Konten dari Pengguna

Gangguan Regulasi Emosi: Definisi dan Penyebab

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Gangguan Regulasi Emosi. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gangguan Regulasi Emosi. Gambar: Pexels.

Kemampuan mengelola emosi sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup dan hubungan sosial setiap individu. Disregulasi emosi merupakan kondisi yang seringkali membuat seseorang kesulitan mengendalikan reaksi emosional dalam berbagai situasi. Pemahaman yang tepat mengenai definisi serta penyebabnya menjadi langkah awal penting dalam proses penanganan.

Apa Itu Disregulasi Emosi?

Menurut Cleveland Clinic dalam artikel Emotional Dysregulation (2025), disregulasi emosi berarti kesulitan mengelola emosi dan cara seseorang merespons emosi tersebut. Ketika ini terjadi, perasaan atau reaksi seseorang mungkin tampak lebih kuat atau intens dibandingkan yang diharapkan orang lain dalam situasi yang sama. Cleveland Clinic menegaskan bahwa disregulasi emosi bukan kondisi diagnostik tersendiri, melainkan gejala yang muncul pada berbagai kondisi kesehatan mental, neurodivergensi, kondisi/cedera otak, dan trauma.

Sebagai pembanding, regulasi emosi adalah kemampuan memahami dan mengelola emosi dengan cara yang sehat — kebanyakan orang mulai mempelajari keterampilan ini sejak masa kanak-kanak. Verywell Mind (Cuncic, 2022) menambahkan bahwa anak yang memiliki orang tua tanpa kemampuan coping yang efektif berisiko mengalami disregulasi emosi sendiri, karena keterampilan regulasi emosi tidak dibawa sejak lahir melainkan perlu dicontohkan dan diajarkan.

Tanda dan Gejala Disregulasi Emosi

Cleveland Clinic merinci gejala yang lebih spesifik dibanding uraian umum dalam artikel: bertindak impulsif, emosi yang menghambat penetapan atau pencapaian tujuan, mudah frustrasi karena masalah kecil, kesulitan menenangkan diri setelah kesal, sering kehilangan kendali emosi (losing your temper), perubahan suasana hati (mood swings), iritabilitas atau kemarahan berkelanjutan di antara episode ledakan emosi, mengatakan atau melakukan hal yang kemudian disesali, serta menutup diri atau merasa "kosong" ketika kewalahan. Cleveland Clinic mencatat bahwa gejala bisa meledak keluar (berteriak, membanting pintu) atau justru ke dalam (diam, menarik diri) — keduanya adalah cara otak dan tubuh mengatasi emosi yang terasa terlalu kuat.

Untuk kasus yang lebih berat, tanda-tandanya mencakup ledakan verbal (berteriak, menjerit, menangis), perilaku agresif atau kekerasan terhadap benda/hewan/orang, serta kesulitan mempertahankan pertemanan atau hubungan sosial.

Dampak Disregulasi Emosi dalam Kehidupan Sehari-hari

Cleveland Clinic menegaskan gejala ini tidak boleh diabaikan — bahkan kasus ringan mendapat manfaat dari penanganan. Kasus berat dapat mengganggu pertemanan, hubungan, sekolah, dan pekerjaan, bahkan dalam kasus tertentu melibatkan agresi, perilaku nekat, menyakiti diri, atau pikiran bunuh diri.

Penyebab Disregulasi Emosi

Cleveland Clinic merinci empat kategori penyebab utama, dan menegaskan bahwa disregulasi emosi terjadi ketika bagian-bagian otak tidak berkomunikasi atau bekerja sama sebagaimana mestinya — sering muncul bersamaan dengan kondisi lain, dengan banyak orang memiliki lebih dari satu faktor penyebab sekaligus.

Kondisi Kesehatan Mental

Cleveland Clinic mencantumkan disregulasi emosi sebagai gejala dari: gangguan kecemasan, depresi, gangguan bipolar, gangguan perilaku disruptif dan pengendalian impuls (termasuk conduct disorder, disruptive mood dysregulation disorder, oppositional defiant disorder), gangguan kepribadian (termasuk borderline personality disorder), PTSD, dan gangguan obsesif-kompulsif.

Kondisi Neurodivergen

Disregulasi emosi dapat muncul ketika otak berkembang atau bekerja secara berbeda, seperti pada ADHD dan gangguan spektrum autisme. Cleveland Clinic mencatat bahwa banyak penderita ADHD juga mengalami rejection sensitive dysphoria (RSD) — bukan kondisi medis formal, namun sangat umum, ditandai rasa sakit atau stres intens ketika mengalami penolakan atau kegagalan.

Kondisi atau Cedera Otak

Kerusakan atau gangguan pada bagian tertentu otak — seperti tumor otak, delirium, penyakit otak degeneratif (Alzheimer, demensia), epilepsi, cedera kepala, infeksi (ensefalitis, meningitis), intoksikasi/gangguan penggunaan zat, dan stroke — dapat menyebabkan gejala ini.

Faktor Biologis, Genetik, Lingkungan, dan Trauma

Cleveland Clinic menyebutkan bullying jangka panjang, penganiayaan, atau stres ekstrem lainnya sebagai penyebab lingkungan — pengalaman ini dapat mengubah cara otak dan sistem saraf merespons bahaya, membuat sistem tersebut tetap dalam kondisi "siaga tinggi" sehingga lebih sulit mengelola emosi bahkan ketika bahaya sudah tidak ada. Verywell Mind (Cuncic, 2022) memperkuat ini dengan mengutip studi 2013 yang menemukan hubungan langsung antara trauma masa kecil dan disregulasi emosi pada borderline personality disorder.

Penanganan Disregulasi Emosi

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa penanganan tergantung penyebabnya, dan dapat mencakup: terapi (CBT, dialectical behavior therapy/DBT, acceptance and commitment therapy/ACT, atau terapi keluarga); obat-obatan (antidepresan, obat ADHD, antipsikotik, atau penstabil suasana hati) untuk mengatasi kondisi yang mendasarinya; serta perawatan suportif yang berfokus pada masalah medis penyebabnya bila relevan.

Kesimpulan dan Pentingnya Pemahaman Disregulasi Emosi

Disregulasi emosi adalah gejala — bukan diagnosis tersendiri — yang dapat dialami siapa saja dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Berdasarkan Cleveland Clinic, kondisi ini muncul dari empat kategori penyebab (kondisi kesehatan mental, neurodivergensi, kondisi/cedera otak, dan trauma) yang sering tumpang tindih. Memahami penyebab dan gejalanya penting agar individu dapat mencari dukungan yang tepat; jika muncul secara tiba-tiba, atau melibatkan pikiran menyakiti diri/bunuh diri, konsultasi segera dengan tenaga profesional kesehatan sangat dianjurkan.