Konten dari Pengguna

Kepribadian Kreatif: Pengertian dan Karakteristiknya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kepribadian Kreatif. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kepribadian Kreatif. Gambar: Pexels.

Kepribadian kreatif sering dikaitkan dengan kemampuan seseorang menghasilkan ide-ide baru dan memecahkan masalah dengan cara yang tidak biasa. Banyak orang ingin mengetahui lebih dalam tentang seperti apa kepribadian ini, termasuk ciri dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini membahas secara ringkas mengenai pengertian dan karakter utama kepribadian kreatif berdasarkan sumber ilmiah yang kredibel.

Apa Itu Kepribadian Kreatif?

Konsep kepribadian kreatif memegang peranan penting dalam psikologi dan dunia kerja. Menurut Jita Bhattacharyya, Profesor di Departemen Perdagangan, Universitas Calcutta, dalam The Creative Personality - A Conceptual Discussion, meskipun setiap individu berbeda satu sama lain, orang kreatif adalah pribadi yang unik secara khas, baik dari apa yang mereka lakukan maupun siapa mereka sebenarnya. Kompleksitas kepribadian ini terkadang menjadi beban bagi orang kreatif itu sendiri atau orang di sekitarnya, namun justru bisa berkontribusi pada kreativitasnya.

Definisi Kepribadian Kreatif

Kepribadian kreatif merujuk pada kecenderungan individu untuk merespons tantangan secara unik dan fleksibel. Bhattacharyya menjelaskan kerangka konseptual "Jendela Johari" (Johari Window, Luft, 1961), yang membagi kepribadian manusia menjadi empat aspek: kepribadian publik (diketahui diri sendiri dan orang lain), kepribadian privat (diketahui diri sendiri, tidak diketahui orang lain), titik buta (blind spots, tidak diketahui diri sendiri, namun diketahui orang lain), dan kepribadian tidak dikenal (tidak diketahui diri sendiri maupun orang lain). Semakin kecil area titik buta dan kepribadian tidak dikenal seseorang, semakin ia sadar akan dorongan dan potensi terdalamnya, sehingga semakin efektif ia dapat mengerahkan sumber daya batinnya untuk mencapai tujuan — termasuk untuk menjadi lebih kreatif.

Konsep Kepribadian Kreatif Menurut Ahli

Bhattacharyya menjelaskan bahwa kemampuan kreatif terdiri dari sekelompok kemampuan berpikir divergen, mencakup: fluency (kemampuan menghasilkan banyak ide dengan cepat), flexibility (kemampuan menghasilkan berbagai ide, pendekatan, dan solusi dari sudut pandang berbeda), originality (kemampuan menghasilkan ide atau solusi yang belum terpikirkan orang lain — dianggap elemen kreativitas yang paling penting), sensibility (kemampuan menangkap hal-hal yang tidak lazim atau tidak biasa), guessing (kemampuan memahami sebab dan memvisualisasikan konsekuensi suatu situasi), serta elaborative ability (kemampuan mengembangkan implikasi dari sebuah ide melalui pemikiran analitis, evaluatif, dan asosiatif) (Guilford & Merrifield, 1960; Torrance, 1965a, dikutip dalam Bhattacharyya). Dengan kata lain, individu kreatif cenderung terbuka terhadap pengalaman baru dan tidak takut mencoba hal yang berbeda.

Ciri-Ciri Kepribadian Kreatif

Setiap orang bisa saja memiliki sisi kreatif, tetapi ada beberapa ciri khas yang menonjol pada individu dengan kepribadian kreatif. Sifat-sifat ini dapat terlihat dari cara berpikir, sikap sosial, hingga motivasi mereka dalam berkarya.

Ciri Kognitif dan Emosional

Orang dengan kepribadian kreatif biasanya memiliki daya imajinasi yang kuat dan mampu berpikir di luar kebiasaan. Berdasarkan Torrance (1959, 1965a,b, dikutip dalam Bhattacharyya), yang meninjau lebih dari 50 studi tentang ciri kepribadian kreatif, sifat-sifat yang dinilai paling dekat dengan kepribadian kreatif ideal mencakup intuitif, visioner, dan peka secara emosional (emotionally sensitive). Mereka juga peka terhadap kerumitan psikologis dirinya sendiri, sehingga cenderung kurang terhambat, kurang formal, dan kurang konvensional (Davis & Scott, 1971; Stein, 1975, dikutip dalam Bhattacharyya), sehingga mampu mengekspresikan ide secara mendalam dan otentik.

