Konten dari Pengguna

Kepribadian Koleris: Pengertian dan Ciri-Cirinya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kepribadian Koleris. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kepribadian Koleris. Gambar: Pexels.

Kepribadian koleris sering menjadi perhatian dalam pembahasan tipe kepribadian manusia. Karakter ini dikenal tegas, penuh motivasi, dan memiliki daya juang tinggi. Tidak heran, banyak orang dengan kepribadian koleris tampil sebagai pemimpin atau penggerak dalam kelompok.

Apa Itu Kepribadian Koleris?

Pembahasan mengenai kepribadian koleris sudah banyak diungkap dalam dunia psikologi. Menurut skripsi Studi Komparatif Siswa dengan Kepribadian Sanguinis dan Koleris terhadap Perilaku Belajar oleh Yeni Marwiyatul Khoiriani, kepribadian koleris termasuk salah satu dari empat tipe kepribadian klasik menurut Hippocrates yang disempurnakan oleh Galenus. Penelitian ini secara spesifik dilakukan pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MTs Darul Ulum Purwogondo, Kalinyamatan, Jepara, tahun ajaran 2015/2016.

Definisi Kepribadian Koleris

Secara umum, kepribadian koleris menggambarkan individu yang energik, tegas, dan cenderung suka mengambil keputusan. Menurut Littauer (dikutip dalam Khoiriani), orang-orang berkepribadian koleris kuat secara alami berorientasi pada sasaran, hidupnya dicurahkan untuk berprestasi, dan cepat mengorganisasikan. Mereka menuntut loyalitas dan penghargaan dari sesama, berusaha mengendalikan dan mengharapkan pengakuan atas prestasinya, serta suka ditantang dan mudah menerima tugas-tugas sulit. Orang koleris dikenal tidak mudah menyerah dan memiliki dorongan kuat untuk mencapai target, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

Sekilas Sejarah dan Teori Kepribadian Koleris

Konsep koleris berasal dari teori kepribadian Hippocrates yang disempurnakan Galenus, yang membagi manusia ke dalam empat tipe utama: Chole (koleris), Melanchole (melankolis), Phlegma (plegmatis), dan Sanguis (sanguinis). Dalam kerangka empat cairan tubuh ini, tipe koleris (chole) secara spesifik dihubungkan dengan sifat kering dan cairan berwarna kuning (empedu kuning).

Peran Kepribadian Koleris dalam Kehidupan Sehari-hari

Seseorang dengan kepribadian koleris biasanya menonjol dalam situasi yang membutuhkan inisiatif. Mereka sering dipercaya memimpin proyek, mengambil keputusan penting, atau menjadi motivator dalam kelompok.

Ciri-Ciri Kepribadian Koleris

Setiap tipe kepribadian memiliki ciri khas, begitu juga dengan koleris. Ciri-ciri ini dapat dikenali dalam sikap, cara berpikir, hingga perilaku sehari-hari.

Sifat Utama yang Menonjol

Khoiriani (mengutip Littauer) merinci lima ciri utama koleris. Kelima ciri tersebut adalah: dilahirkan sebagai pemimpin, berkemauan kuat dan tegas (memiliki rasa optimis yang tinggi), berorientasi tujuan (gerak dan kerja mereka selalu efektif dan aplikatif terhadap tujuan), mengorganisasi dengan baik dan mendelegasikan pekerjaan, serta tidak terlalu membutuhkan teman karena menyukai tantangan dan selalu mandiri. Mereka juga biasanya berorientasi pada hasil dan mampu menyelesaikan tugas dengan cepat.

Keunggulan dan Tantangan Tipe Koleris

Kepribadian koleris unggul dalam hal kepemimpinan — mereka bisa melaksanakan tugas dengan setia dan bertanggung jawab dengan tugas yang diembannya. Namun, menurut Littauer (dikutip dalam Khoiriani), dorongan serta tekad mereka bisa membuat mereka sok benar sendiri dan keras kepala, serta membuat mereka tidak peka terhadap perasaan orang lain. Kelemahan orang berciri koleris adalah kurangnya kemampuan untuk bisa merasakan perasaan orang lain (empati), dan belas kasihan terhadap penderitaan orang lain juga tergolong minim.

Contoh Perilaku Koleris dalam Keseharian

Orang koleris sering terlihat langsung bertindak saat menghadapi masalah. Mereka tidak suka menunda pekerjaan dan senang memberi arahan pada orang lain dalam tim — sejalan dengan sifat mengorganisasi dengan baik dan mendelegasikan pekerjaan yang menjadi prioritas mereka.

Studi tentang Kepribadian Koleris di Dunia Pendidikan

Kepribadian koleris juga memengaruhi perilaku belajar serta interaksi di lingkungan sekolah.

Temuan Penelitian di MTs Darul Ulum Purwogondo

Hasil penelitian di MTs Darul Ulum Purwogondo lebih menekankan pada sifat pengendalian dan ketidaksabaran terhadap kelambatan. Menurut Khoiriani, dalam perilaku belajarnya, siswa koleris cenderung menyukai hasil akhir (target) dan tidak menyukai orang-orang yang terkesan lambat atau lelet. Siswa koleris selalu menampakkan perilaku belajar yang mengendalikan, menguasai, dan menjadi fokus bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongannya. Dalam proses belajar, siswa koleris tidak menyukai proses belajar yang berkesan lambat dan bertele-tele, tetapi menyukai proses belajar yang cepat. Dalam aktivitas sehari-hari, seorang pelajar koleris akan terlihat hebat dalam menghadapi pelajaran atau proses belajar yang memerlukan keputusan atau tindakan cepat, menjadi sukarelawan dengan tindakan dan pencapaian seketika, serta memiliki perhatian dan kemampuan mengendalikan yang lebih di antara teman-temannya.

Perbandingan Koleris dengan Tipe Kepribadian Lain (misal Sanguinis)

Berbeda dengan sanguinis yang cenderung mudah bergaul dan menyukai hura-hura, koleris lebih fokus pada pencapaian dan hasil. Koleris sering bersikap tegas, sedangkan sanguinis lebih suka suasana santai dan komunikatif. Perbedaan lainnya, siswa sanguinis dalam proses belajar tidak tampak berkonsentrasi dan sulit bertahan dalam rentang waktu lama, sementara siswa koleris justru mudah kehilangan minat pada proses belajar yang lambat dan bertele-tele, tetapi menyukai proses belajar yang cepat dan berorientasi target (Khoiriani).

Implikasi Kepribadian Koleris pada Perilaku Belajar

Siswa koleris umumnya mandiri dalam belajar dan cepat beradaptasi dengan tantangan baru. Mereka mampu mengatur waktu serta mengarahkan teman-teman untuk mencapai tujuan bersama, sejalan dengan sifat "berkemauan kuat dan tegas" serta "mengorganisasi dengan baik dan mendelegasikan pekerjaan" yang menjadi ciri utama koleris (Littauer, dikutip dalam Khoiriani).

Kesimpulan

Kepribadian koleris memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari kepemimpinan hingga perilaku belajar. Karakteristik utama seperti berkemauan kuat dan tegas, berorientasi tujuan, serta kemampuan mengorganisasi dan mendelegasikan pekerjaan membuat tipe ini sering menjadi penggerak dalam kelompok, sebagaimana ditemukan dalam studi Khoiriani terhadap siswa MTs Darul Ulum Purwogondo. Namun, pemilik kepribadian koleris juga perlu mengelola tantangan seperti kecenderungan sok benar sendiri, keras kepala, dan minimnya empati terhadap perasaan orang lain, sehingga dapat berinteraksi dengan baik bersama orang lain.