Memahami Kekuatan Karakter: Definisi dan Alat Ukur Terstandar
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap individu memiliki karakteristik unik yang memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan bertindak. Dalam kajian psikologi positif, salah satu konsep yang banyak dibahas adalah kekuatan karakter karena dianggap sebagai fondasi perilaku positif dan perkembangan psikologis individu.
Pengertian Kekuatan Karakter
Artikel Memahami Kekuatan Karakter: Definisi dan Alat Ukur Terstandar menyebutkan bahwa kekuatan karakter adalah sifat-sifat positif dalam diri seseorang yang menjadi dasar perilaku sehari-hari.
Dr. Natris Idriyani, M.Si dalam artikel tersebut menyatakan bahwa “Character strength dapat didefinisikan sebagai sifat-sifat positif yang direfleksikan dalam pikiran, perasan dan tingkah laku”.
Selain itu, Idriyani juga menjelaskan bahwa “Kekuatan karakter merupakan karakter positif yang mengarahkan individu pada pencapaian keutamaan, atau trait positif yang terefleksi dalam pikiran, perasaan, dan tingkah laku” (Idriyani, 2021).
Kekuatan Karakter dalam Perspektif Psikologi Positif
Kekuatan karakter menjadi bagian penting dalam pengembangan potensi diri dan pertumbuhan psikologis. “Fokus kajian dalam psikologi positif adalah character strength” (Idriyani, 2021). Idriyani juga menjelaskan bahwa karakter baik “merupakan inti dari perkembangan remaja yang positif”. Selain itu, disebutkan bahwa “Karakter yang baik dapat menangkal efek negatif dari stress ataupun trauma” (Idriyani, 2021).
Dimensi dan Klasifikasi Kekuatan Karakter
Terdapat beberapa dimensi utama dalam kekuatan karakter, seperti keberanian, kejujuran, disiplin, rasa ingin tahu, dan empati. Idriyani menjelaskan bahwa Peterson & Seligman (2004) membagi karakter positif menjadi tiga tingkat utama, yaitu virtues, character strengths, dan situational themes (2021).
Selanjutnya dijelaskan bahwa terdapat enam kategori kebajikan utama, yaitu: “wisdom, courage, humanity, justice, temperance, dan transcendence” (Idriyani, 2021).
Dimensi Keberanian dan Kejujuran
Dimensi keberanian membantu individu menghadapi risiko, sedangkan kejujuran mendorong seseorang bertindak sesuai fakta.
Idriyani menjelaskan bahwa keberanian adalah:“Tidak menghindar dari ancaman, tantangan, kesulitan, atau rasa sakit, berani mengungkapkan kebenaran walaupun bertentangan dengan orang lain”.
Sedangkan mengenai integritas atau kejujuran dijelaskan bahwa:
“Mengatakan yang sebenarnya, menampilkan diri sendiri apa adanya, tanpa pura-pura, bertanggung jawab terhadap perasaan dan tindakan” (Idriyani, 2021).
Dimensi Empati dan Kecerdasan Sosial
Empati termasuk bagian dari kekuatan karakter yang dapat dikembangkan sepanjang hidup. Idriyani menjelaskan bahwa cerdas sosial berarti: “Peduli terhadap alasan-alasan dan perasaan orang lain dan diri sendiri, mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan situasi sosial yang berbeda”.
Alat Ukur Kekuatan Karakter
Alat ukur kekuatan karakter dikembangkan melalui proses adaptasi, validitas, dan reliabilitas agar sesuai dengan konteks budaya responden. Idriyani menjelaskan bahwa: “Skala kekuatan karakter dalam penelitian ini sudah berdasarkan hasil modifikasi pernyataan-pernyataan dari VIA-IS dari Peterson dan Seligman (2004)”
Selain itu dijelaskan pula bahwa: “Adapun hasil pengujian reliabilitas dengan menggunakan uji Alpha Cronchbach diperoleh hasil reliabilitas alat ukur kekuatan karakter adalah 0.988” (Idriyani, 2021).
Manfaat Alat Ukur Kekuatan Karakter
Alat ukur kekuatan karakter membantu dalam asesmen dan pengembangan diri yang lebih terarah. “Lima (5) skor tertinggi dari partisipan mengindikasikan kekuatan karakter seseorang dan hal tersebut akan dipertimbangkan menjadi ‘signatuere strength’ (karakter khas)” (Idriyani, 2021). Alat ukur digunakan untuk mengidentifikasi karakter khas individu sehingga dapat digunakan dalam pengembangan diri dan asesmen psikologis.
Kesimpulan
Kekuatan karakter menjadi bagian penting dalam membentuk kepribadian dan perilaku seseorang. Dengan memahami dan mengukur kekuatan karakter menggunakan alat ukur terstandar, individu maupun institusi dapat mengembangkan potensi diri secara lebih optimal. Penerapan asesmen ini juga membuka peluang bagi terciptanya lingkungan yang lebih suportif untuk pertumbuhan karakter positif.