Konten dari Pengguna

Memahami Family Trauma: Definisi dan Penyebabnya

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi family trauma. Foto Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi family trauma. Foto Unsplash.

Family trauma seringkali dialami tanpa disadari dan dapat berdampak besar pada kehidupan seseorang. Istilah ini merujuk pada pengalaman traumatis yang terjadi di lingkungan keluarga dan bisa memengaruhi cara berpikir, merasa, hingga pola perilaku di masa depan. Memahami family trauma serta penyebabnya menjadi langkah awal untuk mengatasi efek negatif yang mungkin muncul dari pengalaman tersebut.

Definisi Family Trauma

Family trauma merupakan kondisi ketika seseorang mengalami tekanan emosional atau psikologis akibat peristiwa buruk yang terjadi dalam keluarganya.

Menurut Diana Zumrotus Sa’adah, Eva Susanty, dan Titin Nursipah dalam artikel jurnal berbentuk literature review berjudul "Trauma Keturunan: Sistematika Review Peran Keluarga", trauma keturunan dapat dipengaruhi oleh pola interaksi dalam keluarga, termasuk komunikasi yang tidak sehat, ketidakkonsistenan peran orang tua, konflik internal, serta pola pengasuhan yang disfungsional. Kondisi ini dapat memengaruhi persepsi dan respons emosional anak, membuat anak lebih rentan menginternalisasi stres dan mengalami kesulitan dalam pengelolaan emosi.

Pengertian Family Trauma Menurut Para Ahli

Secara umum, family trauma mencakup stres berat yang dialami individu akibat kejadian traumatis di lingkungan keluarga. Hal ini bisa terjadi akibat kekerasan, kehilangan, atau situasi konflik yang berkepanjangan.

Ciri-ciri Family Trauma dalam Keluarga

Beberapa ciri yang bisa dikenali antara lain munculnya rasa takut berlebihan, kecenderungan menarik diri, sulit mempercayai orang lain, serta perubahan suasana hati secara drastis. Tanda-tanda ini dapat memengaruhi hubungan antar anggota keluarga dan kehidupan sosial.

Dampak Family Trauma pada Kesehatan Mental

Family trauma dapat menyebabkan gangguan seperti kecemasan, depresi, atau bahkan trauma berkepanjangan. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan seperti ini juga berisiko mengalami masalah perilaku maupun emosional di kemudian hari.

Penyebab Family Trauma

Penyebab family trauma sangat beragam, mulai dari pola asuh yang tidak sehat hingga pengaruh lingkungan sosial sekitar keluarga. Selain faktor internal, ada pula aspek keturunan yang berperan dalam pewarisan trauma antargenerasi.

Pola Asuh Negatif dan Kekerasan dalam Keluarga

Pola asuh yang keras, penuh tekanan, atau bahkan kekerasan dapat menimbulkan luka emosional yang mendalam. Anak-anak sering kali menjadi korban paling rentan dalam situasi seperti ini.

Peran Lingkungan Sosial Keluarga

Lingkungan yang tidak mendukung atau minim rasa aman dapat memperparah dampak trauma. Tekanan sosial, stigma, maupun isolasi juga dapat memperkuat efek negatif tersebut.

Trauma Keturunan dan Pengaruh Antar Generasi

Menurut Diana Zumrotus Sa’adah, Eva Susanty, dan Titin Nursipah dalam artikel jurnal berbentuk literature review berjudul "Trauma Keturunan: Sistematika Review Peran Keluarga", trauma dalam keluarga dapat ditransmisikan dari generasi sebelumnya kepada generasi berikutnya. Proses ini dapat terjadi melalui pola komunikasi, strategi koping, perilaku orang tua atau anggota keluarga, pola interaksi keluarga, serta gaya pengasuhan yang dapat memperkuat atau meredam dampak trauma.

Kesimpulan dan Cara Mengatasi Family Trauma

Family trauma merupakan tantangan yang bisa berdampak luas, namun masih bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar sangat penting untuk proses pemulihan.

Pentingnya Dukungan Keluarga

Peran keluarga sangat besar dalam membantu anggota yang mengalami trauma. Komunikasi terbuka, saling mendukung, dan menciptakan lingkungan aman menjadi pondasi utama agar proses penyembuhan berjalan efektif.

Langkah Awal Mengatasi Family Trauma

Mengakui adanya masalah dan mencari bantuan profesional merupakan langkah penting. Selain itu, membangun rutinitas sehat, berbagi cerita dengan orang yang dipercaya, serta mengikuti terapi bisa membantu mengurangi dampak trauma secara bertahap.

Reviewed by Helda Waty Sihombing

Baca Juga: Healing: Proses Pulih dan Berdamai dengan Diri