terasa sangat berat walaupun sudah beristirahat bisa menjadi tanda. Gejala fisik ini kerap membuat aktivitas sehari-hari terasa berat dan melelahkan.

Perbedaan dengan Baby Blues

Baby blues biasanya muncul beberapa hari setelah melahirkan dan berlangsung singkat. Gejalanya lebih ringan dan sering hilang dalam dua minggu.

Menurut Mayo Clinic dalam artikel “Postpartum depression”, berbeda dari baby blues yang biasanya berlangsung hingga dua minggu, depresi postpartum merupakan bentuk depresi yang lebih berat dan berlangsung lebih lama, dengan gejala yang lebih intens serta dapat mengganggu kemampuan ibu merawat bayi dan menjalankan tugas harian.

Kapan Harus Mencari Bantuan

Jika gejala depresi postpartum mulai mengganggu aktivitas harian atau membuat ibu merasa tidak mampu merawat diri dan bayi, sebaiknya segera mencari bantuan profesional. Dukungan dari keluarga sangat penting, namun penanganan medis tetap diperlukan agar kondisi tidak semakin memburuk. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jika gejala depresi postpartum mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan ke profesional kesehatan.

Kesimpulan

Depresi postpartum adalah kondisi kesehatan mental serius yang bisa dialami ibu setelah melahirkan. Mengenali ciri-ciri depresi postpartum sejak dini sangat membantu dalam mendapatkan penanganan yang tepat. Jika mengalami tanda-tanda tersebut, jangan ragu untuk mencari bantuan agar proses pemulihan berjalan lebih baik.

Reviewed by Helda Waty Sihombing

Baca Juga: Mental Health: Pengertian, Gangguan, dan Cara Menjaganya