Konten dari Pengguna

Fixed Mindset Adalah: Pengertian dan Ciri-ciri yang Perlu Anda Ketahui

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Fixed Mindset. Gambar: Pexels/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Fixed Mindset. Gambar: Pexels/

Sikap mental seseorang bisa memengaruhi cara mereka menghadapi tantangan dan perubahan. Salah satu istilah yang sering muncul dalam pengembangan diri adalah fixed mindset. Pemahaman mengenai fixed mindset dapat membantu kita mengenali pola pikir yang mungkin menghambat kemajuan pribadi.

Apa yang Dimaksud dengan Fixed Mindset?

Fixed mindset adalah pola pikir yang meyakini bahwa kemampuan dasar, kecerdasan, dan bakat seseorang sudah tetap dan tidak bisa diubah secara signifikan. Menurut Menurut Dweck (2017) dikutip dalam artikel Fixed Mindset versus Growth Mindset: Model Pengembangan Sumber Daya Manusia oleh Daniel Prasetyo dan Masduki Asbari (2023), individu dengan fixed mindset percaya bahwa kemampuan seseorang sudah ada atau ditakdirkan sejak lahir, melekat dalam setiap individu, dan akan tetap seperti itu.

Definisi Fixed Mindset

Secara umum, fixed mindset mengacu pada keyakinan bahwa kualitas diri seperti kecerdasan atau bakat merupakan sesuatu yang statis. Orang dengan pola pikir ini merasa bahwa usaha atau latihan tidak banyak berpengaruh terhadap hasil yang dicapai — mereka percaya bahwa orang yang berbakat tidak perlu berusaha terlalu keras untuk berhasil (Prasetyo & Asbari, 2023, mengutip Dweck).

Konsep Dasar Fixed Mindset Menurut Para Ahli

Prasetyo dan Asbari (2023), yang mengulas pemikiran Carol Dweck, menuliskan bahwa fixed mindset membuat seseorang lebih mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Mereka cenderung menghindari tantangan karena takut gagal dan merasa tidak mampu memperbaiki diri, sebab beranggapan semakin banyak waktu dan energi yang mereka berikan untuk suatu hal, semakin sedikit alasan yang mereka miliki jika gagal. Menurut Dweck, mindset seseorang sangat dipengaruhi oleh panutan (role model) sejak masa kanak-kanak — bayi sesungguhnya lahir dengan growth mindset dan ingin belajar serta tumbuh sebanyak mungkin setiap hari, namun orang dewasa di lingkungan anak tersebut (umumnya orang tua) berperan besar dalam menentukan apakah anak tetap menjaga hasrat untuk tumbuh atau justru mengadopsi fixed mindset (Dweck, dikutip dalam Prasetyo & Asbari, 2023).

Perbedaan Fixed Mindset dan Growth Mindset

Sementara itu, growth mindset adalah pola pikir yang percaya bahwa kemampuan bisa dikembangkan melalui usaha dan pembelajaran. Orang dengan growth mindset lebih terbuka terhadap tantangan dan tidak mudah putus asa saat mengalami kegagalan — mereka cenderung lebih mampu memaafkan dan lebih terbuka terhadap masukan dan kritik dari orang lain (Dweck, dikutip dalam Prasetyo & Asbari, 2023). Dweck juga menunjukkan bahwa otak manusia dapat dilatih seperti melatih otot — jika seseorang menginginkan growth mindset, ia dapat melatih dirinya sendiri untuk mengadopsi pemikiran tersebut secara perlahan.

Ciri-Ciri Fixed Mindset

Beberapa tanda fixed mindset dapat dikenali lewat sikap dan kebiasaan sehari-hari. Memahami ciri-cirinya bisa menjadi langkah awal untuk mengubah pola pikir ke arah yang lebih positif.

