Ketidaknyamanan Psikologis: Pengertian dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketidaknyamanan psikologis adalah kondisi yang dapat dialami siapa saja, baik dalam situasi sehari-hari maupun saat menghadapi perubahan besar dalam hidup. Memahami kondisi ini dan cara menanganinya dapat membantu menjaga kesehatan mental di berbagai fase kehidupan.
Apa Itu Ketidaknyamanan Psikologis
Berdasarkan jurnal Psychological Discomfort in Nursing Degree Students as a Consequence of the COVID-19 Pandemic, Ketidaknyamanan psikologis didefinisikan sebagai tingkat stres, demoralisasi, rasa tidak enak, dan keresahan yang dirasakan dalam diri sendiri (the level of stress, demoralization, malaise, and unrest perceived in oneself) (Fernando Espina-López dkk., 2021). Kondisi ini dapat diukur menggunakan Kessler Psychological Distress Scale (K-10), yang mengkategorikan tingkat ketidaknyamanan dari rendah (10–15 poin), sedang (16–21), tinggi (22–29), hingga sangat tinggi (30–50) (Espina-López dkk., 2021).
Teori Dasar Ketidaknyamanan Psikologis
Kecemasan didefinisikan sebagai emosi manusia yang hadir dalam sebagian besar gangguan mental dan medis, yang muncul sebagai respons terhadap persepsi akan ancaman atau bahaya; secara klinis, kecemasan adalah rasa takut tanpa sebab yang diketahui (Espina-López dkk., 2021). Depresi dipahami sebagai gangguan suasana hati yang menyebabkan gejala tekanan dan memengaruhi cara seseorang merasa, berpikir, dan mengoordinasikan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti tidur, makan, dan bekerja — untuk didiagnosis, gejala harus hadir selama sebagian besar hari, hampir setiap hari, selama setidaknya dua minggu (Espina-López dkk., 2021).
Penyebab Ketidaknyamanan Psikologis
Beberapa faktor dapat memicu ketidaknyamanan psikologis. Faktor lingkungan, sosial, dan internal sering kali menjadi penyebab utama. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
Faktor Lingkungan dan Sosial
Pandemi COVID-19 telah menyebabkan gangguan yang luas dan berkepanjangan dalam proses belajar-mengajar, sistem dukungan normal, dan kegiatan sosial mahasiswa, dengan konsekuensi yang terus berlanjut (Espina-López dkk., 2021). Mahasiswa keperawatan menghadapi situasi tekanan tertentu, di mana mereka harus berperan sebagai profesional kesehatan, mendampingi pasien kritis — hal ini menempatkan kesehatan mental mahasiswa pada risiko akibat situasi penuh stres tersebut (Espina-López dkk., 2021).
Faktor Internal
Berdasarkan jurnal Hubungan Ketidaknyamanan Fisik dan Psikologis terhadap Kualitas Hidup Ibu Hamil, selama masa kehamilan, kadar progesteron dan estrogen akan meningkat dan hormon tersebut menyebabkan perubahan pada fisik dan psikologis ibu selama kehamilan (Dita Erwinda, Misrawati, & Stephanie Dwi Guna, 2024). Masalah psikologis seperti kecemasan adalah masalah yang paling banyak dialami oleh ibu hamil dengan prevalensi 54%, diikuti oleh depresi (37,5%) dan stres (25%) (Erwinda dkk., 2024).
Contoh Ketidaknyamanan Psikologis dalam Berbagai Situasi
Ketidaknyamanan psikologis bisa muncul dalam berbagai bentuk dan keadaan. Berikut beberapa situasi umum yang sering dialami masyarakat.
