Intervensi Psikologi Positif: Pengertian dan Kategorinya
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Intervensi psikologi positif merupakan pendekatan dalam psikologi yang berfokus pada pengembangan kekuatan, emosi positif, dan kesejahteraan individu. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan mengurangi gangguan psikologis, tetapi juga membantu individu mencapai kualitas hidup yang lebih baik melalui penguatan aspek-aspek positif dalam dirinya.
Apa Itu Intervensi Psikologi Positif?
Intervensi psikologi positif semakin berkembang dalam berbagai bidang, terutama pendidikan dan kesehatan mental. Rahmad Agung Nugraha dalam artikelnya Intervensi Psikologi Positif menjelaskan bahwa “Intervensi Psikologis Positif merupakan instruksi, aktivitas, dan rekomendasi yang didasarkan secara teori dan divalidasi secara empiris yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan”.
Intervensi Psikologis Positif memfokuskan penggunaan emosi dan kekuatan positif untuk mencapai atau meningkatkan kesejahteraan (Nugraha, 2022).
Dengan demikian, intervensi psikologi positif dapat dipahami sebagai berbagai aktivitas atau strategi berbasis ilmiah yang bertujuan membantu individu meningkatkan kebahagiaan, kesejahteraan, dan kualitas hidupnya melalui pengembangan aspek positif.
Definisi Intervensi Psikologi Positif
Artikel Intervensi psikologi positif menyebutkan bahwa intervensi psikologi positif adalah pendekatan yang membantu individu mengembangkan kekuatan personal, bukan sekadar mengatasi masalah psikologis.
Intervensi psikologi positif dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan dan memanfaatkan emosi serta kekuatan positif (Nugraha, 2022).
Selain itu, Nugraha menjelaskan bahwa “Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pada karakter dan kekuatan positif terkait dengan manfaat kesehatan dan kesejahteraan individu di berbagai bidang kehidupan” (Nugraha, 2022).
Tujuan dan Manfaat Utama
Tujuan utama intervensi psikologi positif adalah membantu individu mencapai kesejahteraan psikologis dan meningkatkan kualitas hidupnya. Dalam artikelnya, Nugraha menjelaskan bahwa psikologi positif bertujuan “menemukan dan mengembangkan factor-faktor yang memungkinkan individu dan komunitasnya mengalami perkembangan” (Nugraha, 2022).
Psikologi positif juga mempertimbangkan “keberfungsian optimal manusia pada beberapa tingkatan, meliputi tingkatan biologis, eksperiensial, pribadi, relasional, insitusi, budaya, dan global” (Nugraha, 2022).
Intervensi psikologi positif terbukti memberikan manfaat dalam bidang pendidikan. Nugraha menulis bahwa “Intervensi psikologi positif terbukti efektif meningkatkan motivasi belajar siswa dan meningkatkan kinerja akademik mereka” (2022).
Selain itu, dijelaskan pula bahwa “Intervensi psikologi positif menunjukkan bahwa berhasil diterapkan dan menunjukkan beragam manfaat bagi siswa dalam hal pembelajaran dan kesejahteraan siswa” (Nugraha, 2022,).
Ruang Lingkup Penerapan
Penerapan intervensi psikologi positif cukup luas, mulai dari lingkungan sekolah hingga layanan kesehatan mental. Artikel Intervensi psikologi positif menyebutkan bahwa pendekatan ini digunakan dalam pendidikan, tempat kerja, dan bidang kesehatan.
Pernyataan tersebut sesuai dengan penjelasan bahwa sekolah menjadi salah satu target utama intervensi psikologi positif karena sekolah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak dan remaja (Nugraha, 2022).
Selain itu, Nugraha menjelaskan bahwa “Intervensi Psikologis Positif dapat dengan mudah diadopsi oleh terapis dan praktisi yang bekerja di bidang psikologi lain dan oleh para profesional seperti pelatih, konselor, dan pekerja sosial” (Nugraha, 2022).
Kategori Kelompok Intervensi Psikologi Positif
Nugraha menjelaskan bahwa terdapat “tujuh kategori utama” intervensi psikologi positif (Nugraha, 2022).
Menikmati (Savoring)
Kategori pertama adalah menikmati atau savoring. Nugraha menjelaskan bahwa “Tujuan dari menikmati adalah untuk memusatkan perhatian dan kesadaran pada pengalaman tertentu dan memperpanjang efek yang menyenangkan” (Nugraha, 2022).
Intervensi ini membantu individu lebih sadar terhadap pengalaman positif sehingga dapat meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan hidup.
Rasa Syukur (Gratitude)
Kategori kedua adalah rasa syukur. Menurut Nugraha, “Rasa Syukur merupakan usaha untuk seseorang atau sesuatu di luar dirinya untuk bertanggung jawab dan menciptakan peristiwa atau perasaan positif dalam kehidupan seseorang” (2022).
Penelitian yang dikutip Nugraha menunjukkan bahwa praktik rasa syukur dapat meningkatkan emosi positif dan kesejahteraan individu.
Kebaikan (Kindness)
Kategori ketiga adalah kebaikan. Nugraha menjelaskan bahwa “Kegiatan kebaikan meminta pesertanya untuk melakukan tindakan kebaikan yang disengaja terhadap orang lain” (2022).
Intervensi ini dapat berupa bantuan sederhana kepada orang lain dan terbukti berkaitan dengan peningkatan kebahagiaan.
Empati
Kategori empati bertujuan memperkuat hubungan sosial melalui pemahaman terhadap orang lain. Nugraha menjelaskan bahwa “Kegiatan berbasis empati bermaksud untuk memperkuat hubungan sosial dengan mempromosikan pemahaman dalam hubungan” (Nugraha, 2022).
Selain itu, Nugraha menjelaskan bahwa hubungan sosial yang bermakna sangat penting bagi kebahagiaan individu.
Optimisme
Kategori optimisme mendorong individu berpikir positif tentang masa depan. Nugraha menulis bahwa “Kegiatan berbasis optimisme meminta orang untuk berpikir tentang masa depan dengan cara yang positif dan menciptakan harapan yang positif” (Nugraha, 2022).
Aktivitas optimisme dapat meningkatkan kesejahteraan subjektif dan membantu individu menghadapi tantangan hidup dengan lebih positif.
Kekuatan (Strengths)
Intervensi berbasis kekuatan membantu individu mengenali dan mengembangkan potensi dirinya. Nugraha menjelaskan bahwa “Kegiatan yang termasuk dalam kategori ‘kekuatan’ meminta orang untuk mengenali, dan kemudian menggunakan atau mengembangkan kekuatan seseorang” (2022).
Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan kekuatan pribadi dapat meningkatkan kebahagiaan dan menurunkan gejala depresi.
Makna (Meaning)
Kategori terakhir adalah makna. Nugraha menjelaskan bahwa “Intervensi Psikologi Positif berbasis makna difokuskan pada pemahaman apa yang membawa makna bagi kehidupan seseorang” (Nugraha, 2022).
Intervensi berbasis makna membantu individu memahami tujuan hidupnya dan meningkatkan kepuasan hidup secara lebih mendalam.
Kesimpulan
Intervensi psikologi positif merupakan pendekatan berbasis ilmiah yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan emosi positif, kekuatan karakter, dan hubungan sosial yang sehat.