Konten dari Pengguna

Efikasi Diri: Pengertian dan Teori Menurut Albert Bandura

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Efikasi Diri. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Efikasi Diri. Gambar: Pexels.

Dalam kehidupan sehari-hari, keyakinan seseorang terhadap kemampuannya sering kali menentukan cara ia menghadapi tantangan. Konsep efikasi diri menjadi pembahasan penting di bidang psikologi karena memengaruhi banyak aspek tindakan dan keputusan individu.

Pengertian Efikasi Diri

Efikasi memegang peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari — seseorang akan mampu menggunakan potensi dirinya secara optimal apabila efikasi diri mendukungnya (I Made Rustika, 2012 dalam jurnal Efikasi Diri: Tinjauan Teori Albert Bandura). Albert Bandura adalah salah seorang tokoh psikologi yang menyebutkan bahwa keyakinan memiliki kemampuan untuk mengelola dan melakukan tindakan untuk mencapai tujuan dengan istilah efikasi diri — efikasi diri berkaitan erat dengan konsep diri, harga diri, dan locus of control (Rustika, 2012). Untuk terwujudnya hasil akhir yang memuaskan, orang tidak cukup hanya memikirkan potensi yang dimiliki — tanpa adanya efikasi diri yang memadai, potensi yang dimiliki tidak akan dapat teraktualisasi dengan optimal (Rustika, 2012).

Karakteristik Efikasi Diri

Individu dengan efikasi diri yang baik akan mampu menghadapi kegagalan dengan terus berusaha meningkatkan prestasi (Rustika, 2012). Sebaliknya, dalam teori sosial kognitif, rendahnya efikasi diri akan menyebabkan meningkatnya kecemasan dan perilaku menghindar — individu akan menghindari aktivitas-aktivitas yang dapat memperburuk keadaan, bukan karena ancaman, tetapi karena merasa tidak mempunyai kemampuan untuk mengelola aspek-aspek yang berisiko (Rustika, 2012, mengutip Bandura, 1997).

Teori Efikasi Diri Menurut Albert Bandura

Teori yang dikemukakan oleh Albert Bandura memberi wawasan baru tentang suatu aspek mental yang menjadi penghubung antara potensi yang dimiliki seseorang dengan hasil akhir (Rustika, 2012). Dalam bidang pendidikan, efikasi diri dipandang sebagai aspek mental yang menjembatani antara ilmu pengetahuan dengan tindakan (Rustika, 2012). Bandura (1997) mengemukakan efikasi diri mempunyai peran yang sangat besar terhadap prestasi matematika dan kemampuan menulis (Rustika, 2012).

Sumber Pembentukan Efikasi Diri

Menurut Bandura (1997), efikasi diri dibentuk oleh empat sumber informasi (Rustika, 2012):

Pertama, pengalaman berhasil (mastery experience). Keberhasilan menyelesaikan suatu masalah akan meningkatkan efikasi diri, sebaliknya kegagalan akan menurunkan efikasi diri, terutama pada waktu efikasi diri belum terbentuk secara mantap dalam diri seseorang. Untuk terbentuknya efikasi diri, orang harus pernah mengalami tantangan yang berat sehingga ia bisa menyelesaikannya dengan kegigihan dan kerja keras (Rustika, 2012).

Kedua, kejadian yang dihayati seolah-olah dialami sendiri (vicarious experience). Apabila orang melihat suatu kejadian kemudian ia merasakannya sebagai kejadian yang dialami sendiri, maka hal ini akan dapat memengaruhi perkembangan efikasi dirinya. Figur yang berperan sebagai perantara dalam proses penghayatan ini adalah "model", yang dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari maupun di televisi dan media visual lainnya (Rustika, 2012). Dalam memilih model, orang cenderung memilih model yang ada kemiripannya dengan diri — perilaku model akan meningkatkan efikasi diri apabila model sukses, dan menurunkan efikasi apabila model gagal (Rustika, 2012).

Ketiga, persuasi verbal. Persuasi verbal merupakan informasi yang sengaja diberikan kepada orang yang ingin diubah efikasi dirinya, dengan cara memberikan dorongan semangat bahwa permasalahan yang dihadapi bisa diselesaikan. Semakin percaya orang kepada kemampuan pemberi informasi, maka akan semakin kuat keyakinan untuk dapat merubah efikasi diri (Rustika, 2012).

Keempat, keadaan fisiologis dan suasana hati. Dalam suatu aktivitas yang melibatkan kekuatan dan stamina, orang akan mengartikan kelelahan dan rasa sakit yang dirasakan sebagai petunjuk tentang efikasi dirinya. Ada empat cara untuk merubah keyakinan efikasi melalui dimensi ini: (1) meningkatkan kondisi tubuh, (2) menurunkan stres, (3) merubah emosi negatif, dan (4) mengkoreksi kesalahan interpretasi terhadap keadaan tubuh (Rustika, 2012).

Pentingnya Efikasi Diri dalam Kehidupan Sehari-hari

Efikasi diri akademik berhubungan dengan prestasi dan penyesuaian diri — secara langsung memengaruhi prestasi akademis, sedangkan secara tidak langsung memengaruhinya melalui harapan dan persepsi terhadap koping (Rustika, 2012, mengutip Chemers et al., 2001). Penelitian Pajares dan Miller (1994) mendukung pendapat Bandura bahwa efikasi diri merupakan variabel yang paling tinggi perannya dalam menentukan prestasi mahasiswa (Rustika, 2012). Efikasi diri berwirausaha juga mempunyai peran yang sangat meyakinkan terhadap dorongan berwirausaha (Rustika, 2012, mengutip Zhao et al., 2005).

Kelebihan dan Keterbatasan Teori Bandura

Teori efikasi diri Albert Bandura mudah dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan — dalam bidang psikologi perkembangan, teori ini sejalan dengan teori-teori lainnya, termasuk teori perkembangan Erikson (Rustika, 2012). Namun, teori Albert Bandura lebih menekankan pada kesadaran dan kurang membahas proses bawah sadar. Selain itu, Vancouver et al. (2002) menemukan bahwa efikasi diri yang tinggi setelah menyelesaikan suatu tugas dapat menimbulkan kepercayaan diri yang berlebihan sehingga berdampak negatif terhadap prestasi selanjutnya (Rustika, 2012).

Kesimpulan

Efikasi diri merupakan keyakinan seseorang akan kemampuannya dalam menghadapi tantangan dan mencapai tujuan. Menurut Bandura (1997) sebagaimana diulas oleh Rustika (2012), efikasi diri dibentuk oleh empat sumber: pengalaman berhasil, kejadian yang dihayati seolah-olah dialami sendiri, persuasi verbal, serta keadaan fisiologis dan suasana hati. Memahami keempat sumber ini membuat individu lebih siap mengembangkan efikasi diri secara terarah dalam kehidupan sehari-hari.