Ketidaknyamanan Psikologis pada Mahasiswa Keperawatan
Mahasiswa keperawatan terbukti mengalami kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa dari program studi lain, akibat karakteristik spesifik pelatihan mereka (Espina-López dkk., 2021). Penelitian terhadap 400 mahasiswa keperawatan tahun akhir di Spanyol menemukan rata-rata ketidaknyamanan psikologis yang tinggi — 84,25% peserta menunjukkan tingkat kecemasan dan depresi yang tinggi (Espina-López dkk., 2021). Perbedaan signifikan ditemukan antara perempuan dan laki-laki: proporsi perempuan dengan skor ketidaknyamanan psikologis tinggi (41,7%) lebih besar dibandingkan laki-laki (24,6%) (Espina-López dkk., 2021).
Ketidaknyamanan Psikologis pada Ibu Hamil
Penelitian terhadap 92 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Umban Sari menemukan hubungan yang signifikan antara ketidaknyamanan psikologis dan kualitas hidup (Erwinda dkk., 2024). Ada hubungan yang signifikan antara depresi dan kualitas hidup , antara kecemasan dan kualitas hidup, serta antara stres dan kualitas hidup pada ibu hamil (Erwinda dkk., 2024). Ibu hamil yang berada pada trimester ketiga mengalami permasalahan yang lebih rumit, karena kondisi kehamilan yang semakin membesar menyebabkan ibu mengalami ketakutan yang tinggi untuk melahirkan (Erwinda dkk., 2024).
Dampak Ketidaknyamanan Psikologis
Dampak dari ketidaknyamanan psikologis tidak hanya terasa pada aspek mental, tetapi juga fisik dan kualitas hidup secara keseluruhan. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat memperburuk kesehatan.
Dampak pada Kesehatan Mental
Wanita dengan depresi memiliki gejala psikologis seperti kesedihan, ketidakberdayaan, gangguan kognitif, dan insomnia yang semuanya berhubungan dengan rendahnya kualitas hidup (Erwinda dkk., 2024). Masalah psikologis yang dialami ibu hamil dan menyebabkan terjadinya kecemasan, stres, dan depresi akan meningkatkan hormon stres (kortisol) yang dapat memengaruhi fungsi plasenta dan suplai oksigen ke janin (Erwinda dkk., 2024).
Dampak pada Kesehatan Fisik dan Kualitas Hidup
Penelitian menemukan bahwa ketidaknyamanan psikologis lebih erat kaitannya dengan variabel sosiodemografis dan persiapan mahasiswa untuk dunia kerja daripada dengan paparan langsung COVID-19 (Espina-López dkk., 2021). Peserta yang merasa siap untuk dunia kerja menunjukkan tingkat ketidaknyamanan psikologis yang lebih rendah, yang dapat dikaitkan dengan ketahanan yang lebih besar dan kapasitas lebih baik untuk beradaptasi terhadap perubahan (Espina-López dkk., 2021).
Cara Mengatasi Ketidaknyamanan Psikologis
Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengelola ketidaknyamanan psikologis. Upaya pencegahan dan penanganan dapat dimulai dari diri sendiri maupun dengan bantuan orang lain.
Strategi Coping dan Dukungan Sosial
Dukungan psikologis yang memadai dapat diberikan dalam berbagai bentuk termasuk telemedicine dan kelompok dukungan informal, terutama pada situasi pandemi di mana sumber daya bisa sangat terbatas (Espina-López dkk., 2021). Fasilitas kesehatan penting untuk melakukan skrining terhadap fisik maupun psikologis ibu hamil dalam mencegah terjadinya ketidaknyamanan yang berdampak bagi kualitas hidup selama masa kehamilan (Erwinda dkk., 2024).
Kesimpulan
Ketidaknyamanan psikologis — yang didefinisikan sebagai tingkat stres, demoralisasi, dan keresahan dalam diri — dapat dialami oleh siapa saja dan muncul dalam berbagai konteks (Espina-López dkk., 2021; Erwinda dkk., 2024). Dengan mengenali gejala dan faktor penyebabnya melalui instrumen yang tervalidasi seperti Kessler Scale dan DASS-21, upaya penanganan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup.