Memahami Kepribadian INFJ: Definisi dan Ciri-Cirinya
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kepribadian INFJ dikenal sebagai salah satu tipe yang paling langka dan penuh makna dalam klasifikasi MBTI. Banyak orang penasaran dengan sifat, kelebihan, dan tantangan yang dimiliki tipe ini. Mengenali INFJ bisa membantu memahami cara berpikir dan berinteraksi mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Apa Itu Kepribadian INFJ?
Kepribadian INFJ merupakan tipe dalam Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) yang sering digambarkan memiliki intuisi kuat dan empati mendalam. Menurut Amabel Laila Intifada dan Hendro Aryanto dalam Buku Ilustrasi 'INFJ' Berdasarkan Myers-Briggs Type Indicator sebagai Media Informasi untuk Remaja di Bangkalan (2024), berdasarkan studi yang dimuat di website Truity.com, hanya terdapat 1 hingga 3 persen manusia dengan tipe kepribadian INFJ, menjadikan INFJ pribadi yang unik dan menarik. Tipe ini dikenal idealis, dengan visi yang jelas, dan cenderung menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam hidupnya.
Definisi Kepribadian INFJ Berdasarkan MBTI
INFJ merujuk pada kombinasi sifat Introvert, Intuitive, Feeling, dan Judging. Intifada dan Aryanto menjelaskan, mengutip Isabel Briggs Myers (1998), bahwa INFJ adalah tipe kepribadian yang terdiri atas sifat Introversion (I), Intuition (N), Feeling (F), dan Judging (J). Tipe ini cenderung memproses informasi secara mendalam, berpikir jauh ke depan, serta sangat memperhatikan perasaan dan kebutuhan orang lain.
Komponen Pembentuk INFJ
Intifada dan Aryanto menjelaskan secara rinci bahwa sifat introversion (I) menunjukkan bahwa seseorang memperoleh energi dari dunia internal seperti pengalaman dan ide; intuition (N) berfokus pada persepsi dari pola dan ketidakrasionalan sesuatu; feeling (F) mendasarkan sebuah kesimpulan dari nilai personal atau sosial dengan memahami; dan judging (J) merujuk ke ketegasan atas masalah dari dunia luar menggunakan perasaan. Perpaduan keempat sifat ini dinyatakan unik oleh Intifada dan Aryanto karena sifatnya yang bertabrakan: INFJ mengandalkan perasaan, namun juga menghakiminya.
INFJ dalam Konteks Remaja
Intifada dan Aryanto merancang buku ilustrasi INFJ khusus untuk remaja berusia 16–18 tahun, berdasarkan temuan wawancara bahwa siswa merasa sulit memahami diri sendiri maupun orang lain, dan kurang berminat mencari informasi karena media yang tersedia berbahasa asing dan tidak menarik. Pada usia remaja, kepribadian INFJ bisa terlihat dari kecenderungan mencari makna hidup, mudah berempati, dan memiliki keinginan kuat untuk membantu lingkungan sekitar.
Ciri-Ciri Kepribadian INFJ
Intifada dan Aryanto menjelaskan bahwa INFJ mengapa disebut sebagai "konselor" karena terdiri atas aspek feeling yaitu perasa dan judging yang menilai, serta memiliki empati tinggi sehingga mudah mengerti perasaan orang lain. Lebih lanjut, Intifada dan Aryanto juga mengutip Sona (2022) dalam Kepribadian Berdasarkan MBTI bahwa sifatnya sebagai pendengar yang baik, berpikiran terbuka, dan seringkali disukai. Psych Central menggambarkan INFJ sebagai individu yang sangat peka terhadap emosi orang lain dan berupaya membangun koneksi yang dalam dengan orang-orang di sekitarnya.
Kelebihan dan Tantangan INFJ
Intifada dan Aryanto menyebutkan beberapa kelebihan INFJ, antara lain empati tinggi sehingga mudah mengerti perasaan orang lain, serta dalam hubungan pertemanan memiliki empati yang tinggi dan memaknai hubungan pertemanan dengan sangat mendalam ketika bertemu orang yang bisa dipercayai. Tantangan yang dihadapi INFJ, berdasarkan deskripsi literatur MBTI internasional, mencakup kelelahan emosional akibat terlalu larut dalam masalah orang lain, serta kecenderungan perfeksionisme — karakter yang tidak secara eksplisit disebutkan dalam jurnal Intifada dan Aryanto tetapi umum dikemukakan dalam sumber seperti MasterClass, yang menggambarkan INFJ sebagai memiliki ekspektasi tinggi, dapat bersifat perfeksionis, dan terkadang sulit untuk dipuaskan.
Peran INFJ dalam Kehidupan Sosial
Dalam kehidupan sosial, INFJ sering menjadi mediator atau penengah, karena INFJ memiliki empati tinggi sehingga mudah mengerti perasaan orang lain, sebagaimana dijelaskan Intifada dan Aryanto mengutip Isabel Briggs Myers (1998). Intifada dan Aryanto juga menjelaskan bahwa jurusan dan karir yang cocok untuk INFJ yaitu pengajar, psikolog, dokter, konselor, fotografer, seniman, dan pekerja sosial, merujuk pada Rahmawati (2022) dalam Knowing Your Personality.
Kesimpulan tentang Kepribadian INFJ
Memahami kepribadian INFJ memberikan gambaran tentang bagaimana tipe ini berperan besar dalam membangun hubungan yang bermakna. Intifada dan Aryanto menyimpulkan bahwa buku ilustrasi INFJ dirancang untuk membantu remaja INFJ lebih memahami dirinya, karena INFJ memiliki pola pikir serta cara pandang yang hanya dapat mereka pahami sendiri. Mengenali INFJ, baik dalam diri sendiri maupun orang lain, bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih harmonis.