Konten dari Pengguna

Memahami Gangguan Mental: Pengertian dan Jenis-jenisnya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Gangguan Mental. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gangguan Mental. Gambar: Pexels.

Gangguan mental kerap menjadi perhatian masyarakat karena dampaknya terhadap kehidupan seseorang. Kondisi ini memengaruhi cara berpikir, perasaan, dan perilaku sehingga bisa menghambat aktivitas sehari-hari.

Definisi Gangguan Mental

Analisis literatur menunjukkan bahwa gangguan mental mempengaruhi sekitar 25% populasi dunia pada suatu titik dalam hidup mereka, dengan depresi dan gangguan kecemasan sebagai jenis yang paling umum (Kevin Vitoasmara, Fadillah Vio Hidayah, Nofita Ika Purnamasari, Riska Yuna Aprillia, dan Liss Dyah Dewi A, dalam Gangguan Mental (Mental Disorders), 2024).

Gangguan mental adalah kondisi kesehatan yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, bertindak, dan berinteraksi dengan orang lain. Gangguan ini dapat bervariasi dari ringan hingga berat dan memerlukan perhatian serta penanganan yang tepat. Gangguan mental bukanlah kelemahan pribadi atau sesuatu yang bisa diabaikan, melainkan kondisi medis yang membutuhkan perhatian dan perawatan (Radiani, 2019, dikutip dalam Vitoasmara dkk., 2024, hal. 58).

Menurut WHO (dikutip dalam Vitoasmara dkk., 2024), satu dari empat orang di dunia akan mengalami gangguan mental atau neurologis pada suatu titik dalam hidup mereka. Masalah mental emosional yang tidak diselesaikan dengan baik akan memberikan dampak negatif terhadap perkembangan seseorang di kemudian hari, terutama terhadap pematangan karakter dan memicu terjadinya gangguan perkembangan mental emosional (Setiawati & Juniar, 2018, dikutip dalam Vitoasmara dkk., 2024).

Tanda Umum Gangguan Mental

Depresi adalah gangguan mental yang umumnya ditandai dengan perasaan depresi, kehilangan minat atau kesenangan, penurunan energi, perasaan bersalah atau rendah diri, sulit tidur atau nafsu makan berkurang, perasaan kelelahan dan kurang konsentrasi. Kondisi tersebut dapat menjadi kronis dan berulang, dan secara substansial dapat mengganggu kemampuan individu dalam menjalankan tanggung jawab sehari-hari. Di tingkat yang paling parah, depresi dapat menyebabkan bunuh diri (Dzil Kamalah & Nafiah, 2023, dikutip dalam Vitoasmara dkk., 2024, Latar Belakang).

Penyebab Gangguan Mental

Penyebab gangguan mental adalah kombinasi faktor genetik, biologis, psikologis, dan lingkungan (Vitoasmara dkk., 2024, Abstrak). Salah satu tanda depresi adalah stres dan kecemasan yang berkepanjangan, yang menghambat aktivitas dan mengurangi kualitas fisik (Pratiwi & Rusinani, 2022, dikutip dalam Vitoasmara dkk., 2024). Di Indonesia, pemahaman akan kesehatan mental cenderung rendah, dibuktikan dengan 91% masyarakat yang mengalami gangguan jiwa tidak tertangani dengan baik (Lestarina, 2021, dikutip dalam Vitoasmara dkk., 2024).

Faktor Biologis

Faktor keturunan, perubahan kimia otak, serta gangguan hormonal dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan mental. Menurut WHO (dikutip dalam Vitoasmara dkk., 2024), depresi merupakan penyebab utama dari penyakit dan kecacatan yang terjadi pada remaja, serta tindakan bunuh diri sebagai penyebab ketiga kematian terbesar pada kelompok usia tersebut.