Sikap Terhadap Kegagalan

Orang dengan fixed mindset biasanya menganggap kegagalan sebagai bukti kurangnya kemampuan — mereka melihat satu kegagalan sebagai bukti bahwa mereka tidak layak, sehingga satu kekalahan seakan meniadakan dan merendahkan semua kesuksesan yang pernah diraih di masa lalu (Dweck, dikutip dalam Prasetyo & Asbari, 2023). Untuk mempertahankan kepercayaan diri saat mengalami kegagalan, orang dengan fixed mindset cenderung membuat alasan, menipu, atau kehilangan minat dan berpaling ke arah lain, alih-alih mencari bantuan atau menganalisis kelemahan mereka. Mereka cenderung takut mencoba hal baru dan khawatir jika kesalahan mempermalukan diri.

Cara Memandang Usaha dan Kemampuan

Usaha dianggap sia-sia apabila kemampuan dianggap sudah mentok. Akibatnya, individu dengan fixed mindset sering merasa tidak perlu berusaha lebih keras. Dalam konteks kepemimpinan, misalnya, orang dengan fixed mindset cenderung mencari persetujuan dan ingin menjadi satu-satunya pemenang — mereka akan mencoba tampil sebagai individu paling cerdas dan berbakat, sehingga cenderung mengabaikan pendapat orang lain karena merasa paling hebat (Dweck, dikutip dalam Prasetyo & Asbari, 2023). Sebaliknya, pemimpin dengan growth mindset menciptakan lingkungan kerja sama tim, berterima kasih atas kontribusi karyawan, dan berfokus pada perkembangan perusahaan secara keseluruhan, bukan sekadar kesuksesan individual.

Contoh Perilaku Fixed Mindset dalam Kehidupan Sehari-hari

Beberapa contoh perilaku fixed mindset misalnya sering berkata "saya memang tidak berbakat di bidang ini" atau mudah menyerah saat menemui tantangan — sejalan dengan penjelasan Dweck bahwa orang dengan fixed mindset akan menghindar dari kesulitan karena melihatnya sebagai risiko yang dapat mengungkap kekurangan mereka (dikutip dalam Prasetyo & Asbari, 2023).

Dampak Fixed Mindset dalam Pengembangan Diri

Pola pikir yang kaku bisa memberi dampak besar pada proses belajar dan perkembangan seseorang. Mengenali pengaruh fixed mindset sangat penting untuk menghindari hambatan yang tidak perlu.

Hambatan dalam Belajar dan Berkembang

Fixed mindset menghambat individu untuk terus berkembang. Sikap enggan mencoba hal baru membuat pembelajaran menjadi terbatas dan potensi diri tidak optimal. Menurut Dweck (dikutip dalam Prasetyo & Asbari, 2023), anak-anak dengan growth mindset cenderung lebih sukses di sekolah, sementara orang dewasa dengan growth mindset cenderung lebih berhasil dalam karier mereka — sebaliknya, paparan media sosial yang berlebihan bahkan dapat memperkuat fixed mindset dan membuat seseorang merasa tertekan untuk selalu terlihat sempurna.

Pentingnya Mengenali Fixed Mindset dalam Diri Sendiri

Dengan memahami ciri-ciri fixed mindset, setiap orang bisa mulai melakukan perubahan kecil. Pola pikir tidak sepenuhnya ditentukan oleh kejadian-kejadian sebelumnya — mindset dapat berubah sejak masa kanak-kanak hingga individu beranjak dewasa, dan semua orang berpotensi mengadopsi growth mindset (Dweck, dikutip dalam Prasetyo & Asbari, 2023). Pola pikir terbuka akan mendorong upaya perbaikan dan pertumbuhan di berbagai aspek kehidupan.

Kesimpulan

Fixed mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan bersifat tetap, sehingga membuat seseorang kurang terbuka terhadap perubahan. Sikap ini bisa menghambat proses belajar dan perkembangan diri, sebagaimana diulas Prasetyo dan Asbari (2023) dari karya Carol Dweck. Mengenali ciri-ciri fixed mindset — termasuk cara memandang kegagalan, usaha, dan tantangan — dapat membantu kita beradaptasi dan membangun pola pikir yang lebih positif demi kemajuan pribadi, mengingat otak manusia pada dasarnya dapat dilatih untuk mengembangkan growth mindset seiring waktu.