Konten dari Pengguna

Kepatuhan: Pengertian dan Aspek-Aspek Menurut Para Ahli

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kepatuhan. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kepatuhan. Gambar: Pexels.

Kepatuhan sering kali menjadi tolok ukur perilaku seseorang dalam menjalani aturan dan norma sosial. Istilah ini banyak dibahas dalam dunia psikologi, pendidikan, bahkan dalam kajian keagamaan.

Pengertian Kepatuhan Menurut Para Ahli

Konsep kepatuhan memiliki penjelasan yang beragam, tergantung dari sudut pandang keilmuannya.

Definisi Kepatuhan dari Sisi Psikologi

Dalam psikologi, penting untuk membedakan tiga konsep yang berkaitan: konformitas, kepatuhan, dan ketaatan. Kepatuhan (compliance) mengacu pada perilaku yang terjadi sebagai respons terhadap permintaan langsung yang berasal dari pihak lain. Berdasarkan jurnal Perbedaan Kepatuhan Terhadap Aturan: Tinjauan Kepribadian Introvert-Ekstrovert, Jenis Kelamin, dan Lama Tinggal di Ma'had Ali Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, kepatuhan berbeda dengan konformitas (conformity) karena pada konformitas tekanan perilaku bersifat tak langsung (Fathul Lubabin Nuqul, 2007). Sementara itu, ketaatan (obedience) merupakan bentuk khusus dari kepatuhan karena permintaan untuk melakukan suatu perilaku dinyatakan dalam bentuk perintah (Nuqul, 2007, mengutip Wrightsman & Deaux, 1981).

Secara esensial dalam kepatuhan terdapat empat unsur utama: (1) adanya pihak yang memiliki otoritas yang menuntut kepatuhan; (2) adanya pihak yang dituntut untuk melakukan kepatuhan; (3) adanya objek atau isi tuntutan dari pihak yang memiliki otoritas untuk dilaksanakan oleh pihak lain; dan (4) adanya konsekuensi dari perilaku yang dilakukan (Nuqul, 2007).

Pandangan Kepatuhan dalam Studi Islam

Kepatuhan kepada otoritas akan terjadi hanya jika perintah dilegitimasi dalam konteks peraturan dan nilai-nilai kelompok (Nuqul, 2007). Orang yang ingin mendapatkan legitimasi dan penerimaan dari lingkungannya cenderung untuk mengikuti norma-norma lingkungan (Nuqul, 2007).

Intensi Kepatuhan: Teori Perencanaan Perilaku Ajzen

Berdasarkan Planning Behaviour Theory dari Ajzen, intensitas untuk berperilaku patuh pada norma kelompok dipengaruhi oleh tiga faktor (Nuqul, 2007): (1) Sikap Terhadap Perilaku — seberapa besar keyakinan individu akan kemungkinan hasil jika mengikuti norma; (2) Norma Subyektif Individu — harapan-harapan yang dipersepsikan berkaitan dengan kepatuhan untuk mengikuti aturan kelompok; dan (3) Kontrol Perilaku — persepsi terhadap kemampuan dan kesempatan yang dimiliki untuk berperilaku patuh. Ketiganya merupakan kombinasi antara faktor internal (penilaian atau sikap terhadap sebuah perilaku) dan faktor eksternal (kontrol sosial) (Nuqul, 2007).

Aspek-Aspek Kepatuhan

Kepatuhan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, baik dari dalam individu maupun lingkungan sekitar. Setiap aspek memainkan peran tersendiri dalam membentuk perilaku patuh.

Peran Kepribadian: Introvert vs. Ekstrovert

Penelitian Nuqul (2007) terhadap 134 mahasiswa di Ma'had Ali UIN Malang menggunakan Eysenck's Personality Inventory (EPI) menemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dalam intensitas kepatuhan terhadap aturan — intensitas kepatuhan tipe introvert dan ekstrovert (Nuqul, 2007). Temuan ini menunjukkan bahwa kepatuhan tidak semata-mata ditentukan oleh faktor internal kepribadian, melainkan faktor eksternal juga dominan dalam membentuk perilaku (Nuqul, 2007).

Pengaruh Jenis Kelamin Terhadap Kepatuhan

Penelitian ini menemukan perbedaan yang sangat signifikan antara perempuan dan laki-laki dalam kepatuhan: perempuan mempunyai intensitas kepatuhan lebih tinggi daripada laki-laki (Nuqul, 2007). Temuan ini mengukuhkan bahwa harapan sosial — bagaimana masyarakat mengharapkan laki-laki dan perempuan berperilaku — berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan (Nuqul, 2007).

Pengaruh Lama Tinggal Terhadap Kepatuhan

Temuan menarik lainnya adalah mahasiswa yang belum lama tinggal di Ma'had mempunyai intensitas kepatuhan lebih tinggi dari mahasiswa yang telah lama tinggal (Nuqul, 2007). Secara psikologis, hasil ini menunjukkan bahwa kurangnya informasi membuat individu cenderung lebih mematuhi lingkungannya, serta faktor pembelajaran selama tinggal cenderung mempengaruhi kepatuhan seseorang (Nuqul, 2007).

Kesimpulan

Dari penelitian Nuqul (2007) dapat disimpulkan bahwa tipe kepribadian introvert dan ekstrovert tidak mempunyai perbedaan dalam intensitas kepatuhan terhadap aturan. Sebaliknya, perempuan secara umum mempunyai intensitas kepatuhan lebih tinggi daripada laki-laki, dan mahasiswa yang belum lama tinggal memiliki intensitas kepatuhan lebih tinggi daripada yang telah lama tinggal. Hasil ini sejalan dengan teori Ajzen bahwa kepatuhan ditentukan oleh sikap individu terhadap aturan, norma subyektif, dan kontrol lingkungan — bukan semata oleh tipe kepribadian.