Hubungan Emosi dan Kesehatan Mental:Memahami Pengaruh Emosi dan Kesehatan Mental
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Emosi dan kesehatan mental memiliki keterkaitan yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Cara seseorang merespons dan mengelola emosi dapat berdampak besar terhadap kesejahteraan psikologis. Memahami hubungan keduanya membantu setiap orang menjaga kualitas hidup dan menumbuhkan ketahanan diri dalam menghadapi tekanan.
Apa Itu Emosi dalam Kesehatan Mental?
Menurut Michelle Yeung dalam artikel Emosi dan Kesehatan Mental (2022), emosi adalah keadaan yang ditimbulkan oleh situasi tertentu, cenderung terjadi dalam kaitannya dengan perilaku yang mengarah atau menyingkir terhadap sesuatu, dan pada umumnya disertai ekspresi kejasmanian sehingga orang lain dapat mengetahui bahwa seseorang sedang mengalami emosi.
Definisi Emosi Menurut Para Ahli
Yeung (2022) merangkum beberapa definisi: Oxford English Dictionary mendefinisikan emosi sebagai setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu (keadaan mental yang hebat atau meluap-luap); Goleman (2015) menjelaskan emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran khasnya, suatu keadaan biologis dan psikologis, serta serangkaian kecenderungan untuk bertindak; Hamzah B. Uno (2012) mendefinisikan emosi sebagai perasaan dan pikiran khas, suatu keadaan biologis dan psikologis, serta rentang kecenderungan untuk bertindak; Santrock (2007) menyatakan emosi adalah perasaan atau afeksi yang timbul ketika seseorang berada dalam keadaan atau interaksi yang dianggap penting, mewakili kenyamanan atau ketidaknyamanan; sementara Sarlito Wirawan (dalam Yusuf, 2011) menjelaskan emosi sebagai keadaan pada diri seseorang yang disertai warna afektif, baik pada tingkat lemah maupun luas.
Yeung juga menjelaskan pembagian emosi menurut Mashar (2011): emosi positif berasal dari kondisi yang menguntungkan, seperti antusiasme, rasa senang, dan cinta; emosi negatif berasal dari kondisi yang mengancam atau menyakitkan, seperti cemas, marah, rasa bersalah, dan sedih.
Peran Emosi dalam Kesehatan Mental
Yeung menjelaskan bahwa kesehatan mental dan kecerdasan emosional saling berkaitan — individu yang memiliki kesehatan mental baik adalah individu yang memiliki kecerdasan emosional yang baik pula, karena kemampuan mengontrol emosi diri dan orang lain, serta kepekaan terhadap emosi orang lain, membantu individu menghadapi situasi yang menekan.
Bagaimana Emosi Mempengaruhi Kesehatan Mental?
Keseimbangan emosi sangat menentukan kondisi mental seseorang. Emosi yang tidak terkontrol berisiko memicu stres maupun masalah psikologis lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa emosi dan kesehatan mental saling memengaruhi satu sama lain.
Dampak Emosi Positif dan Negatif
Yeung menegaskan bahwa emosi positif dapat membuat seseorang selalu merasakan kebahagiaan. Namun, emosi negatif yang selalu dihindari juga memiliki dampak positif dalam kehidupan — misalnya, rasa takut akan membuat seseorang menjadi lebih waspada terhadap sesuatu yang ditakutkan. Yeung mengutip Gross dan Jazairi (2014) yang menyatakan bahwa ketidakmampuan untuk mengatur emosi merupakan akar dari gangguan psikologis seperti depresi dan gangguan kepribadian lain.
Mekanisme Pengelolaan Emosi
Yeung, mengutip Gross dan Jazairi (2014), merinci lima langkah pendekatan pengaturan emosi: memilih situasi — menghindari keadaan yang dapat memicu emosi yang tidak diinginkan sejak awal; memodifikasi situasi — mengubah situasi dengan mencari cara yang sesuai kemampuan, misalnya menurunkan target atau harapan yang terlalu tinggi; mengalihkan fokus perhatian — mengalihkan fokus dari sumber pemicu emosi (misalnya rasa iri) kepada diri sendiri atau hal lain; mengubah pemikiran — mengubah keyakinan yang mendasari emosi, karena "kamu mungkin tidak dapat mengubah situasi, namun kamu dapat mengubah pemikiranmu"; dan mengubah respons — sebagai langkah terakhir jika keempat pendekatan sebelumnya tidak berhasil, dilakukan dengan menarik napas dalam-dalam dan menenangkan diri secara fisiologis.
Mengapa Penting Memahami Hubungan Emosi dan Kesehatan Mental?
Memahami keterkaitan antara emosi dan kesehatan mental membantu seseorang mencegah dampak negatif berkepanjangan. Jika emosi tidak dikelola, risiko munculnya gangguan mental seperti kecemasan dan depresi dapat meningkat.
Karakteristik Kesehatan Mental yang Baik
Yeung, mengutip American Psychological Association (dalam Notoatmodjo, 2010), merinci karakteristik kesehatan mental pada empat aspek: aspek fisik (perkembangan normal, berfungsi menjalankan tugas, sehat secara fisik); aspek psikis (respek terhadap diri sendiri dan orang lain, memiliki insight dan rasa humor, respons emosional yang wajar, berpikir realistis dan objektif, terhindar dari gangguan psikologis, bersifat kreatif dan terbuka); aspek sosial (memiliki empati dan kasih sayang, mampu menjalin interaksi sehat, saling menghargai tanpa diskriminasi); dan aspek moral religius (taat kepada Tuhan, tidak berbohong dan bertanggung jawab).
Risiko Jika Emosi Tidak Terkelola
Yeung, mengutip Notoatmodjo (2012), menjelaskan ciri-ciri orang yang tidak sehat mentalnya: memerlukan pelayanan kejiwaan, tidak dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat, ketidakbahagiaan yang bersifat subjektif, serta kegagalan penyesuaian yang positif. Orang dengan mental tidak sehat cenderung banyak dikuasai oleh emosi, tidak dapat menerima kenyataan dirinya maupun orang lain, dan merasa tidak bahagia.
Kesimpulan
Emosi dan kesehatan mental saling berkaitan erat dalam membentuk kualitas hidup seseorang. Berdasarkan Yeung (2022), individu dengan kesehatan mental baik umumnya memiliki kecerdasan emosional yang baik — mampu mengendalikan diri, memiliki daya tahan, mengatur suasana hati, dan berempati dengan orang lain. Lima langkah pengaturan emosi (memilih situasi, memodifikasi situasi, mengalihkan fokus, mengubah pemikiran, dan mengubah respons) dapat membantu individu mencegah dampak negatif emosi yang tidak terkelola, sehingga kesehatan mental dan kualitas hidup jangka panjang tetap terjaga.