Konten dari Pengguna

Masa Lansia: Ciri-ciri dan Perkembangan Psikologi

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Lansia. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Lansia. Gambar: Pexels.

Masa lansia merupakan fase alami dalam siklus kehidupan yang ditandai dengan perubahan signifikan pada aspek fisik maupun psikologis. Memahami karakteristik fase ini sangat penting agar lingkungan terdekat dapat memberikan dukungan yang optimal bagi kesejahteraan lansia.

Pengertian dan Tahapan Masa Lansia

Menurut jurnal Perkembangan Usia Lanjut yang ditulis oleh Zaskya Rahmadani dkk. (2024) masa lansia adalah tahap kehidupan yang terjadi setelah usia produktif di mana seseorang memasuki masa pensiun.

Tahapan Usia dalam Masa Lansia

Secara kronologis, masa ini dimulai saat seseorang berusia lebih dari 60 tahun. Secara umum, periode ini dibagi menjadi beberapa tahap penyesuaian. Santrock (2021) dalam buku Life-Span Development menekankan pada pembagian young-old (65-74 tahun) dan old-old (75 tahun ke atas).

Ciri-ciri Masa Lansia

Ciri-ciri masa lansia dapat diamati dari perubahan fisik dan psikologis yang dialami. Setiap individu bisa mengalami perubahan dengan tingkat yang berbeda-beda, tergantung gaya hidup hingga kondisi kesehatan.

Perubahan Fisik pada Lansia

Transisi ke masa tua melibatkan penurunan fungsi tubuh secara bertahap. Perubahan fisik yang terjadi meliputi penurunan kepadatan tulang (osteoporosis) dan kehilangan massa otot (sarcopenia). Selain itu, terjadi penurunan efisiensi pada organ-organ vital seperti jantung dan ginjal, serta melemahnya fungsi panca indera, khususnya penglihatan dan pendengaran.

Ciri-ciri Psikologis Lansia

Dari sisi kesehatan mental, proses penuaan memengaruhi kesejahteraan psikologis individu. Lansia rentan mengalami perubahan suasana hati (mood), penurunan daya ingat, serta gangguan kognitif seperti Demensia atau Alzheimer. Namun, dukungan sosial yang kuat dari keluarga dan komunitas dapat membantu lansia tetap memiliki kesehatan mental yang baik

Perkembangan Psikologi Masa Lansia

Aspek psikologis pada masa lansia terkait erat dengan bagaimana mereka beradaptasi terhadap perubahan. Dukungan dari orang terdekat menjadi sangat penting dalam menjaga kesehatan mental lansia.

Perubahan Emosional dan Sosial

Lansia biasanya menghadapi perubahan peran sosial, seperti pensiun atau kehilangan pasangan. Hal ini dapat memicu perasaan kesepian atau kehilangan makna hidup jika tidak diimbangi dengan aktivitas positif dan interaksi sosial.

Tantangan Psikologis yang Sering Dihadapi Lansia

Lansia harus melakukan penyesuaian diri terhadap peran sosial yang baru. Tugas perkembangan utama lansia mencakup penyesuaian diri terhadap masa pensiun, berkurangnya penghasilan, hingga kematian pasangan hidup. Kegagalan dalam beradaptasi dengan peran-peran baru ini sering kali memicu perasaan kesepian atau isolasi sosial yang serius.

Kesimpulan

Masa lansia merupakan fase kehidupan yang sarat perubahan, baik fisik maupun psikologis. Mengenali ciri-ciri masa lansia dan memahami perkembangan psikologi pada tahap ini dapat membantu memberikan dukungan yang tepat. Dengan pendekatan yang tepat, lansia dapat tetap menjalani hari-hari yang bermakna dan berkualitas.