Memahami Kepribadian Plegmatis: Pengertian dan Kelemahannya
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kepribadian plegmatis sering disebut sebagai tipe yang tenang dan mudah beradaptasi dalam berbagai situasi sosial. Banyak orang mengenal tipe ini sebagai individu yang cenderung damai dan tidak suka konflik. Meskipun terlihat sederhana, memahami kepribadian plegmatis penting untuk membantu seseorang mengenali kelebihan dan kekurangannya dalam kehidupan sehari-hari.
Definisi Kepribadian Plegmatis
Kepribadian plegmatis mengacu pada tipe individu yang stabil secara emosi, cenderung pendiam, dan tidak mudah terprovokasi. Menurut skripsi Penentu Karakter Siswa Menggunakan Metode Decision Tree: Studi Kasus SMK YPI Darussalam 1 Cerme oleh Mochamad Adam Junianto Pracahyo (mengutip Littauer, 2015), plegmatis adalah tipe yang cinta kedamaian — seseorang dengan tipe ini menunjukkan pribadi yang mudah diatur, cenderung diam dan kalem, suka mengalah, memiliki rasa toleransi yang tinggi, mudah untuk disuruh dan selalu mau melakukan, serta tidak menyukai konflik. Mereka dikenal sebagai sosok yang penyabar, mudah menyesuaikan diri, serta mampu menjaga keharmonisan dalam kelompok.
Asal Usul & Teori Kepribadian Terkait
Konsep kepribadian plegmatis berasal dari tipologi empat karakter menurut Florence Littauer (2015), yang membagi karakter manusia ke dalam empat tipe utama: plegmatis (cinta kedamaian), melankolis (sempurna/perfeksionis), sanguinis (populer), dan koleris (kuat). Keempat tipe ini juga bisa dikombinasikan — seseorang bisa saja memiliki perpaduan karakter dari dua atau lebih tipe kepribadian tersebut. Teori ini berkembang untuk memahami pola perilaku dan kecenderungan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain.
Ciri-ciri Utama Kepribadian Plegmatis
Orang dengan kepribadian plegmatis biasanya tampil tenang dan tidak mudah terbawa emosi. Menurut Pracahyo (mengutip Littauer, 2015), tipe emosi plegmatis dicirikan dengan kerendahan hati, mudah bergaul, bawaannya santai, diam dan tenang, sabar, hidup yang konsisten, serta tenang namun cerdas. Mereka juga baik hati dan mudah bersimpati, cenderung menyembunyikan emosinya, selalu bahagia dengan apa pun yang diterima, dan serba guna (versatile). Sifat sabar serta kemampuan mendengarkan orang lain menjadi ciri khas mereka — apabila dihadapkan pada suatu masalah, mereka akan mencari solusi dengan cara damai dan diselesaikan dengan tenang, serta mampu bersabar dalam kondisi apa pun.
Contoh Situasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam lingkungan kerja atau keluarga, tipe plegmatis mudah diajak bekerja sama dan jarang menimbulkan masalah. Perlu diklarifikasi bahwa sumber tidak secara spesifik menyebutkan plegmatis sebagai "penengah konflik antar teman atau rekan kerja" — namun sebagai orang tua, mereka akan menjadi orang tua yang baik: selalu menyediakan waktu untuk anak-anaknya, tidak tergesa-gesa, tidak mudah marah, cenderung selalu sabar dengan kondisi apa pun, serta bisa mengambil sisi baik dari sesuatu yang buruk (Littauer, 2015, dikutip dalam Pracahyo).
Tantangan Kepribadian Plegmatis dalam Interaksi Sosial
Kelemahan utama plegmatis berdasarkan Littauer (2015, dikutip dalam Pracahyo), adalah kecenderungan untuk mengalir apa adanya dan terkesan tidak memiliki impian atau pendirian hidup yang tegas, sulit menentukan pilihan, serta tidak pandai memberikan masukan atau gagasan baru.
Dampak pada Pengambilan Keputusan
Karena lebih suka menghindari konfrontasi, orang plegmatis sering kali menunda keputusan penting. Apabila disuruh untuk mengambil keputusan, mereka mengalami kesulitan dan cenderung menunda-nunda (Littauer, 2015, dikutip dalam Pracahyo). Hal ini dapat membuat mereka kehilangan kesempatan untuk berkembang dan kurang tegas dalam situasi krusial, terutama karena keterbatasan mereka dalam memberikan gagasan atau masukan baru yang segar.
Kesimpulan
Kepribadian plegmatis memiliki keunikan tersendiri dengan karakter tenang, sabar, dan mudah beradaptasi — sebagaimana dijelaskan Littauer (2015) dalam tipologi empat karakter yang dikutip dalam skripsi Pracahyo. Namun, sifat pasif dan kecenderungan menghindari konflik, ditambah kesulitan menentukan pilihan dan minimnya inisiatif memberikan gagasan baru, dapat menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam pengambilan keputusan. Memahami kepribadian plegmatis membantu setiap orang untuk lebih mengenal kelebihan dan kekurangannya, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan secara lebih optimal.