Konten dari Pengguna

Konsep Terapi dalam Psikologi dan Contoh Terapi untuk Kesehatan Mental

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Terapi. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Terapi. Gambar: Pexels.

Terapi menjadi salah satu strategi utama untuk menjaga dan memulihkan kesehatan mental. Melalui berbagai pendekatan, terapi membantu individu menghadapi tekanan hidup dan mengelola emosi secara sehat. Artikel ini membahas konsep terapi dalam psikologi, tujuan, manfaat, serta contoh pendekatannya yang sering digunakan.

Pengertian Terapi dalam Psikologi

Dalam dunia psikologi, terapi dipahami sebagai upaya terstruktur yang bertujuan membantu seseorang mengatasi masalah psikologis dan emosional. Menurut Budi Purwoko, Endang Pudjiastutik Sartinah, dan Budiyanto dalam artikel Studi Pendekatan Terapi Psikologis untuk Kesehatan Mental Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 (2021), berbagai dampak psikologis di masyarakat akibat Covid-19 merupakan tantangan bagi para ahli psikologi untuk menerapkan teori ke dalam praktik-praktik terapi. Berbagai teori pendekatan terapi, strategi, dan teknik menyajikan berbagai asumsi kemanjurannya dalam mengatasi problema psikologis masyarakat sebagai akibat wabah ini (Purwoko dkk., 2021).

Setiap pendekatan terapi psikologis memiliki konsep dasar yang memijakan tujuan terapi sesuai asumsi dan perspektif pandangannya masing-masing. Masing-masing pendekatan, strategi, dan teknik memiliki prosedur dan tahapannya masing-masing (Purwoko dkk., 2021).

Tujuan dan Manfaat Terapi untuk Kesehatan Mental

Pandemi ini memicu gangguan emosional, perilaku, bahkan gangguan fisiologis. Permasalahan psikologis yang ditemukan dari analisis artikel antara lain: stres, kecemasan, gejala depresi, insomnia, kemarahan, ketakutan global, stigmatisasi, obsesif kompulsif, psikosomatis, serta bias kognitif (Purwoko dkk., 2021). Dengan menjalani terapi yang tepat, seseorang dapat lebih memahami dirinya, meningkatkan kemampuan beradaptasi, dan membangun ketahanan mental.

Contoh Pendekatan Terapi untuk Kesehatan Mental

Purwoko dkk. (2021) mengidentifikasi enam pendekatan terapi psikologis yang digunakan dalam menangani dampak psikologis pandemi: psikodinamika, terapi perilaku, terapi kognitif perilaku, terapi client centered, mindfulness therapy, dan terapi naratif. Selain itu, teknik-teknik terapi yang ditemukan meliputi: asosiasi bebas (free association), coping stress, disensitisasi, narasi, cognitive restructuring, serta modeling perilaku (Purwoko dkk., 2021, Simpulan).

Terapi Kognitif-Perilaku (CBT)

CBT adalah pendekatan yang fokus pada pengubahan pola pikir negatif dan perilaku tidak sehat. Menurut Christensen, Griffiths, dan Korten (dikutip dalam Purwoko dkk., 2021), terapi ini diakui sebagai teknik pencegahan untuk menghadapi gejala-gejala psikologis seperti gangguan emosional kecemasan dan stres. Terapi berjalan sukses dan efisien, melalui buku self-help (bibliotherapy), dan melalui administrasi komputer (Purwoko dkk., 2021). Teknik cognitive restructuring yang menjadi bagian dari CBT membantu individu mengenali dan mengganti pikiran yang tidak realistis dengan pandangan yang lebih konstruktif.

Terapi Client-Centered (Berpusat pada Klien)

Terapi client-centered dikembangkan oleh Carl Rogers dan berfokus pada penerimaan penuh (unconditional positive regard), empati, dan keaslian (congruence) dari pihak terapis. Dalam konteks pandemi, pendekatan ini diterapkan bersama teori kepribadian psikoanalisa Sigmund Freud — menggunakan teknik asosiasi bebas (free association) — untuk membantu individu yang mengalami isolasi, depresi, dan kecemasan (Purwoko dkk., 2021).

Mindfulness Therapy dan Relaksasi

Latihan mindfulness membantu individu mengelola stres secara efektif. Dalam konteks pandemi, mindfulness therapy digunakan untuk membantu individu yang mengalami stres, kecemasan, dan insomnia dengan melatih kesadaran penuh pada momen kini, tanpa penilaian. Kabat-Zinn (1990) dalam Full Catastrophe Living (Dell Publishing) meletakkan fondasi mindfulness-based stress reduction (MBSR) sebagai program terstruktur yang terbukti mengurangi gejala stres dan kecemasan secara klinis.

Terapi Naratif

Konseling naratif memiliki pandangan manusia dari segi kekuatan, pengetahuan, keluarga, kepribadian, serta sosial yang berasal dari diri manusia dan bisa diungkapkan melalui bercerita. Terapi ini dikembangkan oleh pakar psikologi di Australia oleh Michel White dan David Epson (1990) (Purwoko dkk., 2021). Dalam konteks pandemi, konseling naratif membantu individu yang mengalami kehilangan makna (existential distress) untuk mereframing narasi hidupnya.

Efektivitas Terapi pada Masa Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 membawa dampak besar terhadap kesehatan mental banyak orang. Keterkaitan antara kejadian sosial dan psikologis masyarakat pada masa pandemi Covid-19 dapat menyebabkan gangguan psikososial. Gejala-gejala yang timbul di antaranya stres, kecemasan, gejala depresi, insomnia, kemarahan, ketakutan global, stigmatisasi, dan PTSD. Ketika individu mengalami gangguan psikologis, maka tubuh manusia dibuat seolah sedang menghadapi ancaman sehingga selalu tetap siaga — akibatnya, timbulnya gejala psikosomatik, denyut jantung dan tekanan darah meningkat, menciptakan rasa sakit di dada (Purwoko dkk., 2021). Pendekatan terapi psikologis terbukti memberikan gambaran kepada pihak-pihak ahli pelayanan psikologis masyarakat untuk dapat mengadopsi berbagai pendekatan, strategi, dan teknik sebagaimana prosedur yang disarankan (Purwoko dkk., 2021).

Penelitian internasional juga mendukung efektivitas terapi selama pandemi. Rajkumar (2020) dalam Asian Journal of Psychiatry membuktikan bahwa CBT, mindfulness, dan intervensi psikologis jarak jauh efektif dalam mengurangi gejala depresi, kecemasan, dan insomnia yang dipicu pandemi.

Kesimpulan

Konsep terapi dalam psikologi memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan mental, terutama di situasi penuh tekanan seperti pandemi. Berdasarkan kajian Purwoko dkk. (2021), enam pendekatan terapi — psikodinamika, terapi perilaku, CBT, client-centered, mindfulness, dan terapi naratif — serta enam teknik terapi terbukti relevan dalam menangani masalah psikologis yang kompleks. Penggunaan terapi psikologis dilakukan oleh pihak-pihak yang berkompetensi dengan kualifikasi keahliannya masing-masing serta mengedepankan etis dan pelayanan optimal kepada masyarakat (Purwoko dkk., 2021). Jika merasa membutuhkan bantuan lebih lanjut, penting untuk tidak ragu mencari dukungan dari tenaga profesional.