Kurang Percaya Diri: Ciri-Ciri dan Penyebab Rasa Percaya Diri Rendah
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kurang percaya diri kerap menjadi penghalang bagi seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Sikap ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari keraguan saat mengambil keputusan hingga ketakutan mengungkapkan pendapat di depan umum. Memahami ciri-ciri dan penyebabnya bisa menjadi langkah awal agar seseorang lebih siap menghadapi tantangan dan meningkatkan kualitas diri.
Pengertian Kurang Percaya Diri
Menurut Siti Khodijah dalam skripsinya Faktor Penyebab Kepercayaan Diri Rendah (Studi Kasus Siswa SMPN 2 Lumbang Pasuruan) (2010), kepercayaan diri yang rendah berkaitan dengan hilangnya keyakinan terhadap diri sendiri. Khodijah mengutip Zakiyah Daradjat (1990) yang menjelaskan bahwa hilangnya kepercayaan terhadap diri membuat individu akan menjauhi pergaulan dengan orang banyak, menyendiri, tidak berani mengungkapkan pendapat karena takut salah, tidak berani mengambil keputusan, lama-kelamaan individu kurang percaya terhadap orang lain, individu akan lekas marah atau sedih hati, menjadi apatis dan pesimis.
Ciri-Ciri Orang Kurang Percaya Diri
Khodijah, mengutip Lauster (dalam Asmadi Alsa, 2006), menjelaskan bahwa orang yang memiliki kepercayaan diri ditandai dengan: percaya pada kemampuan sendiri, bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, memiliki rasa positif terhadap diri sendiri, dan berani mengungkapkan pendapat. Sebaliknya, individu yang kurang percaya diri menunjukkan kebalikan dari ciri-ciri tersebut.
Sering Merasa Tidak Mampu
Takut Mengemukakan Pendapat
Mudah Terpengaruh Orang Lain
Ragu Mengambil Keputusan
Penyebab Kurangnya Rasa Percaya Diri
Khodijah, mengutip Mangunharja (dalam Asmadi Alsa, 2006), merinci tiga faktor yang memengaruhi kepercayaan diri: faktor fisik (keadaan fisik seperti kegemukan, cacat anggota tubuh, atau kekurangan fisik lainnya yang menimbulkan perasaan tidak berharga terhadap diri), faktor mental (kepercayaan diri yang berkaitan dengan kemampuan, bakat, atau keahlian khusus yang dimiliki individu), dan faktor sosial (kepercayaan diri yang terbentuk melalui dukungan sosial dari orang tua dan lingkungan sekitar).
Faktor Internal
Khodijah, mengutip Leokmono (dalam Asmadi Alsa, 2006), menjelaskan bahwa faktor internal yang memengaruhi kepercayaan diri meliputi faktor yang berasal dari dalam individu sendiri, serta norma dan pengalaman keluarga.
Faktor Eksternal
Khodijah menjelaskan bahwa pola asuh keluarga, termasuk sikap orang tua yang terlalu otoriter atau kurang memperhatikan kebutuhan emosional anak, berpengaruh besar terhadap kepercayaan diri remaja.
Khodijah juga mengutip dua penelitian internasional pendukung: Martin (1974) yang meneliti 144 pelajar Indian di BIA Boarding School, Oklahoma, menemukan bahwa pelajar dengan rasa percaya diri tinggi lebih cepat menyelesaikan studinya dibandingkan pelajar dengan rasa percaya diri rendah; serta Johnson (1999) yang meneliti 363 siswa di tiga sekolah dasar, menemukan bahwa perbedaan jenis kelamin mengakibatkan perbedaan tingkat kepercayaan diri pada pelajar.
Kesimpulan
Kurang percaya diri bisa dikenali melalui perilaku seperti keraguan dalam mengambil keputusan, ketakutan mengemukakan pendapat, dan kecenderungan mengikuti pendapat orang lain tanpa keyakinan pada diri sendiri. Mengenali ciri-ciri dan faktor penyebab ini merupakan langkah awal untuk memperbaiki diri dan membangun kepercayaan diri yang lebih kuat.