Machiavellianism Adalah: Pengertian dan Ciri-Ciri Sifat Machiavellian
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Machiavellianism adalah istilah yang kerap muncul saat membahas kepribadian atau dinamika hubungan sosial. Sifat ini menggambarkan cara berpikir dan perilaku yang penuh perhitungan demi kepentingan pribadi. Banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa perilaku Machiavellian bisa muncul di lingkungan kerja, pertemanan, bahkan dalam interaksi sehari-hari.
Apa Itu Machiavellianism?
Machiavellianism merujuk pada sifat kepribadian yang ditandai dengan manipulasi, ketidakjujuran, tingkat kepentingan diri yang tinggi, serta kecenderungan memandang orang lain sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Menurut Psychology Today, Machiavellianism, orang yang menunjukkan tingkat Machiavellianism yang sangat tinggi — disebut sebagian psikolog sebagai "high-Machs" — kurang memiliki empati dan memandang dunia secara sinis dan tanpa emosi; minat utama mereka berpusat pada kekuasaan dan status, dan mereka akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencapai tujuannya.
Istilah ini dinamai berdasarkan Niccolò Machiavelli, seorang penulis dan filsuf politik abad ke-16 yang berpendapat dalam karya-karyanya seperti The Prince bahwa raja dan penguasa lain harus melakukan apa pun yang diperlukan untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan mereka. Trait Machiavellianism pertama kali dikonsepkan oleh psikolog Richard Christie dan Florence Geis pada tahun 1960-an. Machiavellianism, bersama narsisme dan psikopati, membentuk kumpulan sifat kepribadian yang saling berkaitan dan dikenal sebagai dark triad (segitiga gelap).
Orang dengan sifat Machiavellianism umumnya pandai membaca situasi sosial dan berusaha mendapatkan keuntungan melalui cara-cara yang tidak selalu jujur. Dalam kehidupan sehari-hari, karakter ini sering terlihat dari cara seseorang mengambil keputusan yang hanya menguntungkan dirinya.
Ciri-Ciri Sifat Machiavellianism
Sifat Machiavellianism memiliki beberapa ciri utama yang membedakannya dari kepribadian lain. Menurut Psychology Today, seseorang dengan Machiavellianism tinggi cenderung: menganggap tujuan dan kepentingan pribadinya lebih penting daripada orang lain; menempatkan kepentingan yang sangat tinggi pada kekuasaan, status, ketenaran, dan/atau uang; bersedia berbohong, memanipulasi, atau mengeksploitasi orang lain demi keuntungan diri sendiri; memiliki pandangan yang negatif dan sinis terhadap dunia serta motivasi orang lain; merasakan sedikit empati terhadap orang lain; serta menunjukkan sedikit emosi dan merasa cukup terputus dari perasaannya sendiri. Berikut penjelasan detailnya:
Manipulatif
Seseorang dengan sifat ini biasanya lihai memanfaatkan orang lain agar tujuannya tercapai. Mereka dapat menggunakan berbagai cara, mulai dari bujuk rayu hingga tipu daya, demi mendapatkan apa yang diinginkan. Meski demikian, seseorang yang tinggi Machiavellianism sering kali percaya diri dalam situasi sosial dan bisa terlihat menawan ketika diperlukan — namun banyak dari mereka pada akhirnya menghindari kedekatan interpersonal karena memandang hubungan tersebut melalui lensa negatif dan penuh ketidakpercayaan, yang membuatnya terasa kurang memuaskan.
Kurang Empati
Orang dengan karakter Machiavellian cenderung tidak peduli pada perasaan atau kebutuhan orang lain. Mereka dapat mengambil keputusan yang merugikan pihak lain tanpa merasa bersalah atau menyesal.
Fokus pada Tujuan Pribadi
Keuntungan pribadi menjadi prioritas utama bagi mereka yang memiliki sifat Machiavellianism, khususnya terkait kekuasaan, status, ketenaran, dan uang. Segala tindakan dan strategi yang dilakukan umumnya diarahkan untuk mendukung kepentingan diri sendiri, tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain.
