Konten dari Pengguna

Kepribadian Ekstrovert: Pengertian dan Contohnya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kepribadian Ekstrovert. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kepribadian Ekstrovert. Gambar: Pexels.

Kepribadian ekstrovert sering dikaitkan dengan karakter yang terbuka dan mudah bergaul. Banyak orang menganggap ekstrovert identik dengan sosok yang aktif di tengah keramaian. Namun, pemahaman mengenai kepribadian ini sebaiknya didasari pada ciri dan perilaku nyata, bukan sekadar persepsi umum.

Apa Itu Kepribadian Ekstrovert?

Membahas kepribadian ekstrovert berarti berbicara tentang pola interaksi yang cenderung ekspresif dan mudah beradaptasi di lingkungan sosial. Adhitya Subtinanda dan Nina Yuliana dalam jurnal Kepribadian Ekstrovert dan Introvert dalam Konteks Komunikasi Antarpribadi Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTIRTA (2023) menjelaskan bahwa penelitian ini mengeksplorasi bagaimana perbedaan kepribadian ekstrovert dan introvert memengaruhi komunikasi antarpribadi mahasiswa; kepribadian ekstrovert sangat berpengaruh dalam pola komunikasi tersebut.

Definisi Ekstrovert Menurut Para Ahli

Subtinanda dan Yuliana menjelaskan, mengutip Carl Gustav Jung (Alwisol dalam Dina Satalina, 2014), bahwa jika seseorang lebih mengarahkan ke dalam pengalaman objektif, maka orang tersebut tergolong ke dalam tipe kepribadian ekstrovert. Selain itu, Extraversi menurut Yusuf dan Nurihsan (2007), sebagaimana dikutip dalam skripsi Syifa Aprilia Andary Daulay "Perbedaan Kepribadian Ekstrovert-Introvert pada Kecenderungan Impulsive Buying Mahasiswa Psikologi Universitas Medan Area" (Universitas Medan Area), merupakan sikap yang menggambarkan aliran mental ke arah eksternal sehingga individu tersebut akan memiliki orientasi objektif, dan tindakannya ditentukan oleh lingkungannya. Mereka cenderung lebih ekspresif, berenergi, dan suka berinteraksi dengan orang lain serta mendapatkan energi dari interaksi tersebut.

Ciri-ciri Utama Kepribadian Ekstrovert

Subtinanda dan Yuliana, mengutip Feist dan Feist (2010), menyebutkan bahwa saat berkomunikasi dan bersosialisasi, individu dengan kepribadian ekstrovert cenderung bersikap ramah, impulsif, serta menunjukkan sifat ceria, aktif, fasih, dan optimis. Mereka juga menunjukkan ciri-ciri lain yang mencerminkan nilai tinggi terhadap hubungan sosial. Daulay, merujuk pada tujuh aspek yang dikemukakan Eysenck dan Wilson (2008), menambahkan bahwa aspek-aspek kepribadian ekstrovert meliputi: activity (aktif dan penuh energi), sociability (senang bergaul dan mencari teman), risk-taking (suka tantangan), impulsiveness (bertindak spontan tanpa banyak pertimbangan), expressiveness (ekspresif dan demonstratif), practically (menyukai hal-hal praktis), serta irresponsibility (tidak formal dan sering berubah pikiran, meski masih dalam batas normal). Seseorang dengan kepribadian ekstrovert juga tidak segan mengungkapkan pendapat secara langsung.

Ekstrovert dalam Konteks Komunikasi Antarpribadi

Subtinanda dan Yuliana menjelaskan bahwa individu ekstrovert seringkali terlihat sebagai individu yang lebih cepat beradaptasi, ekspresif dan bersemangat dalam berbicara dengan orang lain, cenderung lebih nyaman di lingkungan sosial yang ramai, dengan mudah memulai percakapan, dan biasanya bersifat terbuka dalam mengekspresikan pendapat dan perasaan mereka. Hal ini membuat mereka sering menjadi pusat perhatian dan penggerak dalam kelompok.

Contoh Kepribadian Ekstrovert dalam Kehidupan Sehari-hari

Perilaku ekstrovert bisa dikenali dari cara mereka berinteraksi, baik di lingkungan sosial, akademik, maupun profesional. Sifat terbuka dan penuh energi menjadi daya tarik tersendiri dalam setiap aktivitas.

Perilaku Sosial dan Aktivitas Ekstrovert

Subtinanda dan Yuliana menjelaskan bahwa ekstrovert cenderung aktif secara sosial, terbuka terhadap interaksi dengan orang lain, dan sering merasa nyaman dalam situasi sosial yang ramai. Daulay juga mencatat bahwa individu dengan tipe kepribadian ekstrovert menunjukkan perilaku yang lebih mudah beradaptasi dengan dunia luar, lebih tertarik dengan hal-hal di luar dirinya, jiwa mereka lebih terbuka, mudah bergaul, lebih aktif, lebih ekspresif, dan impulsif.

Contoh Ekstrovert di Lingkungan Akademik dan Pekerjaan

Dalam lingkungan kampus, kepribadian ekstrovert terlihat dari partisipasi mereka dalam interaksi sosial dan keterbukaan terhadap orang baru. Daulay, dengan mengutip penelitiannya mengenai mahasiswa psikologi Universitas Medan Area, menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kepribadian ekstrovert memiliki kecenderungan lebih aktif dalam aktivitas kelompok dan tidak ragu mengambil inisiatif.

Perbandingan Ekstrovert dan Introvert dalam Berperilaku

Subtinanda dan Yuliana menyimpulkan perbandingannya dengan jelas: individu dengan kepribadian introvert memiliki sifat yang berkebalikan dengan ekstrovert, yaitu lebih tertutup, pasif, kurang mudah bergaul, teliti, pesimis, tenang, dan terkontrol, mengutip Feist dan Feist (2010). Adapun Daulay menyimpulkan bahwa ekstrovert individunya mudah bergaul dan senang bersama teman-temannya, sedangkan introvert cenderung kurang senang bergaul dan lebih menyukai kesendirian.

Kesimpulan: Mengapa Memahami Kepribadian Ekstrovert Itu Penting?

Memahami kepribadian ekstrovert membantu kita berinteraksi lebih efektif dengan orang yang memiliki karakter terbuka dan ekspresif. Subtinanda dan Yuliana mengutip Eysenck (Jayanti dalam Dina Satalina, 2014) yang menjelaskan bahwa tipe kepribadian introvert dan ekstrovert adalah dua kutub dalam satu skala, dan sebagian besar individu berada di tengah-tengah skala ini sehingga jarang sekali ada yang benar-benar murni satu tipe. Dengan memahami esensi kepribadian ekstrovert termasuk ketujuh aspeknya menurut Eysenck dan Wilson, kita bisa memaksimalkan potensi dalam berkomunikasi dan berkolaborasi.