Konten dari Pengguna

Intimasi Fisik: Pengertian dan Contoh Nyata

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Intimasi Fisik. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Intimasi Fisik. Gambar: Pexels.

Intimasi fisik merupakan bagian dari hubungan antarmanusia yang sering kali muncul dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, pertemanan, maupun hubungan romantis. Topik ini menjadi penting untuk dipahami karena keintiman fisik tidak selalu berhubungan dengan aspek seksual, melainkan lebih pada kedekatan emosional yang diekspresikan lewat sentuhan. Memahami batasan dan konteks keintiman fisik dapat membantu menjaga keharmonisan dan kenyamanan dalam interaksi sosial.

Apa Itu Intimasi?

Intimasi adalah kondisi ketika seseorang merasa dekat secara emosional dan psikologis dengan orang lain. Menurut model proses interpersonal yang dikemukakan oleh Reis dan Shaver (1988) dalam Intimacy as an interpersonal process (dalam S. W. Duck (Ed.), Handbook of personal relationships), intimasi merupakan proses interpersonal di mana keterbukaan diri (self-disclosure) dan responsivitas pasangan berkontribusi terhadap pengalaman keintiman dalam interaksi (Reis, H. T., & Shaver, P. (1988). Dalam hubungan sosial, keintiman dapat membangun rasa saling pengertian dan memperkuat ikatan antarpersonal.

Definisi Intimasi Menurut Psikologi

Menurut skripsi Hubungan antara Keterbukaan Diri dengan Intimasi Pertemanan pada Perempuan Usia Dewasa Awal karya Pita Yuliana dari Fakultas Psikologi Universitas Semarang (2021), intimasi pertemanan didefinisikan sebagai "tanda pertemanan yang sejati dengan adanya ketulusan, kehangatan, dan keakraban satu sama lain dan dalam hubungan pertemanan yang terjalin ini tidak adanya maksud ataupun niat untuk mengkhianati satu sama lain karena saling percaya, menghargai dan menghormati keberadaan satu sama lain." Definisi ini mengacu pada pendapat Wisnuwardhani dan Sri (2012) sebagaimana dikutip dalam skripsi Yuliana. Hubungan yang memiliki unsur intimasi umumnya terasa lebih hangat dan saling mendukung.

Pentingnya Intimasi dalam Relasi Sosial

Keintiman memperkuat kelekatan emosional serta membantu seseorang merasa dihargai. Menurut Yuliana yang mengutip Suranto (2011), intimasi pertemanan merupakan "hubungan yang pemenuhan kebutuhan akan kasih sayang, kedekatan, dan kehangatan dan terjalinya hubungan yang sudah dekat ataupun akrab, diwarnai oleh kesepakatan bersama atas batas-batas keakraban yang sudah disepakati agar hubungan menjadi baik tanpa adanya canggung satu sama lain." Di lingkungan sosial, keintiman juga menjadi pondasi kepercayaan antarindividu.

Intimasi dalam Konteks Pertemanan

Menurut Yuliana, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara keterbukaan diri dengan intimasi pertemanan pada perempuan usia dewasa awal. Yuliana mengutip Steinberg (2016) yang mendefinisikan intimasi pertemanan sebagai "hubungan yang membuat relasi menjadi lebih akrab maupun intens antara individu satu dengan individu lainnya dan juga merupakan kegiatan saling berbagi pengalaman maupun berbagi pikiran yang bersifat pribadi." Keterbukaan ini memudahkan seseorang berbagi pengalaman secara lebih nyaman.

Mengenal Intimasi Fisik

Intimasi fisik adalah salah satu dari beberapa jenis intimasi dalam hubungan. Menurut Yuliana yang mengutip Campman (dalam Sherly, dkk, 2019), intimasi fisik merupakan salah satu dari lima aspek intimasi pertemanan. Yuliana menuliskan bahwa "Intimasi fisik menyampaikan akan kedekatan pada orang lain, keluarga, teman dekat dengan kontak fisik misalnya memeluk, berpegangan tangan." Dengan demikian, intimasi fisik lebih menonjolkan interaksi lewat gestur tubuh yang bersifat nonverbal.