Perbedaan Machiavellianism dengan Sifat Gelap Lainnya
Machiavellianism dan psikopati umumnya dianggap sebagai sifat yang berbeda, meski memiliki banyak kesamaan. Kedua sifat ini sama-sama dapat bersifat dingin dan memanfaatkan orang lain demi keuntungan sendiri, namun Machiavellian cenderung lebih termotivasi oleh ketenaran, status, dan kekuasaan dibandingkan psikopat, yang lebih terkait dengan impulsivitas dan agresi — sifat yang jarang ditemukan pada Machiavellianism murni. Sementara itu, baik narsisis maupun Machiavellian dapat menunjukkan kurangnya empati dan menganggap diri lebih unggul dari orang lain, namun narsisis cenderung termotivasi oleh kebutuhan akan kekaguman, sedangkan Machiavellian cenderung termotivasi oleh keinginan akan kekuasaan dan lebih sering terlibat dalam perencanaan strategi jangka panjang. Machiavellianism juga bukan penyakit mental atau gangguan kepribadian, melainkan sifat kepribadian yang berada dalam suatu spektrum di seluruh populasi — meski beberapa ciri Machiavellian, seperti kurangnya empati dan kecenderungan tidak jujur, bisa tumpang tindih dengan gejala gangguan kepribadian antisosial atau narsistik.
Dampak Machiavellianism dalam Kehidupan Sehari-hari
Sifat Machiavellianism dapat membawa pengaruh signifikan dalam hubungan sosial maupun pekerjaan. Orang dengan karakter ini sering kali sulit dipercaya dan cenderung memicu konflik di lingkungan sekitarnya. Seperti yang dijelaskan oleh Psychology Today, orang dengan Machiavellianism tinggi cenderung sangat tidak percaya kepada orang lain dan kesulitan terlibat dalam perilaku hangat dan komunal yang dibutuhkan hubungan yang sehat; penelitian menemukan bahwa sifat ini berkaitan dengan kualitas hubungan yang lebih rendah dan kepuasan yang berkurang. Di lingkungan kerja, seseorang dengan kecenderungan Machiavellian bisa merusak budaya tim dan menciptakan suasana yang kurang nyaman — beberapa bukti bahkan menunjukkan bahwa orang dengan Machiavellianism tinggi lebih cenderung mengejar karier berkekuatan tinggi seperti politik atau hukum.
Cara Mengenali dan Menghadapi Kepribadian Machiavellian
Psychology Today juga memberikan panduan praktis untuk mengenali dan menangani seseorang dengan kepribadian Machiavellian. Karena cenderung kurang bersifat grandiose atau impulsif, kepribadian Machiavellian bisa lebih sulit dikenali dibandingkan sifat dark triad lainnya — namun beberapa petunjuk perilaku dapat membantu, termasuk kecenderungan mengucapkan kebohongan kecil ketika menguntungkan mereka, keinginan untuk dekat dengan orang-orang berstatus sosial tinggi, serta pandangan sinis yang menganggap semua orang akan berbohong, curang, atau mencuri demi kemajuan diri. Para ahli merekomendasikan untuk membatasi kontak dengan orang Machiavellian sebisa mungkin, menetapkan batasan yang jelas terhadap apa yang bisa dan tidak bisa ditoleransi, serta berfokus membangun hubungan yang membawa kegembiraan dan kenyamanan, bukan manipulasi dan tipu daya. Meski kebanyakan orang dengan sifat dark triad tinggi cenderung tidak ingin berubah, sejumlah bukti awal menunjukkan bahwa intervensi yang bertujuan meningkatkan keramahan (agreeableness) berpotensi mengurangi sifat-sifat gelap seseorang, termasuk Machiavellianism — meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami efektivitas intervensi tersebut.
Kesimpulan
Machiavellianism adalah sifat kepribadian yang ditandai dengan perilaku manipulatif, kurang empati, dan fokus pada keuntungan pribadi, kekuasaan, dan status — salah satu dari tiga sifat yang membentuk dark triad bersama narsisme dan psikopati. Karakter ini kerap muncul dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pertemanan hingga lingkungan kerja. Oleh sebab itu, memahami ciri-ciri Machiavellianism, cara membedakannya dari sifat gelap lainnya, serta cara menghadapinya, bisa membantu Anda lebih waspada dalam menjalin hubungan sosial dan mengelola dinamika di sekitar Anda.