Memahami Hubungan Interpersonal: Jenis dan Peranannya dalam Psikologi
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap orang pasti terlibat dalam hubungan interpersonal, baik di lingkungan keluarga, pertemanan, maupun pekerjaan. Hubungan ini berperan besar dalam membentuk kepribadian, emosi, dan kesejahteraan seseorang.
Pengertian Hubungan Interpersonal dalam Psikologi
Berdasarkan jurnal Dimensi dan Prinsip-Prinsip Hubungan Interpersonal Menurut Bebee dan Redmond, Hubungan interpersonal adalah hubungan berkelanjutan yang dibangun oleh komunikator dengan komunikan yang dibawa dalam pemikiran hingga bermetaforis di hati pihak tersebut (Deyisnil Fariadi, 2023). Komunikasi merupakan prasyarat kehidupan manusia karena tanpa komunikasi, interaksi antar manusia, baik secara perorangan, kelompok, maupun organisasi tidak akan mungkin dapat terjadi (Fariadi, 2023).
Dimensi Hubungan Interpersonal
Dalam hubungan interpersonal terdapat tiga dimensi yang selalu ada dalam berbagai tingkatan, yaitu kepercayaan, keintiman, dan kekuatan (Fariadi, 2023).
Kepercayaan (Trust)
Kepercayaan antarpribadi adalah tingkat di mana seseorang merasa aman dalam mengungkapkan informasi pribadi kepada orang lain. Kepercayaan antarpribadi umumnya melibatkan keyakinan bahwa individu dapat mengungkapkan informasi tentang dirinya kepada orang lain karena orang lain menerima siapa dirinya dan berkomitmen pada hubungan tersebut (Fariadi, 2023). Terdapat hubungan langsung antara seberapa besar individu mempercayai orang lain dan berapa banyak potensi yang diperoleh dari sebuah hubungan (Fariadi, 2023).
Keintiman (Intimacy)
Keintiman adalah tingkat di mana rasa diri seseorang diterima dan dikonfirmasi oleh orang lain (Fariadi, 2023). Seseorang mengkomunikasikan rasa keintimannya secara langsung dan tidak langsung, secara verbal dan nonverbal — contohnya melalui kedekatan fisik, kontak mata, pemilihan kata, nada suara, dan menghabiskan waktu bersama (Fariadi, 2023).
Kekuatan (Power)
Kekuatan interpersonal berarti kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain ke arah yang diinginkan (Fariadi, 2023). Dalam hubungan paralel, kekuasaan terus berpindah dari satu pasangan ke yang lain, tergantung pada sifat interaksi atau situasi (Fariadi, 2023).
Jenis-Jenis Hubungan Interpersonal
Fariadi (2023) membedakan dua jenis hubungan interpersonal: hubungan keadaan (circumstantial) yang terjadi karena hidup seseorang berdampingan dengan orang lain — termasuk hubungan dengan anggota keluarga, guru, teman sekelas, dan rekan kerja — serta hubungan pilihan (chosen) di mana individu secara sengaja mengembangkan hubungan dengan orang lain, seperti teman dekat, kekasih, dan pasangan.
Tahap-tahap Hubungan Interpersonal
Hubungan interpersonal berkembang melalui tahap eskalasi — dari kesadaran pra-interaksi, inisiasi, eksplorasi, intensifikasi, hingga keintiman — dan dapat pula mengalami de-eskalasi melalui gejolak/stagnasi, de-intensifikasi, individualisasi, perpisahan, hingga pasca-interaksi (Fariadi, 2023). Mencapai tahap keintiman membutuhkan waktu untuk membangun kepercayaan, berbagi informasi pribadi, saling mengamati dalam berbagai situasi, dan membangun komitmen serta ikatan emosional (Fariadi, 2023).
Delapan Prinsip Hubungan Interpersonal
Fariadi (2023) merangkum delapan prinsip hubungan interpersonal: (a) hubungan interpersonal adalah proses yang terus berubah dan mengakumulasi sejarah; (b) hubungan interpersonal adalah sistem — perubahan dalam satu aspek mempengaruhi setiap aspek lain; (c) hubungan saling didefinisikan dan disepakati oleh kedua pasangan; (d) hubungan terus dinegosiasikan melalui persetujuan bersama; (e) hubungan menciptakan berbagai peran tergantung situasi; (f) pasangan merasakan hubungan yang berbeda — persepsi tidak akan pernah sama persis; (g) hubungan di masa lalu mempengaruhi hubungan saat ini dan masa depan; dan (h) setiap hubungan merupakan keseimbangan antara kenyamanan dan keintiman.
Pentingnya Hubungan Interpersonal
Setiap hubungan interpersonal merupakan keseimbangan antara kenyamanan dan keintiman — seseorang berusaha mengoptimalkan jumlah keintiman disertai pengoptimalan tingkat kenyamanan (Fariadi, 2023). Kemampuan pasangan untuk berbagi persepsi yang sama tentang hubungan mereka menentukan seberapa sukses hubungan itu, dan hal ini memerlukan komunikasi interpersonal yang efektif (Fariadi, 2023).
Kesimpulan
Hubungan interpersonal dapat diklasifikasikan sebagai hubungan keadaan atau hubungan pilihan, dibedakan melalui tiga dimensi — kepercayaan, keintiman, dan kekuatan — serta berkembang melalui tahapan eskalasi dan de-eskalasi (Fariadi, 2023). Dengan memahami dimensi, jenis, tahap, dan prinsip-prinsip hubungan interpersonal, setiap individu dapat membangun interaksi yang lebih sehat dan bermakna.