Pengertian Intimasi Fisik

Menurut Laurenceau dkk. (1998) yang menguji model Reis dan Shaver, intimasi secara umum melibatkan proses keterbukaan diri dan responsivitas pasangan. Dalam konteks fisik, intimasi mencakup segala bentuk sentuhan yang dilakukan dengan niat baik dan memberikan rasa nyaman, seperti pelukan, jabat tangan, atau berpegangan tangan (Laurenceau, J.-P., Barrett, L. F., & Pietromonaco, P. R. (1998) dalam Intimacy as an interpersonal process: The importance of self-disclosure, partner disclosure, and perceived partner responsiveness in interpersonal exchanges.

Contoh-Contoh Keintiman Fisik Sehari-hari

Berdasarkan definisi Yuliana yang mengutip Campman, beberapa contoh keintiman fisik yang sering dijumpai antara lain berjabat tangan sebagai salam atau tanda hormat, berpelukan saat bertemu atau berpisah dengan orang terdekat, serta sentuhan ramah seperti menepuk bahu untuk memberikan dukungan. Selain itu, Yuliana juga menyebutkan aspek intimasi lain yang melengkapi, yaitu intimasi intelektual, intimasi sosial, intimasi emosional, dan intimasi spiritual.

Peran Keterbukaan Diri dalam Intimasi Pertemanan

Keterbukaan diri memiliki peran penting dalam membangun intimasi secara keseluruhan, termasuk dalam membuka ruang bagi kedekatan fisik. Menurut Yuliana yang mengutip Devito (2011), "keterbukaan diri adalah jenis komunikasi dimana individu mengungkapkan informasi tentang dirinya yang biasanya disembunyikan atau tidak diceritakan orang lain." Yuliana juga mengutip Griffin (2012) yang menyatakan bahwa "keterbukaan diri (self-disclosure) adalah kesediaan individu untuk berbagi pengalaman pribadi, perasaan, kepercayaan, rahasia pribadi kepada orang lain secara jujur." Individu yang merasa aman dan dipercaya dalam hubungan cenderung lebih terbuka terhadap berbagai bentuk intimasi, termasuk kedekatan fisik.

Batasan dan Etika dalam Intimasi Fisik

Setiap orang memiliki batas kenyamanan yang berbeda terkait intimasi fisik. Oleh sebab itu, memahami batasan dan etika sangat penting untuk menjaga perasaan semua pihak.

Pentingnya Persetujuan dan Kenyamanan

Persetujuan menjadi hal utama sebelum melakukan sentuhan fisik. Menurut Yuliana yang mengutip Suranto (2011), hubungan intim yang baik "diwarnai oleh kesepakatan bersama atas batas-batas keakraban yang sudah disepakati agar hubungan menjadi baik tanpa adanya canggung satu sama lain." Pastikan kedua belah pihak merasa nyaman agar tidak terjadi salah paham atau ketidaknyamanan.

Intimasi Fisik dalam Budaya Indonesia

Dalam budaya Indonesia, bentuk intimasi fisik cenderung lebih sopan dan terbatas. Menurut Yuliana yang mengutip Santrock (2017), terdapat perbedaan pola pertemanan antara perempuan dan laki-laki: "perempuan memiliki banyak hubungan pertemanan yang ditandai dengan saling terbuka dan sama-sama mendukung satu sama lain." Pertemanan perempuan lebih melibatkan saling mendengarkan dan berempati, sedangkan pertemanan laki-laki lebih banyak melakukan kegiatan bersama di luar. Pelukan atau jabat tangan sebagai bentuk intimasi fisik lebih umum dilakukan di lingkungan keluarga atau sahabat dekat.

Kesimpulan

Intimasi fisik merupakan bagian penting dari interaksi sosial yang memperkuat kedekatan emosional. Meski bentuknya sederhana seperti pelukan atau jabat tangan, keintiman fisik tetap perlu memperhatikan etika dan kenyamanan bersama. Dengan memahami arti dan batasan intimasi fisik, hubungan antarmanusia dapat terjalin harmonis dan penuh rasa saling menghargai.