Konten dari Pengguna

Kepribadian Asertif: Ciri dan Contoh Perilaku

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kepribadian Asertif. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kepribadian Asertif. Gambar: Pexels.

Kepribadian asertif menjadi salah satu karakter penting dalam membangun komunikasi yang sehat, baik di lingkungan sekolah, pekerjaan, maupun kehidupan sosial sehari-hari. Individu dengan kepribadian ini biasanya mampu menyampaikan pikiran atau perasaan secara jujur dan tegas, tanpa mengabaikan hak orang lain. Sikap seperti ini sering kali membuat interaksi menjadi lebih terbuka dan saling menghormati.

Memahami Kepribadian Asertif

Kepribadian asertif mengacu pada kemampuan seseorang untuk mengekspresikan pendapat, kebutuhan, dan emosi secara langsung, jujur, dan tetap menghargai orang lain. Nur Lailatul Azizah dan Sunismi dalam jurnal Pengaruh Perilaku Asertif terhadap Tipe Kepribadian Siswa dalam Pembelajaran Matematika (2023) menjelaskan, mengutip Siringoringo (2017), bahwa asertivitas merupakan salah satu perilaku kunci dalam berkomunikasi, yang tercermin dalam kemampuan seseorang untuk mengekspresikan dirinya secara jujur sambil tetap memperhatikan kebutuhan dan pandangan orang lain.

Memiliki perilaku asertif dalam interaksi sosial penting agar komunikasi berjalan efektif. Azizah dan Sunismi, mengutip Aryanto dkk (2021), menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki kemampuan asertif tidak akan pasif ketika dihadapkan pada situasi yang menantang; sebaliknya, individu tersebut akan mengekspresikan perasaannya tanpa merugikan orang lain, dan perilaku asertif diwujudkan tanpa mengganggu kebebasan orang lain atau menggunakan kekerasan.

Definisi Kepribadian Asertif

Azizah dan Sunismi, mengutip Alberti & Emmons dalam Mutiara & Merida (2021), menjelaskan bahwa seseorang yang menunjukkan perilaku asertif umumnya memiliki atribut mampu mengungkapkan diri, menolak dengan mengemukakan ketidaksetujuan, berkomunikasi secara tulus dan jujur, serta mengekspresikan perilaku sesuai dengan keinginannya. Sikap ini berbeda dengan perilaku pasif maupun agresif; sebagaimana diuraikan dalam literatur psikologi, perilaku pasif cenderung mengabaikan hak dan kebutuhan diri sendiri, sementara perilaku agresif cenderung memaksakan kehendak tanpa menghargai hak orang lain.

Pentingnya Perilaku Asertif dalam Interaksi Sosial

Dalam kehidupan sehari-hari, sikap asertif membantu seseorang membangun kepercayaan diri dan memperkuat relasi sosial. Azizah dan Sunismi, mengutip Johnson dalam Ampuno (2020), menjelaskan bahwa seseorang yang berperilaku asertif timbul akibat adanya kebebasan emosi dan keadaan afektif yang mendukung, sehingga seseorang tersebut dapat menyesuaikan diri (adaptive), lebih percaya diri, lebih berpengalaman, dan dapat diandalkan.

Ciri-Ciri Kepribadian Asertif

Ada beberapa karakteristik yang dapat dikenali dari perilaku asertif, di antaranya:

Ciri Utama Individu Asertif

Azizah dan Sunismi menggunakan indikator perilaku asertif berdasarkan teori Galassi (dalam Porpitasari, 2007) yang mencakup tiga aspek: menyatakan perasaan positif (seperti memberi dan menerima pujian, meminta bantuan, mengungkapkan perasaan suka dan simpati, serta memulai dan terlibat dalam percakapan); afirmasi diri (mempertahankan hak mutlak, menolak permintaan, dan mengungkapkan pendapat); serta menyatakan perasaan negatif (mengungkapkan ketidaksenangan dan kemarahan secara konstruktif). Secara sederhana, orang yang asertif mampu mengatakan "tidak" dengan sopan, mengungkapkan kebutuhan secara jelas, serta menerima kritik tanpa marah, sambil tetap menghargai hak orang lain.

