Jenis Emosi: Mengenal Apa Itu Emosi dan Klasifikasi Emosi Manusia
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Emosi selalu hadir dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang akan mengalami berbagai perasaan, mulai dari bahagia, marah, hingga takut. Memahami jenis emosi dan klasifikasinya dapat membantu seseorang mengenali diri dan mengelola reaksi terhadap situasi tertentu.
Apa Itu Emosi?
Emosi merupakan reaksi psikologis dan fisiologis yang muncul sebagai respons terhadap situasi tertentu — merupakan keadaan psikologis kompleks yang dipicu oleh stimulus tertentu, ditandai dengan proses yang dimulai dari stimulus, memicu reaksi internal, dan menghasilkan ekspresi yang dapat diamati (Calmerry, 6 Types of Basic Emotions and Their Effect on Our Behavior). Emosi tidak hanya memengaruhi perasaan, tetapi juga cara seseorang bertindak.
Definisi Emosi Menurut Para Ahli
Beberapa ahli menggambarkan emosi sebagai reaksi spontan yang muncul secara tiba-tiba ketika seseorang menghadapi rangsangan tertentu. Emosi mencakup perasaan, perubahan tubuh, serta ekspresi yang dapat dilihat orang lain.
Fungsi Emosi dalam Kehidupan Sehari-hari
Emosi berperan sebagai sinyal yang membantu seseorang bertahan dan beradaptasi. Misalnya, rasa takut mendorong seseorang menghindari bahaya, sedangkan kebahagiaan membuat seseorang lebih terbuka terhadap lingkungan sosial.
Jenis-Jenis Emosi Manusia
Setiap orang mengalami ragam emosi yang dapat dikategorikan menjadi dua kelompok utama, yaitu emosi dasar (primer) dan emosi sekunder. Pembagian ini memudahkan pemahaman tentang bagaimana emosi bekerja dan berkembang sejak kecil hingga dewasa.
Emosi Dasar (Primary Emotions)
Emosi dasar adalah perasaan yang bersifat universal dan biasanya muncul secara alami. Psikolog Paul Ekman mengidentifikasi enam emosi dasar yang dianggap bersifat bawaan dan dimiliki bersama oleh semua manusia lintas budaya: kemarahan, jijik, takut, bahagia, sedih, dan terkejut — dalam riset terbarunya, Ekman menambahkan rasa hina (contempt) sebagai emosi ketujuh (Laman SimplyPsychology, Primary and Secondary Emotions: What's The Difference?). Robert Plutchik, seorang profesor di Albert Einstein College of Medicine, mengembangkan model alternatif dengan delapan emosi dasar yang dikelompokkan menjadi empat pasang berlawanan: bahagia-sedih, marah-takut, percaya-jijik, dan terkejut-antisipasi, yang divisualisasikan dalam "roda emosi" (wheel of emotions).
Contoh Emosi Dasar pada Manusia
Beberapa contoh emosi dasar antara lain: bahagia, sedih, marah, takut, terkejut, dan jijik.
Emosi Sekunder (Secondary Emotions)
Emosi sekunder muncul dari kombinasi dua atau lebih emosi dasar. Emosi sekunder cenderung lebih kompleks dan dipengaruhi oleh pengalaman, keyakinan, serta pikiran pribadi seseorang; berbeda dengan emosi dasar yang bersifat universal dan tidak memerlukan pembelajaran, emosi sekunder tidak selalu dikenali atau diekspresikan secara universal lintas budaya karena bersifat hasil konstruksi sosial — merupakan respons yang dipelajari dari keluarga asal dan budaya (proses sosialisasi) tentang bagaimana seharusnya merasakan dan bereaksi terhadap emosi dasar yang dialami (Laman LinkedIn/Salicru, Primary vs Secondary Emotions). Menurut Plutchik, emosi dasar seperti kebahagiaan dan antisipasi dapat berpadu membentuk emosi sekunder seperti kegembiraan (excitement), sementara kepercayaan dan kebahagiaan dapat membentuk emosi cinta.
Contoh Emosi Sekunder pada Manusia
Contoh emosi sekunder meliputi rasa malu, cemburu, bangga, atau iri hati.
Klasifikasi Emosi Menurut Para Ahli
Beberapa ahli psikologi menawarkan klasifikasi emosi dengan pendekatan yang berbeda. Pemahaman ini bisa digunakan untuk mengenali ragam reaksi emosional yang dialami manusia.
Klasifikasi Emosi Menurut Goleman
Secara umum, Goleman dikenal luas melalui karyanya tentang kecerdasan emosional (Emotional Intelligence, 1995), yang menekankan pentingnya kesadaran diri terhadap emosi-emosi dasar seperti kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, ketakutan, dan keterkejutan dalam kaitannya dengan kemampuan mengelola diri dan berempati terhadap orang lain.
Klasifikasi Emosi Menurut Chaplin
Secara umum, kamus psikologi karya J.P. Chaplin memang mengelompokkan emosi berdasarkan spektrum intensitas dan ekspresinya, mulai dari perasaan ringan hingga sangat kuat.
Klasifikasi Emosi Menurut Sumber Akademik
Secara umum, klasifikasi emosi dalam literatur akademik internasional sering menekankan bahwa emosi dasar harus memenuhi kriteria tertentu untuk dianggap sebagai emosi dasar, di antaranya: terkait dengan peristiwa pemicu yang bersifat universal, muncul secara spontan, serta disertai perubahan fisiologis yang khas (Laman arXiv, Emotion Capture Based on Body Postures and Movements, mengutip kriteria Ekman). Klasifikasi ini menekankan bahwa emosi selalu berkaitan dengan perubahan fisiologis dan ekspresi luar.
Kesimpulan
Jenis emosi yang dialami manusia terbagi menjadi emosi dasar dan sekunder, dengan berbagai klasifikasi yang dikembangkan oleh sejumlah ahli psikologi internasional seperti Ekman dan Plutchik. Memahami pengertian, fungsi, dan klasifikasi emosi dapat membantu seseorang mengenali reaksi diri sendiri dan orang lain. Dengan pemahaman ini, cara merespons situasi sehari-hari bisa menjadi lebih baik.