Konten dari Pengguna

Gordon Allport: Teori Kepribadian dan Karier Psikolog Terkemuka

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kepribadian. Gambar: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kepribadian. Gambar: Unsplash.

Gordon Allport dikenal luas sebagai pionir dalam studi kepribadian. Gagasannya tentang disposisi menjadi landasan bagi perkembangan psikologi modern.

Biografi dan Karier Gordon Allport

Berdasarkan tulisan berjudul Teori Disposisi Gordon W. Allport Dalam Perspektif Pendidikan Islam, Gordon Williard Allport dilahirkan pada 11 November 1897 di Montezuma, Indiana, dan juga besar di Cleveland, Ohio (Hasibuan, 2020). Allport adalah anak keempat dari pasangan John E. Allport dan Nellie Wise Allport. Pada masa mudanya ia banyak menghabiskan waktunya untuk belajar dan membaca daripada bermain, sehingga banyak melahirkan pertanyaan yang berkaitan dengan sesuatu yang religious dan filosofis (Hasibuan, 2020).

Latar Belakang Pendidikan dan Awal Karier

Allport berkuliah di Harvard dengan mengambil konsentrasi psikologi dan ekonomi (Hasibuan, 2020). Dalam perjalanan pulang dari kariernya di Turki, ia bertemu dengan Sigmund Freud, yang kemudian mempengaruhi pemikirannya (Hasibuan, 2020). Saat menjalani pendidikan beasiswanya di Harvard, Allport juga belajar di bawah arahan psikolog-psikolog terkenal seperti Max Wertheimer, Wolfgang Kohler, dan William Stern di Hamburg (Hasibuan, 2020). Setelah menyelesaikan pendidikannya, Allport menjadi salah satu tenaga pengajar di Harvard (Hasibuan, 2020).

Pencapaian-Pencapaian Penting dalam Dunia Psikologi

Sepanjang hidupnya Allport mendapatkan banyak penghargaan — ia diangkat menjadi ketua American Psychological Association, mendapatkan Gold Medal Award, Distinguished Scientific Contribution, dan diberikan gelar kehormatan sebagai Richard Clarke Cabot Professor of The Social Ethics (Hasibuan, 2020). Pada tahun 1967, Allport meninggal dunia karena penyakit kanker paru-paru yang dialaminya (Hasibuan, 2020).

Teori Kepribadian Gordon Allport

Allport adalah seorang tokoh populer dalam kajian teori kepribadian sehingga ia sukses dikenal melalui teori disposisi (trait psychology) (Hasibuan, 2020). Allport memandang manusia sebagai makhluk yang positif, hal ini tercermin dari teori-teorinya yang berbeda dengan tokoh-tokoh psikologi lain (Hasibuan, 2020).

Konsep Dasar Teori Disposisi

Menurut Allport, trait adalah kunci dalam mendefinisikan struktur dan dinamika kepribadian, karena pada umumnya struktur kepribadian dinyatakan dalam sifat-sifat (traits) dan tingkah laku didorong oleh sifat-sifat kepribadian (Hasibuan, 2020). Allport membagi trait menjadi dua, yaitu common trait (sifat umum yang dimiliki banyak orang) dan disposition personal (sifat khas individu yang mudah dikenali, konkret, dan konsisten pada seseorang yang menggambarkan karakter aslinya) (Hasibuan, 2020).

Jenis-Jenis Disposisi dalam Teori Allport

Allport membagi disposition personal ke dalam tiga tingkatan:

Disposisi Kardinal (cardinal trait)

Sifat yang berperan besar dalam kehidupan dan merupakan trait yang kuat. Contohnya adalah sifat otoriter dan sadistik yang cenderung sangat luar biasa khas — disposisi ini hanya ditemukan pada sedikit individu (Hasibuan, 2020).

Disposisi Sentral (central trait)

Sifat ini lebih mudah ditandai karena memiliki kecenderungan-kecenderungan individu yang khas atau mencakup situasi yang lebih besar daripada sifat utama. Contohnya kejujuran, kelembutan, kepedulian, posesif, ambisius, baik hati, senang berkompetisi, dan agresif (Hasibuan, 2020).

Disposisi Sekunder (secondary trait)

Sifat ini lebih terbatas, lebih terpusat pada respons-respons yang didasarnya dan perangsang-perangsang yang dicocokinya. Secondary trait adalah sifat yang jarang sekali kelihatan namun akan terlihat dalam kondisi tertentu (Hasibuan, 2020).

Implikasi Teori Allport dalam Konteks Pendidikan Islam

Teori disposisi dalam perspektif pendidikan Islam ialah akhlak, karena akhlak adalah bagian dari lingkup kepribadian yang sesuai dengan pedoman pendidikan Islam yakni Al-Quran dan Hadits (Hasibuan, 2020). Dikarenakan sifat bersifat dinamis, dari sinilah pendidikan memiliki peranan untuk membentuk sifat-sifat yang sesuai dengan nilai-nilai Islam (Hasibuan, 2020). Diharapkan kepada para pendidik untuk dapat mengidentifikasi perkembangan sifat peserta didik guna sesuai dengan nilai baik yang sesuai dengan tujuan pendidikan Islam (Hasibuan, 2020).

Kontribusi Gordon Allport bagi Psikologi dan Pendidikan

Studi kepribadian modern banyak mengadopsi konsep Allport tentang keunikan individu. Pendekatan ini memudahkan peneliti untuk melihat keragaman perilaku manusia dan menerapkannya dalam pengembangan karakter serta metode pembelajaran.

Kesimpulan

Gordon Allport memberikan sumbangsih besar melalui teori disposisi (trait psychology) yang memengaruhi psikologi sosial dan pendidikan. Teori disposisinya adalah bangunan dasar dari sebuah kepribadian dan karakter — sifat sangat berperan dalam segala sesuatunya, baik dalam intensi (keinginan pada masa depan) seperti ambisi, cita-cita, dan rencana-rencana seseorang (Hasibuan, 2020). Pemikiran Allport mengenai kepribadian tetap relevan hingga sekarang, terutama dalam membangun pendidikan yang berpusat pada karakter.