Doomscrolling: Apa Itu dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doomscrolling semakin sering dibicarakan seiring meningkatnya penggunaan media sosial. Fenomena ini menggambarkan kebiasaan terus-menerus mengakses berita negatif atau informasi menegangkan, terutama saat berselancar di dunia maya. Banyak orang tidak menyadari bahwa perilaku ini dapat memengaruhi kondisi psikologis secara signifikan.
Pengertian Doomscrolling
Istilah doomscrolling muncul seiring maraknya konsumsi konten digital yang tidak selalu positif.
Menurut Muhamad Raydava Hansya dan Rahkman Ardi dalam artikel penelitian “Pengaruh Doomscrolling Terhadap Mental Well-being Dimediasi Oleh Psychological Distress Pada Pengguna Media Sosial X Generasi Z”, doomscrolling mengacu pada kebiasaan pengguna media sosial yang terus-menerus memperhatikan informasi negatif tentang krisis, bencana, dan tragedi, serta dapat menyebabkan naiknya psychological distress dan menurunnya mental well-being.
Definisi Doomscrolling
Doomscrolling adalah tindakan menghabiskan waktu berlebih untuk membaca atau mencari berita negatif di media sosial maupun internet. Kebiasaan ini sering dilakukan tanpa sadar dan sulit dihentikan begitu saja.
Asal Usul Istilah Doomscrolling
Istilah ini mulai populer di masa pandemi, ketika berita-berita suram mendominasi media. Banyak pengguna internet akhirnya terjebak dalam lingkaran konsumsi informasi yang berlebihan, terutama yang bersifat negatif.
Dampak Doomscrolling terhadap Kesehatan Mental
Dampak doomscrolling terhadap kesehatan mental semakin banyak diperhatikan. Kebiasaan ini tidak hanya menambah beban pikiran, tetapi juga dapat memperburuk suasana hati dan menurunkan produktivitas sehari-hari.
Pengaruh Doomscrolling pada Mental Well-being
Sering terpapar informasi negatif bisa menurunkan kualitas kesehatan mental. Seseorang menjadi lebih mudah cemas, khawatir, dan kehilangan semangat dalam menjalani aktivitas.
Hubungan Doomscrolling dengan Psychological Distress
Doomscrolling berkaitan erat dengan psychological distress, yaitu tekanan psikologis yang muncul akibat paparan berita buruk secara terus-menerus. Menurut penelitian Hansya, perilaku ini dapat memicu stres berkepanjangan dan menurunkan kesejahteraan mental.
Cara Mengatasi dan Mencegah Doomscrolling
Penting untuk mengetahui langkah konkret dalam mengurangi kebiasaan doomscrolling. Beberapa strategi berikut dapat membantu menjaga kesehatan mental di era digital.
Rekomendasi Praktis Mengurangi Doomscrolling
- Batasi waktu penggunaan media sosial setiap hari.
- Pilih sumber informasi yang terpercaya dan seimbang.
- Luangkan waktu untuk aktivitas positif di luar layar.
Tips Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital
Menjaga pola tidur yang sehat dan rutin berolahraga sangat dianjurkan. Selain itu, cobalah untuk berinteraksi langsung dengan orang terdekat agar pikiran tetap segar dan tidak terjebak dalam lingkaran berita negatif.
Kesimpulan
Doomscrolling adalah kebiasaan mengakses informasi negatif secara berlebihan yang dapat berdampak nyata pada kesehatan mental. Dengan mengenali ciri-cirinya dan menerapkan langkah pencegahan, risiko gangguan psikologis akibat doomscrolling bisa diminimalisir. Menjaga keseimbangan konsumsi informasi dan rutin merawat kesehatan mental menjadi kunci menghadapi tantangan di era digital.
Reviewed by Helda Waty Sihombing
Baca Juga: Kognitif dan Pola Pikir: Cara Kerja Pikiran yang Membentuk Hidup