Konten dari Pengguna

Kurang Percaya Diri: Ciri-Ciri dan Penyebab Rasa Percaya Diri Rendah

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kurang Percaya Diri. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kurang Percaya Diri. Gambar: Pexels.

Kurang percaya diri kerap menjadi penghalang bagi seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Sikap ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari keraguan saat mengambil keputusan hingga ketakutan mengungkapkan pendapat di depan umum. Memahami ciri-ciri dan penyebabnya bisa menjadi langkah awal agar seseorang lebih siap menghadapi tantangan dan meningkatkan kualitas diri.

Pengertian Kurang Percaya Diri

Menurut Siti Khodijah dalam skripsinya Faktor Penyebab Kepercayaan Diri Rendah (Studi Kasus Siswa SMPN 2 Lumbang Pasuruan) (2010), kepercayaan diri yang rendah berkaitan dengan hilangnya keyakinan terhadap diri sendiri. Khodijah mengutip Zakiyah Daradjat (1990) yang menjelaskan bahwa hilangnya kepercayaan terhadap diri membuat individu akan menjauhi pergaulan dengan orang banyak, menyendiri, tidak berani mengungkapkan pendapat karena takut salah, tidak berani mengambil keputusan, lama-kelamaan individu kurang percaya terhadap orang lain, individu akan lekas marah atau sedih hati, menjadi apatis dan pesimis.

Ciri-Ciri Orang Kurang Percaya Diri

Khodijah, mengutip Lauster (dalam Asmadi Alsa, 2006), menjelaskan bahwa orang yang memiliki kepercayaan diri ditandai dengan: percaya pada kemampuan sendiri, bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, memiliki rasa positif terhadap diri sendiri, dan berani mengungkapkan pendapat. Sebaliknya, individu yang kurang percaya diri menunjukkan kebalikan dari ciri-ciri tersebut.

  1. Sering Merasa Tidak Mampu

  2. Takut Mengemukakan Pendapat

  3. Mudah Terpengaruh Orang Lain

  4. Ragu Mengambil Keputusan

Penyebab Kurangnya Rasa Percaya Diri

Khodijah, mengutip Mangunharja (dalam Asmadi Alsa, 2006), merinci tiga faktor yang memengaruhi kepercayaan diri: faktor fisik (keadaan fisik seperti kegemukan, cacat anggota tubuh, atau kekurangan fisik lainnya yang menimbulkan perasaan tidak berharga terhadap diri), faktor mental (kepercayaan diri yang berkaitan dengan kemampuan, bakat, atau keahlian khusus yang dimiliki individu), dan faktor sosial (kepercayaan diri yang terbentuk melalui dukungan sosial dari orang tua dan lingkungan sekitar).

Faktor Internal

Khodijah, mengutip Leokmono (dalam Asmadi Alsa, 2006), menjelaskan bahwa faktor internal yang memengaruhi kepercayaan diri meliputi faktor yang berasal dari dalam individu sendiri, serta norma dan pengalaman keluarga.

Faktor Eksternal

Khodijah menjelaskan bahwa pola asuh keluarga, termasuk sikap orang tua yang terlalu otoriter atau kurang memperhatikan kebutuhan emosional anak, berpengaruh besar terhadap kepercayaan diri remaja.

Khodijah juga mengutip dua penelitian internasional pendukung: Martin (1974) yang meneliti 144 pelajar Indian di BIA Boarding School, Oklahoma, menemukan bahwa pelajar dengan rasa percaya diri tinggi lebih cepat menyelesaikan studinya dibandingkan pelajar dengan rasa percaya diri rendah; serta Johnson (1999) yang meneliti 363 siswa di tiga sekolah dasar, menemukan bahwa perbedaan jenis kelamin mengakibatkan perbedaan tingkat kepercayaan diri pada pelajar.

Kesimpulan

Kurang percaya diri bisa dikenali melalui perilaku seperti keraguan dalam mengambil keputusan, ketakutan mengemukakan pendapat, dan kecenderungan mengikuti pendapat orang lain tanpa keyakinan pada diri sendiri. Mengenali ciri-ciri dan faktor penyebab ini merupakan langkah awal untuk memperbaiki diri dan membangun kepercayaan diri yang lebih kuat.