Faktor Psikologis dan Lingkungan

Stres berat, pengalaman traumatis, dan tekanan sosial memberikan pengaruh besar pada kesehatan mental. Federasi Kesehatan Mental Dunia merumuskan pengertian kesehatan mental sebagai kondisi yang memungkinkan adanya perkembangan yang optimal baik secara fisik, intelektual, dan emosional, sepanjang hal itu sesuai dengan keadaan orang lain (Rahmawaty dkk., 2022, dikutip dalam Vitoasmara dkk., 2024, Latar Belakang).

Jenis-jenis Gangguan Mental

Setiap jenis gangguan mental memiliki gejala dan dampak yang berbeda. Berikut adalah jenis-jenis yang paling umum.

Gangguan Kecemasan

Gangguan ini ditandai dengan rasa takut atau khawatir berlebihan yang sulit dikendalikan. Depresi dan gangguan kecemasan merupakan jenis yang paling umum di antara berbagai gangguan mental (Vitoasmara dkk., 2024, Abstrak). Gejalanya bisa berupa serangan panik, fobia, atau kecemasan sosial.

Gangguan Mood (Suasana Hati)

Jenis ini meliputi depresi dan gangguan bipolar yang menyebabkan perubahan suasana hati ekstrem. Individu dapat merasa sangat sedih dan kehilangan minat atau kesenangan, atau sebaliknya sangat gembira secara tiba-tiba. Depresi merupakan penyebab terbesar dari beban penyakit di antara individu pada usia awal menurut WHO (Endriyani dkk., 2022, dikutip dalam Vitoasmara dkk., 2024).

Gangguan Psikotik

Gangguan ini memengaruhi kemampuan berpikir dan memahami realitas. Skizofrenia menjadi contoh gangguan psikotik yang dapat menimbulkan halusinasi dan delusi.

Gangguan Kepribadian

Vitoasmara dkk. (2024) juga membahas gangguan kepribadian secara khusus dalam konteks metode penanganan. Gangguan ini melibatkan pola berpikir, perasaan, dan berperilaku yang menyimpang dari norma budaya dan menyebabkan tekanan serta masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Gangguan Makan dan Lainnya

Selain gangguan utama di atas, terdapat kondisi seperti anoreksia, bulimia, dan gangguan makan lain yang biasanya berkaitan dengan persepsi tubuh dan pola makan yang tidak sehat.

Penanganan Gangguan Mental

Penanganan gangguan mental melibatkan kombinasi terapi psikologis, medikasi, dan dukungan sosial. Terapi kognitif perilaku (CBT) dan terapi interpersonal terbukti efektif dalam mengelola gejala gangguan mental, sementara medikasi seperti antidepresan dan antipsikotik sering digunakan untuk mengontrol kondisi tersebut. Dukungan dari keluarga dan teman juga memainkan peran penting dalam proses pemulihan (Vitoasmara dkk., 2024, Abstrak & Metode Penanganan).

Beberapa cara mengelola stres dan mencegah depresi yang disebutkan dalam dokumen sumber (Nurhaeni dkk., 2022, dikutip dalam Vitoasmara dkk., 2024) antara lain: berpartisipasi dalam kegiatan yang disukai, mendekatkan diri pada agama, atau bercerita kepada orang lain. Di era internet saat ini, banyak platform yang menawarkan layanan konsultasi secara online, baik berbayar maupun gratis.

Kesimpulan

Gangguan mental merupakan kondisi kompleks yang mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang dan memerlukan pendekatan penanganan yang holistik. Berdasarkan kajian Vitoasmara dkk. (2024) dalam Student Research Journal, penyebabnya mencakup kombinasi faktor genetik, biologis, psikologis, dan lingkungan. Penelitian menegaskan pentingnya edukasi masyarakat untuk mengurangi stigma, peningkatan akses layanan kesehatan mental, dan dukungan sosial yang kuat dalam proses pemulihan penderita. Mengenali jenis-jenis gangguan mental — kecemasan, mood, psikotik, gangguan kepribadian, dan gangguan makan — menjadi langkah awal untuk memahami dan memberikan dukungan yang tepat.