Karakteristik Sosial dan Motivasi

Bhattacharyya, mengutip Davis dan Scott (1971) serta Stein (1975), justru menyebutkan bahwa individu kreatif cenderung memiliki sedikit ketertarikan pada hubungan interpersonal, tidak menginginkan banyak interaksi sosial, cenderung introvert, dan memperoleh skor yang lebih rendah dalam nilai-nilai sosial — meskipun temuan ini sendiri diakui bersifat kontroversial oleh sumber tersebut. Mereka memiliki motivasi tinggi untuk belajar dan berkembang — didorong oleh kebutuhan akan keteraturan sekaligus rasa ingin tahu (need for order and curiosity) — serta memiliki ketekunan dalam hal motif, kesukaan, dan kapasitas untuk bekerja, disiplin diri, serta ketelitian (Davis & Scott, 1971; Stein, 1975, dikutip dalam Bhattacharyya), sehingga tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan.

Ciri Unik pada Individu Kreatif

Berdasarkan Bhattacharyya, mengutip tinjauan Torrance terhadap lebih dari 50 studi kreativitas, individu kreatif biasanya menunjukkan rasa ingin tahu yang besar (inquisitiveness — selalu bertanya), keberanian mengambil risiko (risk-taking — bersedia mengambil risiko, petualang, inisiatif sendiri), dan ketekunan (persistence — gigih, teguh pendirian). Ketiga ciri ini, bersama dengan keberanian dan kemandirian (courage and independence) serta kemandirian dalam bekerja (self-sufficiency), termasuk dalam kategori sifat yang dinilai para ahli paling dekat dengan kepribadian kreatif ideal. Sebaliknya, sifat-sifat yang dinilai paling jauh dari kepribadian kreatif ideal antara lain sikap pasif (pemalu, pendiam, patuh) dan sikap keras/kasar (sombong, mendominasi, keras kepala).

Dorongan Motivasi di Balik Kreativitas

Bhattacharyya menjelaskan bahwa terdapat beberapa motif manusia yang berkaitan dengan kreativitas: dorongan untuk menjadi orisinal dan melakukan sesuatu yang khas (pioneering motivation), dorongan untuk mengembangkan dan merealisasikan potensi diri (self-actualisation motivation, Maslow, 1954), serta dorongan untuk melayani dan membantu orang lain berkembang (altruism/extension motivation, Pareek, 1968). Ketiga motivasi ini dianggap paling penting bagi seseorang yang ingin menjalani kehidupan kreatif, sementara kebutuhan akan keamanan (security motivation), kesenangan materi (hedonism), kesuksesan karier, afiliasi, serta kekuasaan dan otoritas sebaiknya berada pada tingkat sedang — karena jika terlalu tinggi, justru dapat menghambat kreativitas seseorang.

Mengapa Memahami Kepribadian Kreatif itu Penting?

Mengetahui kepribadian kreatif membantu seseorang mengenali potensi diri, sekaligus memberikan wawasan tentang cara mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki. Selain itu, pemahaman ini juga bermanfaat dalam membangun lingkungan kerja atau belajar yang mendukung tumbuhnya kreativitas.

Manfaat dalam Kehidupan Sehari-hari

Kepribadian kreatif memberikan keuntungan dalam memecahkan masalah sehari-hari, mulai dari urusan pekerjaan hingga interaksi sosial. Sifat fleksibel dan inovatif membantu seseorang menyesuaikan diri lebih baik di lingkungan yang berubah.

Implikasi dalam Pengembangan Diri

Bhattacharyya menjelaskan bahwa memperoleh sifat-sifat yang diinginkan atau melepaskan sifat yang tidak diinginkan memang sulit, namun bukan tidak mungkin. Kesadaran diri (self-awareness), keterpaparan dengan individu yang memiliki sifat yang diinginkan, serta bertindak seolah-olah sudah memiliki sifat tersebut, merupakan beberapa langkah utama untuk mengembangkannya. Melepaskan rasa takut akan kegagalan, rasa takut dipermalukan, rasa takut dikritik, dan keengganan terhadap ambiguitas juga dapat secara signifikan membantu seseorang mengembangkan sifat-sifat kreativitas. Hal ini penting untuk pertumbuhan pribadi dan profesional.

Kesimpulan

Kepribadian kreatif merupakan kombinasi sifat kognitif, emosional, dan sosial yang mendukung lahirnya inovasi — dipahami melalui kerangka Jendela Johari (Luft, 1961), kelompok kemampuan berpikir divergen (fluency, flexibility, originality, sensibility, guessing, dan elaborative ability), serta motivasi utama berupa dorongan menjadi pionir, aktualisasi diri, dan altruisme (Bhattacharyya). Memahami ciri-ciri kepribadian kreatif dapat membantu seseorang belajar memaksimalkan potensi diri dan lebih siap menghadapi tantangan baru. Dengan mengenali karakteristik ini, seseorang bisa membangun lingkungan yang mendorong pertumbuhan kreativitas di berbagai aspek kehidupan.