Perbedaan dengan Kepribadian Non-Asertif

Azizah dan Sunismi menggunakan dimensi kepribadian ekstrovert-introvert dari Carl Jung sebagai variabel tipe kepribadian dalam penelitiannya, dan menemukan bahwa peserta didik dengan perilaku asertif yang tinggi cenderung memiliki tipe kepribadian ekstrovert, sedangkan peserta didik dengan perilaku asertif yang rendah cenderung memiliki tipe kepribadian introvert. Adapun perbedaan antara perilaku asertif, pasif, dan agresif lebih lanjut dijelaskan dalam literatur psikologi asertivitas: individu pasif cenderung mengalah dan takut menyampaikan pendapat, sementara individu agresif sering memaksakan kehendak; individu asertif mampu menyeimbangkan kepentingan pribadi dan orang lain secara proporsional.

Contoh Perilaku Asertif dalam Kehidupan Sehari-hari

Berikut contoh perilaku asertif dalam berbagai situasi.

Contoh Asertif di Lingkungan Sekolah

Di lingkungan sekolah, perilaku asertif bisa terlihat saat siswa berani bertanya ketika belum memahami pelajaran atau menyampaikan pendapat di kelas. Azizah dan Sunismi mencatat bahwa peserta didik seringkali kurang mahir dalam mengekspresikan keinginan dan perasaannya kepada orang lain, disebabkan oleh rendahnya tingkat percaya diri; dalam hal ini, peran pendidik sangat krusial untuk membantu peserta didik mengemukakan pendapat atau pemikirannya. Hasil penelitian Azizah dan Sunismi menunjukkan bahwa perilaku asertif berpengaruh positif terhadap tipe kepribadian peserta didik sebesar 61% dalam pembelajaran matematika.

Contoh Asertif di Lingkungan Sosial

Dalam kehidupan sosial, beberapa contoh perilaku asertif yang umum antara lain mengungkapkan pendapat tanpa menyinggung perasaan, menolak permintaan dengan sopan, dan menerima kritik dengan lapang dada — semuanya mencerminkan aspek afirmasi diri dan ekspresi perasaan konstruktif yang diidentifikasi Azizah dan Sunismi berdasarkan teori Galassi.

Manfaat Kepribadian Asertif dalam Pembelajaran

Bagi kalangan remaja, komunikasi asertif membantu mereka belajar mengekspresikan kebutuhan dan perasaan secara wajar. Selain itu, remaja yang terlatih berkomunikasi asertif cenderung lebih mudah menjalin persahabatan dan menghindari tekanan dari lingkungan sekitar.

Pengaruh Asertivitas terhadap Interaksi dan Prestasi

Azizah dan Sunismi menemukan bahwa terdapat pengaruh perilaku asertif yang signifikan terhadap tipe kepribadian ekstrovert dan introvert pada peserta didik dalam pembelajaran matematika. Perilaku asertif berpengaruh positif sebesar 61% terhadap tipe kepribadian peserta didik, menunjukkan bahwa siswa yang asertif cenderung lebih aktif, lebih percaya diri, dan lebih mudah beradaptasi dalam interaksi kelas. Selain itu, Azizah dan Sunismi mengutip Faradiba & Alifiani (2019) yang menyatakan bahwa individu yang mencapai prestasi akademik yang tinggi cenderung memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi, dan kepercayaan diri ini erat kaitannya dengan kemampuan asertif.

Kesimpulan

Kepribadian asertif dapat membantu seseorang mengekspresikan diri dengan jujur dan tetap menghargai orang lain dalam berbagai situasi. Ciri kepribadian asertif mudah dikenali dari sikap terbuka, tegas, dan berani menyampaikan pendapat tanpa merugikan orang lain, sebagaimana dioperasionalkan Azizah dan Sunismi melalui tiga aspek utama: menyatakan perasaan positif, afirmasi diri, dan mengungkapkan perasaan negatif secara konstruktif. Dengan mengembangkan perilaku asertif, setiap individu dapat membangun komunikasi yang sehat dan meningkatkan kualitas hubungan sosial maupun prestasi belajar.