Konten dari Pengguna

Ekstraversi: Pengertian dan Aspek Kepribadian

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ekstraversi. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ekstraversi. Gambar: Pexels.

Ekstraversi merupakan salah satu dimensi kepribadian yang sering dibahas dalam psikologi. Pemahaman tentang ekstraversi dapat membantu kita mengenali pola perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Apa yang Dimaksud dengan Ekstraversi?

Kepribadian ekstraversi merupakan tipe kepribadian yang individunya mudah untuk berinteraksi serta mengutarakan perasaannya, komunikatif, terbuka, dan ekspresif (Lutfiah Maghvirrah, 2025, mengutip Widiyastuti, 2016). Individu dengan kepribadian ekstraversi biasanya mudah membawa diri di lingkungan manapun.

Definisi Ekstraversi Menurut Para Ahli

Eysenck (1992) menyatakan bahwa kepribadian merupakan sebuah pola perilaku yang telah muncul dalam diri individu dan dapat ditentukan oleh faktor bawaan dan lingkungan. Seseorang yang memiliki kepribadian ekstraversi akan memiliki ciri-ciri di mana mereka akan digolongkan sebagai orang yang senang bergaul, menyukai keramaian, selalu membutuhkan orang lain untuk diajak bicara, dan menyukai segala bentuk kerjasama — mereka selalu memanfaatkan peluang yang datang (Maghvirrah, 2025, mengutip Eysenck, 1992).

Feist (2017) menyatakan bahwa individu dengan kepribadian ekstraversi cenderung penyayang, ceria, banyak bicara, mudah bergaul, lucu, dan berinteraksi dengan lebih banyak orang daripada introversi. Selain itu, mereka cenderung energik, antusias, dominan, ramah dan komunikatif (Maghvirrah, 2025, mengutip Feist, 2017).

Manno (2020) menyatakan bahwa kepribadian ekstraversi adalah kepribadian manusia yang mengutamakan dunia luar manusia tersebut — kepribadian yang cenderung membuka diri dengan kehidupan luar yang lebih banyak beraktivitas dan lebih sedikit berpikir; seorang yang senang berada di keramaian atau kondisi yang terdapat banyak orang daripada di tempat yang sunyi (Maghvirrah, 2025, mengutip Manno, 2020).

Ekstraversi dalam Teori Kepribadian

Konsep ekstraversi dalam teori Jung: individu dengan tipe kepribadian ekstraversi mempunyai karakteristik lebih ekspresif dalam menyampaikan setiap emosi yang dirasakannya, sehingga hal tersebut membuat individu dengan tipe ekstraversi akan lebih mudah mengekspresikan setiap emosi yang dirasakan dengan cara menjalin komunikasi (Maghvirrah, 2025).

Dalam kerangka Big Five (McCrae dan Costa), kepribadian ekstraversi merupakan tipe kepribadian yang mengukur jumlah dan intensitas interaksi interpersonal, tingkat aktivitas, kebutuhan untuk didukung, dan kemampuan untuk berbahagia (Maghvirrah, 2025).

Aspek-Aspek Kepribadian Ekstraversi Menurut Eysenck (1992)

Eysenck (1992) sebagaimana dikutip dalam Maghvirrah (2025) menyatakan bahwa terdapat tujuh aspek dalam kepribadian ekstraversi:

Activity — individu yang memiliki tipe ini cenderung aktif secara fisik, bersemangat, senang kerja keras, memiliki gerak lebih cepat dari satu aktivitas ke aktivitas yang lain, dan memiliki minat terhadap banyak hal (Maghvirrah, 2025).

Sociability — individu cenderung suka berkumpul dengan orang banyak sehingga memiliki banyak teman, senang terhadap kontak sosial, mudah bergaul, dan merasa senang dengan kondisi tersebut (Maghvirrah, 2025).

Risk-Taking — kepribadian ekstraversi tipe ini cenderung menyukai tantangan dan suka mengambil risiko, namun kurang mempertimbangkan konsekuensi atau keselamatan yang mungkin terjadi (Maghvirrah, 2025).

Impulsiveness — orang yang cenderung bertindak secara mendadak tanpa berpikir lebih dahulu, suka membuat keputusan yang terburu-buru, dan kadang-kadang gegabah (Maghvirrah, 2025).

Expressiveness — tipe kepribadian ekstraversi cenderung memperlihatkan emosinya secara terbuka — seperti ketika individu tersebut merasa marah, benci, cinta, simpati dan suka, maka dia akan mengungkapkannya (Maghvirrah, 2025).

(Catatan: skripsi hanya mencantumkan lima aspek secara eksplisit dalam uraian teks; Eysenck (1992) dalam literatur asli mencakup tujuh aspek total termasuk liveliness dan carefree.)

Ekstraversi dan Pengungkapan Diri

Individu dengan kepribadian ekstraversi memiliki banyak grup di media sosial — kepribadian ekstraversi berorientasi pada dunia luar, baik secara offline maupun di lingkungan online. Penggunaan media sosial yang ekstraversi cenderung menggunakan media sosial dalam jangka waktu yang lama (Maghvirrah, 2025, mengutip Muhammad et al., 2021). Individu dengan kepribadian ekstraversi akan lebih nyaman mengungkapkan apa saja, baik yang personal maupun impersonal di media sosial, masalah-masalah pribadinya, serta hubungan percintaan dengan orang lain (Maghvirrah, 2025, mengutip Widiyastuti, 2016).

Kesimpulan

Berdasarkan data penelitian, terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepribadian ekstraversi dengan pengungkapan diri pada pengguna TikTok, dengan nilai korelasi r = 0,612 dan p < 0,001; variabel kepribadian ekstraversi memberikan sumbangan efektif sebesar 16% terhadap pengungkapan diri (Maghvirrah, 2025). Memahami aspek-aspek ekstraversi — dari activity, sociability, risk-taking, impulsiveness, hingga expressiveness — membantu seseorang mengenali diri sendiri maupun orang lain sehingga tercipta hubungan sosial yang lebih harmonis.