Kepribadian Introvert: Ciri, Jenis, dan Penjelasannya
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap orang memiliki kepribadian yang unik, salah satunya adalah kepribadian introvert. Tipe kepribadian ini sering dikaitkan dengan kecenderungan untuk menikmati waktu sendiri dan merasa nyaman dengan lingkungan yang tenang. Namun, introvert tidak selalu berarti pemalu atau tidak suka bersosialisasi, melainkan memiliki cara tersendiri dalam berinteraksi dan menjaga energi.
Apa Itu Kepribadian Introvert?
Kepribadian introvert banyak dibahas dalam literatur psikologi. Menurut Kepribadian Introvert dalam Kemampuan Bersosialisasi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi oleh Gentha Nugraha dan Zuhriah, seseorang introvert betah menghabiskan waktu sendirian karena mereka tidak memiliki energi yang banyak dalam melakukan kegiatan sosial, dan energi mereka justru terkuras ketika berada di lingkungan yang berisi banyak orang. (Catatan: studi ini merupakan penelitian kualitatif dengan sampel terbatas pada mahasiswa Ilmu Komunikasi UINSU, sehingga temuannya yang cenderung menyoroti sisi sulit bersosialisasi tidak dapat digeneralisasi sebagai sifat universal seluruh introvert.)
Definisi Kepribadian Introvert
Introvert digambarkan sebagai individu yang memperoleh energi dari aktivitas pribadi dan reflektif; Nugraha dan Zuhriah menjelaskan bahwa dengan memiliki waktu untuk menyendiri, energi seorang introvert akan terisi kembali. Banyak literatur psikologi populer maupun akademik mengaitkan introvert dengan kecenderungan menyukai percakapan yang mendalam dibandingkan obrolan ringan; penelitian Mehl, Vazire, Holleran, dan Clark yang dipublikasikan dalam Eavesdropping on Happiness: Well-Being Is Related to Having Less Small Talk and More Substantive Conversations menemukan bahwa percakapan yang lebih substantif (bukan sekadar obrolan ringan) berkaitan dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.
Perbedaan Introvert dan Ekstrovert
Introvert sering disandingkan dengan ekstrovert. Nugraha dan Zuhriah menegaskan bahwa seorang ekstrovert justru merasa senang dan menerima energi jika berinteraksi dan berada di lingkungan yang berisikan banyak orang, berbeda dengan introvert yang energinya terkuras dalam situasi yang sama. Pola sosialisasi dan sumber energi menjadi perbedaan utama keduanya.
Ciri-Ciri Kepribadian Introvert
Setiap introvert memiliki ciri khas yang membedakan mereka dengan tipe kepribadian lain. Beberapa karakteristik ini bisa dikenali dalam cara mereka bersikap dan berinteraksi.
Karakteristik Umum Introvert
Beberapa ciri umum introvert antara lain lebih suka aktivitas tenang serta cenderung berbicara seperlunya saja; Nugraha dan Zuhriah mencatat bahwa subjek penelitian introvert hanya berbicara mengenai apa yang memang ingin mereka bicarakan, dan menghabiskan waktu sendiri dengan kegiatan seperti mendengarkan musik, membaca, atau menonton film. Soal kedekatan pertemanan, studi ini juga mencatat ruang lingkup pertemanan introvert cenderung tidak terlalu luas namun bisa erat dengan sahabat dekat tempat mereka mencurahkan isi hati.
Cara Introvert Bersosialisasi
Dalam bersosialisasi, introvert biasanya memilih kelompok kecil; Nugraha dan Zuhriah menjelaskan bahwa ruang lingkup pertemanan yang sempit justru menjadikan seorang introvert lebih percaya diri dalam berbicara, karena ia dapat mendengarkan lawan bicaranya dengan baik dan suasana tetap kondusif. Sejalan dengan itu, kecenderungan menyukai percakapan yang lebih mendalam ketimbang obrolan ringan, seperti dibahas Mehl dan koleganya di atas, juga umum dikaitkan dengan gaya komunikasi introvert.
Dampak pada Kehidupan Sehari-hari
Studi Nugraha dan Zuhriah menemukan bahwa kebiasaan introvert yang suka menyendiri dapat menimbulkan kesulitan, seperti rasa canggung dan kecemasan ketika harus berbicara di depan banyak orang atau beradaptasi di lingkungan baru, misalnya saat menjalani praktik kerja lapangan. Karena itu, sebagian introvert menjadi lebih selektif dalam memilih lingkungan dan kegiatan sosial yang mereka ikuti.
Jenis-Jenis Kepribadian Introvert
Kepribadian introvert ternyata memiliki beberapa kategori yang berbeda. Klasifikasi empat jenis introvert berikut berasal dari penelitian psikolog Jonathan Cheek bersama Jennifer Grimes dan Julie Norem di Wellesley College dalam Four Meanings of Introversion: Social, Thinking, Anxious, and Restrained Introversion, dikenal dengan model STAR (Social, Thinking, Anxious, Restrained), dan bukan berasal dari jurnal Nugraha dan Zuhriah yang menjadi rujukan utama bagian sebelumnya. Setiap kategori mewakili kecenderungan pola pikir dan cara bersosialisasi yang unik, dan seseorang bisa saja menunjukkan ciri dari lebih dari satu tipe sekaligus.
Introvert Sosial
Tipe ini memilih interaksi dalam kelompok kecil dan lebih suka menghindari keramaian besar. Mereka tetap bisa menikmati pertemanan dan bahkan menyukai waktu sendiri, namun dalam lingkup terbatas.
Introvert Pemikir
Mereka yang termasuk tipe pemikir cenderung banyak merenung dan menikmati aktivitas berpikir secara mendalam dengan cara yang imajinatif dan kreatif. Refleksi diri menjadi bagian penting dari keseharian mereka.
Introvert Cemas
Tipe ini sering kali merasa cemas dalam situasi sosial, didorong oleh rasa takut akan penolakan atau tidak diterima secara sosial, bahkan jika berada di lingkungan yang sudah dikenal. Perasaan khawatir ini membuat mereka lebih berhati-hati saat berinteraksi.
Introvert Tertahan
Orang dengan tipe tertahan membutuhkan waktu untuk mempersiapkan diri sebelum menjalani aktivitas, baik sosial maupun profesional, dan cenderung berbicara dengan perlahan dan penuh pertimbangan. Mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa nyaman dalam situasi baru atau bertemu orang baru sebelum akhirnya lebih terbuka.
Kesimpulan
Memahami kepribadian introvert membantu kita mengenali pola pikir dan cara berinteraksi yang berbeda dari orang di sekitar. Setiap jenis kepribadian introvert memiliki keunikan yang bisa membawa manfaat dalam lingkungan sosial maupun pribadi. Seperti dijelaskan dalam jurnal Nugraha dan Zuhriah, kemampuan bersosialisasi introvert dapat ditingkatkan melalui pembelajaran dan latihan komunikasi yang konsisten, sehingga pengenalan ciri dan jenis kepribadian introvert dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan efektivitas dalam bersosialisasi.